🌜Lampangkan Hatiku🌛

276 25 5
                                    

☁️

Aku menjalani dengan bahagia status ku yang baru, menjadi Istri sekaligus Ibu untuk Zahra adalah kebahagiaan yang gak akan pernah bisa ku deskripsikan.

3 hari setelah aku pindah ke Rumah Dinas Mas Alif dan Aku sangat menikmati waktu ku saat siang bersama Zahra dan Malam bersama Mas Alif, saat ini aku menjalankan tugasku seperti biasa sehabis subuh aku akan langsung menuju dapur untuk membuat sarapan.

Hari ini adalah hari terakhir aku berada di rumah karna besok aku sudah harus menjalankan tugasku kembali, hari ini adalah Akhir dari masa curik.

"hari ini kamu buat sarapan Apa? "tanya Mas Alif yang seperti biasa, memelukku dari belakang disaat aku sedang membuat sarapan adalah kegiatan yang akan selalu di lakukan Mas Alif setiap paginya.

"Mas mau aku buatkan sarapan Apa? "tanyaku.

"Apapun yang kamu masak, Aku pasti makan"jawab Mas membuat ku tertawa pelan, karna itu adalah percakapan yang setaip pagi kami ucapkan.

"Oh ya Mas, hari ini Aku ada janji mau keluar dengan Mbak Wita"ucap ku.

"mau kemana? "tanya Mas.

"ke Mall, sekedar keliling jalan-jalan mengajak Zahra Kasian juga dari kemarin dirumah dinas trus"ucapku.

"iya kamu bener, Yaudah kabari ajah berangkat jam berapa nanti ya"ucap Mas dan Aku mengangukan kepalaku, setelah itu Mas Izin untuk berolah raga di halaman depan rumah.

Aku melanjutkan masakan ku, setelah makanan yang ku buat untuk sarapan selesai aku siapkan diatas meja makan, Aku berjalan menuju kamar Putriku disana Aku melihat Zahra yang masih meringkuk di bawah selimut tebalnya.

Aku mendekat dan membuka gordeng kamar Zahra, membuat cahaya pagi masuk kedalam kamar itu tetapi tidak mengganggu tidur sang pemilik kamar.

"Sayangnya Umma, bangun yuk udah pagi cantik"ucapku mengusap muka Zahra yang tertutup rambut Zahra.

Zahra gak trus dengan usapan ku, Akhirnya aku menggunakan cara lain yaitu mencium seluruh wajah putri ku itu sampai membuat yang punya muka merasa kegelian dan akhirnya bangun dari tidurnya.

"ihh, Umma Ala masih ngantuk"ucap Zahra membuatku tertawa.

Ku buka selimut tebalnya itu membuat Zahra membuka matanya dan merengek,
"aaa.. Umma Zahla masih ngantuk"ucap Zahra dengan rengekannya.

"iya sayang, tapi kamu harus bangun pagi katanya Mau ikut Abi Olah Raga"ucapku membuat Zahra bangun dari tidurnya.

"Abi udah pelgi Olahlaga Umma? "tanya Zahra membuatku tertawa.

"belum, masih ada di halaman makn ayok bangun, Mandi, trus kenapa halaman lari pagi sama Abi"ucap ku dan Zahra langsung berlari masuk kamar mandi.

Aku tersenyum melihat tingkah Putri ku yang sudah besar, sekarang dia sudah tidak mau dimanjakan karna dia sudah bisa memprotes jika dia sedang dimanjakan dengan ku atau Abinya.

2 hari hidup di sekitar Rumah dinas membuat Zahra bisa mandiri tidak selalu minta tolong kepada Abi atau Ummanya, dia akan melakukan jika memang dia bisa tapi jika dia sudah melakukan tapi beberapa kali gagal maka dia akan meminta tolong.

Aku menyiapkan pakaian nya, karna dia akan ikut Abinya berlari pagi maka aku mengambil kan baju lengan panjang dan celana training dengan khimar berwarna senada dengan celana training, sudah dari semalam dia merengek kepada Abinya bahwa dia ingin ikut lari pagi bersama Mas Alif walaupun awalnya di tolak karna takut Zahra kelelahan tapi dengan bujuk rayu seorang Zahra akhirnya Abinya hanya bisa menuruti keinginan putrinya itu.

MY LIFE ( ON GOING )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang