Seminggu pun berlaku, cuaca di Seoul menjadi semakin dingin ditambah hari ini merupakan hari penting.
luka yeri juga sudah membaik, toh yang lukanya tidak terlalu dalam
"Ughh yatuhan apakah aku harus pindah negara? aku bersumpah ini sangat dingin" Rose memeluk tubuhnya
Cklek
Pintu rumah terbuka memperlihatkan Seulgi yang mengenakan baju dokternya
"ASTAGA AKU LELAH" Seulgi berteriak dengan nada tidak santai membuat jina yang sedang duduk di sofa tersedak teh
"Uhuk! Uhuk! hei seulgi ada apa dengan mu ha?" Jina
"Oh ayolah bibi, jumlah pasien operasi hari ini meningkat, aku lelah sungguh" Seulgi jalan tergopoh kedalam kamarnya yang kebetulan bersebelahan dengan kamar Jennie
Jennie keluar dari kamar melihat unnie nya yang sepertinya kelebihan beraktivitas
"Ommo! Eonnie lepas dulu jas dokter mu eoh" Jennie
"Biarlah dia beristirahat jen, mungkin dia habis menembus dosa" Irene datang dengan diikuti Yeri dibelakangnya
"dosa bagaimana?" Jennie
"dia sudah cukup memiliki banyak dosa, mengobati pasien bukan hal yang buruk untuk menembusnya pfft bahahahah" Irene tertawa garing
"Eonnie!! Aku duluan yang minta kenapa dia yang duluan dapat eoh?!" Rose protes pada Wendy
"Siapa suruh kau tidak mengambil nya daritadi wlee" Lisa menjulurkan lidahnya
Tepat sekali mereka sedang merebutkan coklat panas buatan Wendy
"Mengalah sesekali rosie, sekarang akan ku buatkan lagi" Wendy
"Kau coklat panas saja direbutkan apalagi yang lain" Joy datang bersama Jisoo
"Suka suka ku." Rose
"Dasar anak kecil" Joy
"Yak! Kau bermain game sampai lupa waktu itu apakah kau juga tidak disebut anak kecil hah?" Jisoo menjitak Joy
"Jangan buka kartu." Joy
"Yeri-ah, lukamu sudah membaik? " Jina
"Sudah bi, hanya tinggal menunggu bekas lukanya hilang"
"Ekhm, bukan kah 3 jam lagi kita harus menghadiri persidangan?" Jennie
"Jangan bilang kita hanya menonton, itu sangat membosankan" Wendy
"Tapi aku belum tau dimana persidangan nya" Yeri polos
"Manweol memberi tau persidangan itu akan diadakan di 'Kejaksaan Han Seoul' " Irene menatap Joy
"Hah?! Uhuk uhuk!! apa katamu?!" Joy yang duduk disamping Lisa dan Rose tersedak ludahnya sendiri saking kagetnya
"yang minum kita berdua, yang tersedak joy eonnie." Lisa 2020
Tak heran, 'Kejaksaan Han Seoul' merupakan tempat Joy bekerja
"ah sudah, kalian istirahat saja dulu mumpung masih ada waktu yang tersisa, aku khawatir kalian kelelahan" Jina beranjak
-
Btw Seulgi udah tidur daritadi, cape dia lur abis nebus dosa.
Pukul 14:30 KST
sebagian dari mereka sudah rapi dengan pakaiannya masing masing, namun ada saja contohnya seperti Maknae line yang masih sibuk memakai make up"Sudah selesai belum? 30 menit lagi persidangan nya dimulai" Irene
"Sebentar eonnie" Yeri
Joy yang sedang memakai liptint pada bibirnya merasa ada yang janggal.
"Huh?" Ia meletakkan liptint nya lalu memperhatikan saudara nya satu per satu
"Ada apa joy?" Jisoo bertanya
"Hmm satu dua tiga.. " Joy nampak menghitung satu persatu saudaranya
"ada yang tertinggal" Joy
"Mwo?" Jennie
Joy mendelikan matanya ia lupa akan satu hal
"YAK SEULGI UNNIE MASIH BELUM BANGUN EOH?!" Joy
--
14:50 KST
you got me feeling like psycho psycho~
nada dering ponsel Irene berbunyi menandakan telfon masuk
"Halo? ah manweol shi maaf kan aku mungkin agak telat"
--
"ah begitukah? huh untung saja, kalau begitu aku tutup telfonnya" Irene
"apa katanya?" Rose
"Untung lah jam nya diundur 30 menit lagi, Seulgi sudah bangun?" Irene
"Sudah unnie, dia sedang bersiap siap" Wendy
-
Kejaksaan Han Seoul.
aura tegang menyelimuti atmosfer ruangan pengadilan itu, disanalah black velvet berada dengan manweol dan pengacaranya, tak lupa dengan joon ki yang berstatus sebagai tahanan
berbagai pembelaan terjadi, entah itu dari pihak manweol dan black velvet atau dari pihak joon ki
Mulai dari kejahatan joon ki pada keluarga manweol di masa lalu dan yang lebih membuat black velvet terkejut adalah beberapa kasus penipuan perusahaan besar yang joon ki lakukan.
Joy dibuat menganga dengan kasus satu ini
'Lain kali kenapa aku tidak menangani kasus seperti ini, bukankah menyenangkan ' batin joy
Beberapa menit terjadi keheningan, semua pihak mengucapkan doa dalam hatinya menunggu keputusan sangat Hakim.
Hakim mulai membuka suara
"Sidang hari ini dimenangkan oleh pihak Jang Man Weol dan pihak Joon Ki dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun."
Hakim lalu mengetokkan pak lurah hukumnya sebanyak 3 kali lalu beranjak.
tok
tok
tok
semua pihak bangun dari tempatnya.
Begitupun Black Velvet dan Manweol yang berpeluk dengan rasa bahagia dan harus yang tercampur menjadi satu
"Tak kusangka kita akan berhasil" Irene tersenyum
"Selama kita bekerja sama aku jamin kita pasti bisa" Man Weol ikut tersenyum
beda dengan joon ki yang menunjukkan ekspresi kebalikannya.
semua pun keluar dari ruang sidang begitupun joon ki yang dibawa ke tahanan.
--
TBC
ini belum end ya men masih ada lagi satu part dan ekstra part lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect of BlackVelvet ✔
Fanfictiongabut kan? baca ini - typo bertebaran ⚠️ - Hanya kisah BlackVelvet hasil khayalan author semata Hidup itu rumit, kejam, dan berat. Maka jagalah orang orang yang kamu sayang. Layaknya BlackVelvet 9 wanita yang tetap terikat walau sebesar apapun masa...