SEE ME – 6
Pasti ada yang tidak beres.
Soobin sudah menatap tajam ke arah jalanan raya yang kosong mengarah ke hutan. Ia ingat dirinya masih sempat melirik Taehyun yang tertegun sendirian di dekat mobil sini. Terdiam seakan sedang menimbang sesuatu di dalam kepala. Apakah Taehyun sengaja? Benarkah itu? "Aku tidak percaya ini," gumamnya sendiri, setengah geram. Kemudian menatap semua temannya yang sudah tercengo di tempat. Seolah bertanya melalui raut wajah mereka; apa yang terjadi?
"Kita harus cari Taehyun," tukas Soobin dengan nada serius, bermaksud menjawab tanda tanya mereka.
Di sana, Yeonjun menyela dengan ekspresi tidak mengerti, "Mengapa? Apa yang terjadi? Kemana dia?"
Pertanyaan yang terlalu bertubi-tubi menurut Soobin. Lagi pun ia belum mau begitu gegabah dengan praduga dangkalnya sekarang, agaknya ia merasa sedikit egois. Emosi disaat bersamaan. Dengan itu, Soobin sudah mengalihkan pandangan kepada sang supir yang membawa mereka sampai ke tempat ini. Menarik senyum paksa, "Ehm, Pak. Maaf. Kami kira kami sampai disini saja."
Semuanya terbelalak. Termasuk si supir, "Lho? Tapi, bukankah tujuan kalian masih cukup jauh? Tidak, tidak. Kita hanya membutuhkan waktu sekitar—"
"Terjadi masalah. Kami harus bergegas. Terimakasih banyak atas tumpangannya." Soobin membungkuk, memerintah angkuh pada seluruh temannya yang masih menatap tidak terima, "Semuanya, ayo ambil barang-barang kalian dari mobil."
Yeonjun sudah menahan tangan Soobin di sini. "Yak! Soobin-ah. Apa-apaan kau seenaknya memutuskan tiba-tiba begini? Kita belum sampai dan kita tentu memerlukan tumpangan mobil ini."
"Ada masalah disini. Apa Hyung mau tetap egois dan gegabah untuk memaksakan semuanya?"
"Tetap saja. Kau tidak bisa seenaknya. Kami butuh penjelasan!"
"Kita akan segera menyelesaikan masalah ini! Apa Hyung tidak lihat? Taehyun menghilang!"
Kai dan Beomgyu sudah saling berpegangan dan memperhatikan sekeliling. Suasana perang mulut dua Hyung di sana terlalu menegangkan sementara mereka berdua sudah kedinginan, juga takut dengan pemikiran seperti; apa yang akan terjadi setelah ini? Mana Taehyun? Apa yang kami lewatkan?
Masih emosi, Yeonjun terus meracau, "Kita bisa menelponnya! Apa gunanya ponsel?"
"Sinyal begitu sulit disini, Hyung. Cepatlah lakukan saja apa yang kuputuskan, kita tidak punya waktu!"
"Yak, Choi Soobin. Jangan terlalu fokus dengan Taehyun! Kau tidak lihat Beomgyu masih masuk angin disini, dan mungkin Kai akan mengalami hal serupa sebentar lagi." Di sana pun makin menegangkan. Ada apa dengan pertikaian yang tiba-tiba disini?
"Ak—aku baik-baik saja, Hyung," sela Beomgyu, melepas rangkulan Kai pelan. Kemudian maju guna membantu Soobin mengangkut koper besarnya. "Aku tidak apa-apa. Kita harus cari Taehyun sekarang."
Kai menghela napas pelan. Kalau Beomgyu memihak Soobin, haruskah dia melakukan hal yang sama. Baik Soobin maupun Yeonjun, mereka berdua sama-sama memikirkan apa yang terbaik, itu jelas. Namun melihat atmosfer disini, serta menolak untuk memperkeruh situasi, Kai akhirnya ikut meraih tasnya dari sana. "Aku akan ikut saja."
Yeonjun mendengus, "Oke. Terserah." Mengangkat kopernya dengan kesal, dan menyeretnya angkuh.
"Kalau begitu, saya kira saya sudah bisa pamit sekarang." Si supir menukas pelan, agak ngeri juga harus berada dalam adegan tegang itu sementara ia tidak punya urusan apapun. Separuh hatinya terasa mengganjal. Meninggalkan semua anak muda ini di area Hutan Sunyi dengan semua misteri mitosnya? Pria itu hanya menyematkan sepintas doa dalam hati, semoga para pemuda itu kembali tidak hanya tinggal nama. Mereka mungkin akan berhasil dan selamat pula.

KAMU SEDANG MEMBACA
CAN'T YOU SEE ME? | txt ✔
Fanfiction[Collaboration Project with Park Cath] Nenek Soobin bilang: persahabatan itu harus abadi. Bermodalkan tekad dan buku mantra beliau, Soobin dan keempat sahabatnya pergi ke Ilsan untuk mendatangi hutan sunyi yang dapat mengambulkan permohonan. Namun...