29. Shock

8K 839 68
                                    

Lisa tertidur pada bahu Jisoo, dan Jisoo membiarkannya.
Jennie dan Chaeyoung juga terlihat tertidur di bangku tengah.

Helaan nafas teratur Lisa membuat gadis berbibir hati itu tersenyum tipis, dengan hati-hati ia menyelipkan rambut Lisa pada telinganya agar ia bisa leluasa memperhatikan wajahnya yang begitu polos saat tertidur.

"Kau anak yang baik Lisa-ya."

Jisoo menyandarkan kepalanya pada kepala Lisa, mulai memejamkan mata karena kantuk juga mulai menyapanya.

*****************

Lisa membuka matanya dan menyipit bingung, Jisoo menguap kecil kemudian mengusap pipi Lisa sehingga gadis itu menatapnya.

"Ayo turun, kita sudah sampai"

"Benarkah?,"

Lisa kini yang menguap, setelah pintu  mobil terbuka ia pun segera turun. Dan saat keluar dari mobil gadis itu mendadak merinding karena angin berhembus dan terasa dingin.

Chaeyoung mengejutkan Lisa karena tiba-tiba memeluknya.

"Mian, sebaiknya kita masuk. Udara cukup dingin,"

Lisa mengangguk dan membiarkan kakak keduanya itu merangkul lengannya dan menyeretnya masuk.

Setelah dari pemakaman mereka bermain ke pantai sebentar lalu berbelanja dan mampir ke Restoran, hingga mereka baru pulang menjelang malam hari.

Klek~

Jisoo menepuk lengan Jennie yang sedari tadi menempel padanya, namun adiknya itu seolah tak peduli dan semakin mengeratkannya juga matanya ternyata terpejam sejak turun dari mobil tadi.

Jisoo membiarkannya dan membawanya masuk ke kamarnya, saat ingin mendekati ranjang bibir gadis itu tersenyum kecil. Ia urungkan menuju ranjangnya dan kembali berjalan menuju kamar mandi.

Jennie terlihat meringis saat telapak kakinya terasa kedinginan, namun meski begitu ia tak juga membuka matanya.

Jisoo melepas perlahan tautan tangan mereka yang membuat adiknya merengut.

"Eonnie..."

Jisoo menutup bibirnya rapat-rapat agar tidak tertawa, oh lihatlah betapa menggemaskannya seorang Jennie yang terkenal galak dan dingin itu.

"Buka matamu."

"Shireo, aku sangat mengantuk. Kemarikan tanganmu Eon..."

Bukannya mengulurkan tangan, Jisoo malah mengusapkan tangannya yang sudah di basahi itu pada wajah Jennie.

"Bangun!"

"Eonnie dingin!"

Jisoo tertawa, dan Jennie kini sudah membuka matanya juga menatap tajam kakak menyebalkannya itu.

"Salah siapa mengikutiku, kekeke."

Karena kepalang tanggung, Jennie meskipun malas kini mulai mendekati Jisoo dan ikut mencuci wajahnya. Malam ini ia berniat tidur bersama kakaknya, entah ada angin apa yang jelas ia butuh teman tidur.

Sementara itu di kamar lainnya, Chaeyoung dan Lisa terlihat sudah mendengkur dengan tubuh yang sama-sama tertelungkup pada ranjang.

Dan mereka belum mengganti pakaiannya.

Hingga beberapa menit berjalan Lisa terlihat bergerak-gerak tak nyaman, dan benar saja tak berapa lama ia pun membuka matanya.

Menguap kecil saat sudah beranjak, ia membiarkan kakaknya dan segera menuju kamar mandi. Gadis berponi abadi itu kebelet, maka dengan terpaksa harus bangun. Jika tidak, maka kasur kesayangannya akan basah esok harinya.

Night Sky. ✔ [SEGERA TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang