Part 8. lepas perawan

14K 973 95
                                    

Edwin bangun dengan kepala yang sangat berat dan pusing ia sampai terhuyung saat hendak beranjak dari ranjang.

"Sudah bangun?" tanya Thea yang baru keluar dari kamar mandi. Edwin melihat Thea dan mencoba mendekat dengan tubuh tak seimbang. Tepat di hadapan Thea ia jatuh dalam pelukkan Thea.

"Kamu bau sekali."

"Aku mau kamu, Thea."

"Mau apa?"

"Bercinta."

"Mandi dulu, bersihkan dirimu jika memang kamu mau." Thea menyingkirkan tubuh Edwin dan langsung mengambil pakaiannya di koper.

"Aku mau sekarang," pinta Edwin. Thea menoleh sembari mengancingkan kemejanya.

"Kapan pun kamu mau aku akan siap, tapi, tidak dalam kondisi mu yang seperti itu." Edwin yang memang masih dalam pengaruh alkohol mencoba memaksa Thea. Namun, Thea mendorong tubuh Edwin hingga Edwin jatuh.

"Aku sudah bilang aku mual dekat dengan kamu yang bau alkohol, apa kamu tidak mengerti ucapanku?"

"Aku suamimu dan aku berhak atas tubuhmu!"

"Aku tahu, tapi tidak dalam kondisi tubuh yang bau alkohol."

Edwin menyerah dan masuk ke dalam kamar mandi dalam kondisi kesal. Ia mandi dengan cepat dan langsung keluar dari kamar mandi. Ia melihat Thea sudah rapih dan wangi. Edwin yang belum memakai handuk dan masih dalam kondisi tubuh basah kuyup langsung memeluk Thea.

Thea diam dalam pelukkan Edwin dan saat Edwin mulai meraba seluruh tubuhnya Thea hanya diam membiarkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Thea diam dalam pelukkan Edwin dan saat Edwin mulai meraba seluruh tubuhnya Thea hanya diam membiarkan. Edwin lantas menciumi pundak dan leher Thea membuka pakaian Thea satu persatu dan langsung mendorong tubuh Thea ke ranjang. Thea benar-benar hanya memasrahkan diri tak berniat untuk membalas atau apa pun itu. Sampai ia merasa sesuatu akan memasuki miliknya yang paling intim. Thea menggigit bibirnya saat Edwin berhasil masuk dengan sempurna.

Thea memeluk tubuh Edwin saat Edwin terus bergerak di atasnya. Hingga Edwin sampai di puncaknya dan mengeluarkannya di perut Thea. Thea merasa agak jijik melihat lendir di perutnya.

"Kenapa kamu tumpahkan di perutku?" tanya Thea.

"Aku tidak mau kamu hamil anakku."

"Maksudku, haruskah kamu tumpahkan di atas perutku? Tidak bisakah kamu tumpahkan di tempat lainnya?"

"Aku tidak mau, aku suka di tumpahkan di atas perut wanita. Itu terlihat seksi."

"Wanita? Kamu biasa tidur dengan wanita lain?"

"Ya tantu saja, aku pria dewasa, tidak mungkin aku hanya membuang spermaku di kamar mandi."

"Oh, begitu." Thea berusaha bangun namun rasa sakit itu mulai terasa. Namun, ia tak mau menunjukkan rasa sakitnya.

"Kalau sakit bilang saja."

"Tidak sakit tuh."

"Ya sudah kalau begitu."

Istri Tercuek (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang