Okay okay ini last untuk hari ini hahaha..aku udah bayar hutang yaaa..
......
Brak!
"Eh-"
"Ternyata kamu di sini Tae.."
Rupa rupanya Jeongguk lah yang telah menerobos mazuk ke ruangan kesihatan itu dan mendapati Taehyung sedang duduk di hadapan pemuda yang lagi sedang sakit.
Taehyung jadi bingung dibuatnya, Jeongguk tiba tiba datang dan menabrak pintu tak berdosa itu membuatkan dirinya terkejut.
"Ada apa Guk ah?" Soalnya, Taehyung telah bangkit dan ingin menghampiri Jeongguk tetapi lengannya ditahan oleh pemuda yang sedari tadi hanya bisa terkaku akibat kedatangan Jeongguk yang tiba tiba.
"Temani aku.."
Baru saja Taehyung akan membuka mulut, tetapi telah dipotong cepat oleh Jeongguk yang kini sedang menghampiri sang pujaan hati.
"Tidak usah, Puan Tiffany sudah memanggilnya untuk segera masuk ke kelas. Jika kau masih memerlukan teman, akan ku panggilkan perawat."
Laki laki itu terdiam, tetapi jari jarinya yang mencekal tangan Taehyung masih tidak dilepas membuatkan Jeongguk harus menggenggam tangan itu dengan tangan besar miliknya.
Setelah itu, Taehyung ditarik keluar bersama Jeongguk yang sudah memasang wajah ketatnya kembali ketika terlihat wajah sang laki laki sakit itu yang tersenyum sinis.
"Ma-maaf ya..aku pergi dulu.."
Kata kata terakhir sebelum pintu ruang kesihatan tertutup bersamaan dengan laki laki yang 'tadinya' sakit itu bangkit dan masuk ke toilet menguruskan 'lukisan' di buku lalinya.
Flashback end.
Dan mereka berdua, Jeongguk dan Taehyung berakhir disini. Cafeteria dengan ditemani dua gelas cappucino ais. Sebenarnya, Jeongguk asal asalan mengorder saja. Sedangkan Taehyung lagi mengerjap kerjap heran.
Taehyung termangu dibuatnya, fikirannya berbalik pada pemuda tadi yang kelihatan sangat kesakitan hingga perlu dipapah ke ruang kesihatan.
"Mmm..itu agak mengerikan.."
Jeongguk terkekeh ketika melihat wajah ketidak selesaan Taehyung itu. Lucu sekali.
"Tae kamu kan cowok masa yang seperti itu saja udah mengerikan sih?"
Sengaja mengusik. Jeongguk dapat melihat warna merah yang menghiasi kedua telinga Taehyung. Jeongguk kan jadi gemas.
"I-itu..aku..haaaa..nya.."
"Hanya apa Tae?"
"Aish..baiklah. Aku ini sebenarnya seorang yang 'sedikit' penakut. Ha-ha."
Jeongguk akhirnya tertawa juga ketika mendengar tawa palsu Taehyung itu. Mana wajahnya sudah hampir seperti buah Strawberry.
"Aiiii..kamu tidak perlu bimbang lagii. Kali ini, aku akan menjagamu ya.."
Jeongguk akhiri kalimatnya dengan usapan di kepala Taehyung. Taehyung yang sudah sering dimanjakan oleh para hyungnya seperti itu sedang tersenyum lebar.
"Adu duii, modusnya kurang manis anjir.."
Hm. Jika Mingyu dan Yugyeom sudah datang, maka Jeongguk akan kembali memasang wajah dinginnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love You ♡[ KOOKV]
FanfictionJeon Jeongguk yang penasaran akan pemuda yang sering memakai hoodie, duduk sendirian. Selama 2 tahun menyimpan perasaan di hati akhirnya Jeongguk akan mengungkap rasa yang memenuhi dada dan hati nya.