Haiii, semuanya!!
Apa kabar??By the way, untuk cover Fake Cupu, saya ganti lagi, ya. Maaf kalau itu sedikit mengganggu kalian. Tapi, saya emang kayak gitu. Suka gonta-ganti cover, gak tahu juga kenapa.
Oh, iya. Kalau dari kalian ada yang suka / bisa bikin cover, jangan lupa komen, ya.
__
Yaudah, sekarang kalian lanjut baca aja, dan semoga suka^^
Typo bertebaran, mohon dimaklum🙏🙏
Happy Reading :)
***
Cobalah untuk memberi sikap perhatian yang sewajarnya, karena terkadang orang sering kali menyalahartikan yang berakhir dengan perasaan bingung.🍂🍂
"Makasih," ucap Geby saat Kenneth membawakan sebuah botol minuman untuknya dan juga Rere.
"Iya, sama-sama."
Geby menghela napas panjang sambil mengusap-usap botol minumannya. Masalah keluarganya tak bisa ia buang dari pikirannya, meskipun sejenak. Tiba-tiba Geby merasakan senggolan kecil di lengannya, membuatnya segera menoleh. Ternyata Rere.
"Lo kenapa?" tanya Rere dengan wajah khawatir.
Geby hanya menggeleng lemah. "Gak papa," jawabnya.
Rere memicingkan matanya curiga. "Gue lihat lo murung terus sejak kemarin. Gak mungkin kalau lo gak ada masalah, By."
"Lo bisa cerita sama gue kalau lo mau," lanjut Rere menawarkan.
"Enggak papa, Re. Ini cuma masalah kecil, kok."
"Lo yakin?" tanya Rere memastikan.
"Iya, Re." Geby tersenyum merekah, berharap itu bisa meyakinkan Rere. Dan benar saja, Rere menganggukkan kepalanya mengerti, meskipun Geby bisa melihat bahwa Rere merasa sedikit curiga dengan jawabannya.
Geby segera mengambil botol minumannya saat matanya tak sengaja bertemu dengan mata Kenneth yang berada di depannya. Tiba-tiba saja, Geby merasakan gugup yang luar biasa saat melihat Kenneth mengangkat alisnya. Saking gugupnya, tangan Geby tiba-tiba saja merasa lemas saat akan membuka tutup botol itu.
"Susah banget, sih!" pekik Geby pelan, mencoba memutar kembali tutup botolnya. Namun nihil, tutupnya tetap tidak mau terbuka, membuat tangannya terasa sakit.
Geby mengangkat kepalanya saat tiba-tiba saja seseorang mengambil botol minumannya cepat, tapi itu bukan Kenneth. Sadar akan siapa yang mengambilnya, tangannya bersiap untuk mengambil botol minumannya kembali dari tangan Reza. Namun telat, tutup botolnya sudah terbuka.
"Ini," kata Reza sambil memberikan botol minuman itu di depan Geby.
Geby tersenyum canggung dan tangannya perlahan terangkat untuk mengambilnya. Geby menatap bingung saat di tangannya sudah terdapat botol minuman lain sebelum ia mengambilnya dari Reza.
"Ambil punya aku aja!" seru Kenneth saat Geby malah menatapnya kesal.
"Maaf," kata Geby yang merasa tidak enak dengan Reza.
"Gak papa," balas Reza sambil tersenyum.
Geby diam membeku di tempatnya. Senyuman Reza, itu sangat mirip sekali dengan Gino. Jantungnya berpacu cepat saat melihat Reza tersenyum, bukankah Reza tersenyum untuknya? Geby menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh menatap Reza terlalu lama, itu hanya akan mengingatkannya pada Gino.

KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE CUPU [New Version - On Going]
Roman pour Adolescents"Kalau kamu beneran serius sama aku, kamu mau, kan, pura-pura jadi cupu di sekolah baru kamu? Aku gak mau ada cowok yang tertarik sama kamu, aku takut kamu ninggalin aku." - Gino "Karena aku lakuin ini demi bukti keseriusanku sama seseorang yang tak...