Part 25 ~• Gergaji #4 • ~

39 5 0
                                    

Walau kutahu tak semudah itu
Tapi coba sekali lagi bayangkan aku.

- Maliq & D'Essentials [Himalaya] -

- Maliq & D'Essentials [Himalaya] -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jakarta, 19 April 2019.

Kali ini lapangan utama mulai dipenuhi oleh beberapa penonton yang ingin menyaksikan penampilan guest star sebagai acara penutup. Hari ini merupakan hari terakhir event Gergaji berlangsung. Setelah membaca doa sebelum memulai acara penutupan, Aji sempat mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia karena sudah bekerja dengan baik. Setelahnya, ketua OSIS itu mempersilakan seluruh panitia untuk memulai acara puncak yang paling ditunggu-tunggu.

"Aji!" panggil Dara sebelum sosok yang paling sibuk di antara panitia lain itu keluar dari ruang panitia.

"Kenapa, Ra?"

"Roro ke mana, ya? Gue belum ketemu dia dari kemarin, dia sakit?"

Aji menggaruk kulit kepalanya, kemudian meringis. "Dia mengundurkan diri dari panitia Gergaji kemarin."

"Hah? Kok dia nggak ngabarin gue?"

"Jangankan lo, Ra. Genta juga nggak dikabarin," Aji menatap Dara jeri, lantas memilih segera meninggalkan percakapan karena masih banyak yang harus ia tangani.

Selepas kepergian Aji barusan, Dara hanya menatap punggung laki-laki itu yang perlahan menghilang setelah keluar dari ruang panitia.

Selepas kepergian Aji barusan, Dara hanya menatap punggung laki-laki itu yang perlahan menghilang setelah keluar dari ruang panitia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Panggung cukup megah yang berdiri di tengah lapangan utama menjadi fokus seluruh pengunjung event Gergaji malam ini. Aji selaku ketua OSIS yang juga berperan sebagai ketua pelaksana event, naik ke atas panggung setelah panggilan dari MC untuk memulai acara penutupan.

Riuh rendah penonton yang datang dari berbagai kalangan seluruhnya membaur, entah bertujuan untuk menonton final perhelatan Gergaji yang seharian telah selesai digelar atau sengaja datang hanya untuk menonton Maliq & D'Essentials dan Kunto Aji. Setelah tahu Aji telah tiba di atas panggung, riuh rendah yang tercipta mendadak senyap, seluruhnya berinisiatif untuk mendengarkan pidato penutupan dari ketua pelaksana.

Dear Aksara [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang