part 01

16 3 0
                                    

      Kriekk....
" Omo, Ara kau menangis " ucap oppa Jimin sambil berdiri di depan pintu

" Ishhh kau ini kenapa tidak bilang-bilang dulu kalo mau masuk ku kasih tau oppa Tae!"

" Jangan begitu lahhh aku mohon! " Ucapnya memelas

" Makanya oppa tau sopan santun kan apa lagi aku ini perempuan oppa bagaiman jika..." Omongan ku terhenti

" Jika napa lanjutkan "

" Aishhh aku kesal keluar sana!" Ucapku meninju lengan oppa Jimin

" Aniya oppa hanya ingin tau kenapa adik oppa yang cantik ini menangis" sambil mengelus rambut ku

" Aniya aku hanya mengingat appa dan eomma " ucap ku mengelap air mata dipipi ku

" Oppa pulangggg...." Ucap seorang lelaki memasuki pintu

" Argghhhh Hyung mengagetkan kami" ucap oppa jimin

" Omo Jim kau apakan Ara hingga menangis" ucap oppa Tae sambil berjalan mendekati kami

" Aisssdhhh Hyung senang sekali menuduh ku " ucap oppa Jimin kesal

" Udh ah aku mau masak " ucap Ara meninggalkan dua namja yang sedang berperang mulut

" Hey oppa kalo tidak berhenti aku juga tidak akan masak untuk kalian " ucapku kesal karna mereka sangat ribut

" Aniya mianhae Ara masak lah " ucap oppa Tae dari lantai dua

" Awas kau Hyung! " Ucap Jimin menghampiri ku

" Apa ada yang bisa kukerjakan?"

" Tumben " ucap ku

" Hmmm emangnya GK boleh "

" Yakk aku tidak ngomonk kek gitu " ucap ku
" Ya udh potong ini bawang "

" Ishhh apa tidak ada yang lain selain bawang mereka membuatku menangis" ucap nya

" Oppa mau atau tidak kalo tidak mau ya sudah" ucap ku kembali mengambil bawangnya

" Eitss iya , iya jangan marah napa nanti cantiknya hilang loh nanti GK bisa jadi pacar jong-in " ucap oppa Jimin menggodaku

" Yak apaa yang kau bahas! Aku tidak suka dengan nya apapun yang terjadi" ucap ku menghempas panci dan berjalan masuk kamar

" Yakk aishhh kau marah! " Ucap oppa Jimin sambil berjalan ke arah pintu kamar ku

" Makanya " ucap oppa Tae sambil melanjutkan masakan ku

" Apaan sih malah ngina bukannya bantu kamu sehat GK sih hyung_-"

" Ouh tentu sehat lah " ucap oppa Tae
" Sudah lah ayo makan" ajaknya lembut

" Tapi bagaimana dengan Ara dia punya maagh bagaimana jika kambuh " ucap oppa Jimin khawatir

" Sudah makanlah masalah itu gampang " ucap Kaka tertua tersebut

  - Ara POV -

" Oppa seperti apa dia menjodoh kan adik nya dengan lelaki sekasar Jong-in itu mimpi apa aku semalam tuhan " ucap Ara sambil menatap kota Seoul yang tertutup salju malam itu.

   Tok...tok...

" Anyeong Ara ini Tae oppa " ucap Tae oppa dari luar

" Ouh nee sebentar " sambil membuka pintu

" Ini makan malam mu jangan lupa dihabis kan besok kau akan sekolahkan belajar lah dengan giat jangan tidur terlalu larut dan ingat satu lagi ketika tidur kamar jangan dikunci ok " ucap nya lembut

" Iya,iya ah oppa bawel " ucap ku seketika tangan Tae oppa menjewer telinga ku

" Yakkk oppa sakit " sambil mencoba melepas tangan tae oppa

" Makanya kalo di kasih tau dengar " ucap Tae oppa sambil melepas tangan nya

" Ahhh nee oppa mianhae " ucapku memegang telinga ku yang memerah

" Nee good night " sambil memegang ujung kepala ku

" Good night too oppa "

Tae oppa pun pergi aku segera menutup pintu dan makan.

- kota seoul pkl 06:60kst -

" Ara bangun " ucap Jimin oppa

" Ishhh nanti lah oppa "

" Ishhh mau jam berapa kau bangun ini sudah setengah tujuh kasian Tae Hyung nanti dia juga akan berangkat bekerja " ucapnya membuka selimut ku

" Nee aku bangun " ucap Ara malas

" Gitu donk " ucap Jimin oppa

" Cihh.. dasar oppa bantet! " Ucap ku kesal

" Ah apa kau katakan bantet " ucap Jimin balik badan. Aku pun segera menyelamatkan diri ke toilet

" Aniya oppa " ucap ku tertawa

" Dasar adik laknat " ucap nya kesal menutup pintu.

Setelah selesai mandi aku menuju dapur dan melihat kedua oppa ku sedang sibuk didapur

" Good morning oppa " ucap ku

" Nee good morning too " ucap Tae oppa lembut

" Kira tadi kamu gak akan pernah bangun " ucapnya sambil mencuci piring

" Aish oppa masih marah " ucap ku mendekati Jimin oppa

" Jangan marah lah tadi kan aku hanya bercanda " ucap ku merangkul jimin oppa

" Yak kau ini " ucap Jimin tiba-tiba memukul kepala ku

" Auuu sakit oppa " ucap ku

" Biarin sapa suruh sudah berani dengan ku " ucap nya duduk dimeja makan

" Huh apa kalian tidak bisa berhenti! " Ucap Tae oppa

" Nee oppa minhae " ucap ku

" Nee Hyung " ucap Jimin oppa sambil fokus ke makan nya

- skip disekolah-

" Ara " panggil Tae oppa tiba-tiba

" Emm ada apa? " Tanyaku

" Nanti sampai didalam kau harus jadi anak yang baik nee " sambil mengelus rambut panjang ku

" Nee oppa jangan begitu disini bagaimana jika teman-teman liat aku akan di buli oppa " ucap ku pelan

" Ah benar kah maaf kan oppa ya udh oppa pergi nee anyeong " oppa pun perlahan menjauh dan aku mulai memasuki gerbang sekolah

" Ciehhh... Anak Manja ada yah ternyata disekolah kita " ucap satu murid lelaki yang membuat ku berdiri terpatung di pintu kelas

" Ada apa kau takut dasar sialan kau ingat umurmu sekarang berapa hmmm masih saja bersikap seperti anak TK " sambil menyundul kepala ku hinggi terhempas Kedinding aku pun terduduk lemas

" Apa itu sakit? " Ucap anak itu aku hanya bisa menangis dan terduduk menunduk

" Hmmm lemah sekali " ucapnya dan pergi

" oppa help me! " Ucap ku pelan aku pun berdiri gemetar dan duduk di kursi ku

" ARA APA KAU BAIK-BAIK SAJA!" ucap alin dengan terbakar amarah

" Aniya alin aku baik-baik aja kok " ucap ku membenarkan bentuk rambut ku

" DASAR LAKI-LAKI SIALAN KAU JONG-IN" geram alin

" Sudah ah Lin lagian aku gak apa-apa kok kamu kembali aja kekelas nanti bu guru nam marah " ucap ku

" Nee aku akan kembali nanti istirahat kau tetap berada di sampingku nee "

" Nee " Alin pun pergi

wasted dayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang