26. Stronger

7.8K 857 39
                                    

Lisa mengerjapkan matanya perlahan, perasaan bingung kini menghampirinya. Dimanakah dirinya berada? Dan kenapa lampunya terang sekali.

"Hahh..."

Tunggu, ada yang aneh. Lisa mengangkat tangannya dan memegang mulutnya, namun ternyata terhalang sesuatu.

"Sayang, kau bangun?"

Alis gadis itu terlihat menaik bingung, dan benar saja saat ia menolehkan kepalanya ia pun mendapati sosok sang ibu yang menatapnya dengan wajah berurai air mata.

"Eomma..."

Setelah mengatakan itu, Lisa merasa suara yang ia keluarkan sangat kecil.

"Sshh~"

Minyoung terlihat panik saat Lisa tiba-tiba meringis dan memegangi kepalanya, Shin hyuk yang baru tiba di buat heran.

"Yeobo, wae?"

"Cepat panggilkan Dokter!"

*

*

*

*

"Bagaimana Jongki-ah?,"

Song Jongki mengecek mata Lisa menggunakan senter kecil, Shin hyuk dan Minyoung terlihat berdiri khawatir tak jauh darinya.

"Gwaenchana, siang ini kondisinya mulai membaik. Nafasnya mulai teratur, dan aku akan mencopot masker oksigennya."

Minyoung menghela nafas lega, Shin hyuk tersenyum dan menggenggam erat tangan istrinya itu.

"Mungkin beberapa jam kedepan Lisa akan bangun, aku memberikan obat tidur dosis rendah agar dia bisa istirahat"

Jongki menyuntikan cairan pada kabel infus, setelahnya ia pamit dan mendapat anggukan juga ucapan trimakasih dari kakak sepupunya.

Setelah kepergian Dokter, Minyoung mendekati ranjang Lisa kemudian mengusap sayang kepala gadis itu. Shin hyuk ikut mendekat, dan ia mengecup kilas hidung bangir Lisa.

Klek~

Jisoo muncul dengan senyuman kecil di wajahnya, dengan perlahan ia menutup pintu kembali.

"Dia belum bangun?,"

Jisoo bertanya saat sudah sampai di hadapan ibunya, namun sekejap ia mengalihkan tatapannya pada Lisa yang membuat Jisoo mengernyit heran.

"Sudah di lepas?,"

"Sudah, Dokter mengatakan Lisa sudah tidak membutuhkannya lagi."

Jisoo mengangguk, tangan halusnya mengusap pipi Lisa. Ia baru saja kembali dari berkeliling, ia bukan bosan tapi ia sedang memikirkan sesuatu yang entah apa.

Malam tadi, ia begitu takut juga cemas. Adiknya begitu lemah dan beruntung tidak telat di tangani, Jisoo bahkan melihat sendiri bagaimana Lisa kesulitan bernafas dengan dada tersentak kasar.

Ia bahkan tak tidur semalaman hanya untuk menunggui Lisa yang juga terserang demam, Wendy ikut pulang saat orangtuanya pulang setelah menjenguk Lisa.

Dan pagi sekali ibunya tiba, juga mengatakan jika Jennie harus menunggui Chaeyoung yang selamam tak sadarkan diri.

"Jisoo-ya, kami akan ke ruangan Jongki untuk menanyakan sesuatu. Kau tunggui Lisa, kami hanya sebentar"

"Arasseo, Appa."

Jisoo mendudukan tubuhnya di kursi samping ranjang Lisa, tangannya tergerak untuk menggenggam jemari kurus dan dingin adiknya itu.

Tanpa sadar air matanya menitik, rasa sesak dan marah juga sakit yang tiba-tiba hadir membuatnya tak bisa bernafas dengan benar.

Night Sky. ✔ [SEGERA TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang