𝐎3. 𝐉𝐮𝐬𝐭 𝐭𝐞𝐥𝐥 𝐦𝐞!

290 72 4
                                    

"AAAAAAAKKKKHHHHHH"

Teriakan seorang gadis sangat
menggelegar pagi itu, membuat satu sekolah gempar atas penampakan apa yang ada di ruangan musik.

Chaeyoung melihat kerumunan para siswa diruang musik, firasatnya buruk saat ini. Maka ia langsung berlari dan menyelak semua orang.

DEG—

Apa?

Chaeyoung membekap mulutnya tak percaya, pupil matanya membesar jantungnya berdetak lebih kencang.

"KIM DAHYUN! " Teriak Chaeyoung lalu menghampiri tubuh Dahyun yang sudah tergeletak bersimbah darah dikepalanya.

Chaeyoung menepuk pelan pipi sahabatnya itu seraya merapalkan kata bangun bangun bangun, airmatanya menetes terus menerus tanpa henti.

Ia menyesal, seharusnya kemarin Chaeyoung tidak menuruti perkataan Dahyun.

Dahyun memperhatikan itu semua, bersama si pria misterius dibelakangnya. Rasanya menyakitkan melihat Chaeyoung harus mengalami kesusahan lagi karena dia.

"Ini... Rasanya mati? " gumam Dahyun kosong.

"Yah... Sepertinya kau sangat sedih" ucap pria itu santai

Dahyun hanya diam menanggapi ocehan si pria, karena ia sendiri muak dengan pria yang entah apa asal-usulnya.

"Tenang saja, kau belum mati bodoh! Kau masih berada diambang hidup atau mati" seolah tahu apa pikiran Dahyun, pria itu memberitahu yang sebenarnya kepada Dahyun.

"Maksudmu? " Dahyun membalikkan badannya lalu menatap tepat pada kedua mata sang pria.

"Koma" jawabnya singkat

Dahyun membulatkan matanya, oh tidak! Entah apa yang dipikirkan Dahyun sekarang. Ia hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam dan diam.

"Ba-bagaimana caranya aku hidup kembali?" tanya Dahyun tiba-tiba.

Pria itu hanya diam tak menanggapai Dahyun. Ia menatap Dahyun dengan pandangan yang sulit diartikan, kemudian ia meninggalkan Dahyun disana sendiri.

"Tinggal jawab tidak tahu saja apa susahnya sih!" kesal Dahyun

Dahyun menghampiri Chaeyoung yang sedang menangisi tubuhnya, ia mencoba menggapai Chaeyoung dan ingin berkata 'Ini semua pasti akan berlalu'.

Tapi itu semua hanya angan-angannya semata. Dahyun menatap sendu kepada Chaeyoung, harusnya ia tidak seperti ini!

"Chaeyoung-ah" lirih Dahyun, tapi percuma. Sekeras apapun ia memanggil Chaeyoung, Chaeyoung tak akan pernah berbalik ataupun mengetahui dimana Dahyun saat ini.

Dahyun masih berdiri disebelah Chaeyoung. Ia hanya melakukan apa yang dilakukannya sedari tadi hingga para guru datang dan membawa raga Dahyun ke rumah sakit.

Beberapa menit kemudian kerumunan siswa itu mulai pergi perlahan, sedangkan Chaeyoung sudah pergi dari tadi mengikuti badan Dahyun yang dibawa pergi.

Ketika semua orang pergi, hanya satu orang yang masih berdiri didepan tempat kejadian.

"Kau melakukan kesalahan" ucapnya tiba-tiba.

Dahyun menoleh dengan cepat lalu menatap orang itu dengan tatapan tak percaya.

"K-kau—"

"Seharusnya kau tidak usah penasaran dengan pria itu" potongnya

Dahyun hanya diam.

"Kau tahu?—" orang itu mulai menoleh lalu menatap Dahyun dengan tajam.

"—Kau tidak akan bisa kembali sampai kebutuhan si pria itu terpenuhi" sambungnya

Dahyun membulatkan matanya lebar

"A-apa maksudmu?! " pekik Dahyun

"Well, dia memiliki urusan masa lalu yang tidak terselesaikan denganmu" jawabnya acuh

Kemudian orang itu pun mulai pergi menjauhi Dahyun.

"Aku sarankan, lebih baik kau mengecek perpustakaan jika kau ingin tahu lebih tentangnya" ucapnya lagi

"Tidak bisakah kau memberi tahuku langsung? " tanya Dahyun

"Aku adalah orang yang menyukai teka-teki—" orang itu berbalik lalu menatap Dahyun lagi.

"—Bukankah, sebuah permainan tidak akan seru jika tidak memiliki sebuah teka-teki? " tanyanya sambil menyeringai.

Ternyata dia dan si sialan itu sama gila nya! Batin Dahyun berseru memaki.

"Seharusnya kau berterimakasih kepadaku karena telah memberikanmu sebuah petunjuk" desisnya tajam

"Aku tidak perlu berterimakasih kepada seseorang yang membuat hidupku semakin sulit" jawab Dahyun tak kalah tajam.

"Ya... Terserah kau saja, ku peringati ini. Berhati-hatilah kepadanya, jangan sekali-kali kau membuatnya kesal atau kau tidak akan bisa kembali" ucapnya pelan lalu meninggalkan Dahyun sendirian

TBC

Hyunggg maapkeun aku karena telat up, because aku sibuk tugas.
:D

Yeon minta maaf, sebenernya Yeon mau double update. Tapi beberapa menit setelah bikin chapt 4
Chap 4 nya ngilang😭😭😭😭😭😭

Mana bikinnya 700 word lebih 😭😭😭🙏

Serius, sakit hati banget ini hyung

[ O2. ] PianoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang