2. Aphrodisiac

1.6K 159 11
                                    

Teramat kacau setelah Kim Aera bersusah payah membenahi dirinya yang habis dimangsa bodyguardnya sendiri. Sialan memang. Tetapi bodohnya wanita itu menikmati. Dan menemukan fakta jika Taehyung saat ini tengah tersenyum remeh, adalah hal yang paling Aera benci.

Wajahnya merah, pakaian begitu berantakan serta rambut Taehyung juga tak kalah berantakannya. Setelah usai menyiksa Aera dengan jari-jari indahnya, Taehyung sungguh menginginkan kegilaan yang lebih lagi. Dia menyadari mungkin Aera sama kacaunya. Dengan itu, Taehyung menyimpulkan bahwa sang Nona berusaha melarikan diri atau sebaliknya?

"Tidak buruk kan? Hanya dengan jariku kau orgasme dua kali, Nona."

"Tutup mulutmu, berengsek!" maki Aera geram. "Aku kemari sama sekali tidak menginginkan ini terjadi!"

"Oh, benarkah? Kenapa kau menikmatinya? Sudah bisa mengakui kalau aku adalah pria terbaik yang memuaskan milikmu?" Taehyung berkata seraya menyunggingkan senyuman asimetris, menyebalkan dan terkesan dingin.

Aera membenci semua ini. Sangat kacau dan benar-benar ingin melarikan diri. Namun, tenaganya terkuras. Dirinya lemah dan betapa ia saat ini hanya membutuhkan bantal dan berbaring di kasur yang empuk.

Seandainya Taehyung mau meminjamkan kamarnya. Tetapi, mengingat pria ini mesum dan bahaya. Aera terpaksa mengurungkan niatnya. Pergi dari tempat ini adalah jalan satu-satunya yang terbaik.

"Oke, sekarang aku tahu siapa kau sebenarnya. Taehyung, apa tujuanmu bekerja denganku? Kau pria kaya. Jangan menyulitkanku."

"Bersenang-senang. Itu tujuan utamaku."

"Apa?!" Aera nyaris berteriak marah mendengar jawaban enteng, Taehyung. "Maka silakan angkat kaki dan keluar dari rumahku. Aku tidak berniat bersenang-senang. Yang aku inginkan hanya saham. Aku bukan wanita menyedihkan yang membutuhkan cinta dan pengalaman seks."

Taehyung tertawa. Kali ini tawa sarkas yang semakin mengundang amarah Aera muncul. Pun tawanya berhenti dan menatap mata Aera. Lebih serius, seperti ada sesuatu lain yang hendak Taehyung sampaikan.

"Kalau begitu, ayo menikah. Aku akan memberikan semua yang kau mau. Asalkan setiap malam yang aku butuhkan, kau dan kasur."

Tawaran menggiurkan. Aera tidak langsung berkata, ya. Well, dia memang wanita yang gila. Mengejar apa pun. Dan menurutnya Taehyung adalah salah satu yang wajib diterima. Mungkin dia akan memikirkannya. Sayang, Min Yoongi lebih memiliki banyak keuntungan yang ditawarkan. Bukan hanya saham dan harta.

Aera tidak hanya menyukai uang. Dan Yoongi memberikan sesuatu yang menjanjikan untuknya. Hubungan timbal balik, setidaknya tidak ada yang dirugikan. Sedangkan bodyguardnya ini menggoyahkan hati Aera.

"Omong kosong. Kenapa aku harus menikah denganmu? Kau menipuku. Tidak harus menikah, Taehyung."

"Jadi, Nona mau tidur denganku?" Taehyung terkekeh. "Menarik. Itu mengapa aku sangat tergila-gila."

Sudah dapat ditebak, Taehyung sama persis dengan Yoongi. Sama-sama gila dan hanya mau bersenang-senang dengan tubuhnya saja. Lagi pula, Aera bukan dewi aphrodite yang indah dan menawan. Dia hanyalah wanita biasa.

Entah apa yang bisa dijelaskan, Aera malas menghadapi Taehyung. Dengan cepat ia berusaha tenang dan tak lagi kacau.

"Mau kuantar?"

"Tidak usah. Kau tahu tugasmu, aku sudah muak dan malas membahas itu sekarang." Aera menjawab dan segera melangkah pergi.

Pada detik selanjutnya, Taehyung tak berniat menghalangi langkah kaki Aera. Pria itu tentunya memikirkan sesuatu.

Sesuatu yang mampu menjerat Nonanya.

*****

Kenyataannya detik ini Aera masih kacau. Bayangan dirinya dan Taehyung memenuhi isi kepala. Terlebih ia membayangkan bagaimana urat tangan Taehyung yang begitu sempurna, memegangi sisi pinggangnya—sial kejadian pagi tadi.

Kini, mengijinkan Taehyung masuk ke dalam kamarnya adalah pilihan yang salah. Sebab, Taehyung tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Justru memutar balik keadaan begitu cepat hingga Aera tunduk di bawah kuasanya.

Nonanya yang cantik hanya pasrah, ketika Taehyung menutup kedua matanya dengan selembar kain berwarna merah. Kemudian tak diberi kesempatan lagi, selain mendesah panjang dan berucap. "Stop! Tae—aahh, it's hurt." meskipun begitu, Taehyung tidak mau berhenti.

Berulang kali Aera memaki dan mengerang, Taehyung justru mempercepat penetrasi, bergerak liar, menumbuk dari belakang seraya menutup mulut Aera dengan telapak tangannya.

"Aahhh, shit—you will only get punished." Taehyung meracau, gerakannya tak seimbang dan perlahan melemah seiring dengan Aera yang berusaha bertahan.

Ini gila.

Kegilaan mana lagi yang bisa Aera dapatkan selain bersama Taehyung? Bahwa dia sangat menikmati permainan gila ini. Darahnya berdesir, kengiluan yang ia rasa berubah nikmat.

"Tae, cepat! Selesaikan, aahhh! Fuck bodyguard sialan!"

Yang dimaki pun tetap pada kenikmatannya. Mencari-cari kenikmatan pada Aera, ini waktu yang Taehyung tunggu. Aera tak bisa bergerak, matanya tertutup dan pintu kamarnya diketuk kencang sekali.

"Sialan! Siapa yang berani menggangguku?!" Taehyung kesal, menghentak dalam dan detik itu Aera dan dirinya melebur jadi satu.

Diiringi helaan napas panjang Taehyung, beserta kecupan-kecupan yang dibubuhkan di punggung Aera. Taehyung yang semanis ini membuat Aera tak sadarkan diri. Wanita itu pun lantas mencoba menjauh. "Sudah. Ini bayaranku. Tidak ada kepentingan yang lain kan?"

Taehyung protes. "Ya! Tidak bisakah jangan langsung mengusirku? Aku bukan pria sewaan!"

"Kenakan pakaianmu cepat dan pergi dari kamarku."

"Nona, aish apa harus aku memanggil dengan sebutan itu lagi setelah semua ini terjadi?" Taehyung frustasi.

"Terserah. Tae, kumohon pergilah."

Pun akhirnya Taehyung mengalah, ia buru-buru memakai pakaiannya dan berjalan keluar, membuka pintu kamar Aera lalu melihat satu manusia menyebalkan yang meneliti penampilannya dari atas sampai ke bawah.

"Apa yang kau lihat?" tanyanya dingin. "Dan, sedang apa kau di kamar majikanmu?"

"Tanya saja sendiri." balas Taehyung kesal. "Kuperingatkan Tuan. Jaga Nona baik-baik atau aku akan merebutnya."

Taehyung pergi dengan raut wajah tak ramah. Penasaran apa yang baru terjadi, Yoongi masuk ke dalam dan melihat Aera tengah memakai baju tidur.

"Kau dan bodyguardmu?" Yoongi sengaja menggantung kalimatnya.

"Kenapa? Tidak ada larangan aku tidur dengan pria lain bukan?"

"Tapi bukan berarti aku mengijinkan kau tidur dengan dia." nadanya penuh intimidasi. "Asal gunakan pengaman. Aku tidak mau kau hamil sebelum kita menikah. Apalagi, anak pria lain."

"Aku tidak seceroboh itu, Yoongi. Jangan mengaturku. Kau kemari ingin memberikan berkas proyekmu kan?"

"Tadinya iya." jawab Yoongi malas. "Sekarang moodku hancur, jelek sekali."

"Oh, bagus. Semoga wajahmu tidak sama buruknya."

"Aera, please come on! Don't make me say it again. You know that, i crush you."

"But, i don't." Aera jengah dan duduk di sebelah Yoongi. "Seakan aku ini wanita yang kau puja? Padahal jelas sudah berapa banyak wanita yang kau coba? Berniat membodohiku?"

"Ingat, aku tidak membutuhkan cinta Tuan Min. Yang aku butuhkan—kekayaan."

"Give me more and I'll give you a fuck."

[]

LEFLAIVE ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang