Kegiatan menyebalkan untuk Eomma

869 111 15
                                    

Jika boleh jujur, Irene sangat sebal jika Sehun tengah melakukan pekerjaan ini. Atau bisa dibilang kegemaran ini.

Sebenarnya Irene tidak masalah mengenai kegemaran suami tercintanya. Karena Irene tahu, Sehun  melakukan kegemarannya untuk melepas penat pekerjaan dan lagipula Sehun tidak sering hingga yang setiap hari melakukan kegemarannya ini.

Irene pun tidak pernah mempermasalahkannya, hingga saat ini.

Irene sebal dan mendumel dalam hati merutuki kegemaran sang suami.

Karena pasalnya, kegemaran yang tengah dilakukan oleh sang suami ini membuat Irene tidak dipedulikan.

Bukan sekedar oleh Sehun saja, tetapi juga kedua anaknya bahkan putri kecilnya.

Bagaimana bisa, ketiga manusia yang disayangnya itu asyik selama sejam lebih dan tidak mempedulikannya sama sekali.

Sehun yang asyik memainkan game atau lebih tepatnya mengikuti pertandingan salah satu game di tim esport, dimana sang suami menjadi salah satu pemegang sahamnya. Sementara Jihyuk yang duduk di pangkuan sang Appa nampak fokus dan antusias sekali menyaksikan 'pertarungan' yang tengah terjadi.

Dan putri kecilnya yang nyaman di gendongan sang Appa, bersandar dengan nyaman di dada bidang sang Appa dengan mulut yang asyik menikmati kempeng.

Sungguh pemandangan yang indah sebenarnya jika tidak mengingat mereka bertiga yang tidak mempedulikannya.

"Hah" Irene menghembuskan nafasnya dan beranjak dari duduknya karena merasa bosan tanpa melakukan apapun, hanya memandang tiga orang terkasihnya tersebut.

Merasa lebih baik memanfaatkan waktunya untuk hal yang lebih bermanfaat, dan mengingat resep cake dari Wendy yang belum dicobanya, serta untuk meredakan rasa sebal karena tidak dipedulikan, Irene memutuskan untuk menuju ke dapur.

Bahkan hanya putri kecilnya yang memandang polos dirinya saat beranjak menuju ke dapur sementara dua laki-laki kesayangannya itu tetap terfokus ke layar laptop.

💖

Setelah kurang lebih menghabiskan waktu selama 45 menit untuk membuat adonan kue termasuk waktu tunggu untuk adonan mengembang, Irene segera memasukkan loyang yang berisi adonan itu ke oven.

Menutup oven, dan menyetel waktu memanggang.

Selagi menunggu Irene membuka aplikasi chatting di ponselnya dari memeriksa ruang obrolan grup kelas Jihyuk, ruang obrolan red velvet, hingga beberapa chat dari teman serta kerabat.

Irene meraih gelas jus semangka, meminumnya sebelum mengetikkan pesan di ruang obrolan red velvet mengomentari gambar yang dikirim Seulgi, sebuah lukisan karya Seulgi dengan Putranya -kegiatan yang dilakukan oleh Seulgi di hari minggu ini-

Melihat gambar yang dikirim Seulgi, dimana dalam foto selca yang diambil oleh Seulgi nampak Putranya yang dengan jahil mencoret pipi sang Appa -suami dari Seulgi- membuat Irene mengingat kegiatan menyebalkan yang tengah dilakukan oleh sang suami.

Bunyi ting dari oven, menandakan bahwa cake telah selesai di panggang, membuat Irene segera meletakkan ponselnya dan mengambil cake yang terpanggang dengan sempurna.

Irene memandang penuh rasa puas melihat betapa cantiknya cake buatannya, sebelum memotong cakenya.

Senyum Irene kian lebar saat rasa manis dari cake buatannya terasa pas.

Irene segera mengambil ponselnya, memotretnya dan mengirimkannya di ruang obrolan Red Velvet meengakibatkan dibanjiri balasan dari Joy dan Yeri yang menginginkan Irene untuk membuatkan mereka lain waktu, Wendy yang menanyakan 'keberhasilan' masakan Irene serta Seulgi yang menanyakan resepnya.

Oh Family [ON HOLD]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang