Kriekk....
" Omo, Ara kau menangis " ucap oppa Jimin sambil berdiri di depan pintu" Ishhh kau ini kenapa tidak bilang-bilang dulu kalo mau masuk ku kasih tau oppa Tae!"
" Jangan begitu lahhh aku mohon! " Ucapnya memelas
" Makanya oppa tau sopan santun kan apa lagi aku ini perempuan oppa bagaiman jika..." Omongan ku terhenti
" Jika napa lanjutkan "
" Aishhh aku kesal keluar sana!" Ucapku meninju lengan oppa Jimin
" Aniya oppa hanya ingin tau kenapa adik oppa yang cantik ini menangis" sambil mengelus rambut ku
" Aniya aku hanya mengingat appa dan eomma " ucap ku mengelap air mata dipipi ku
" Oppa pulangggg...." Ucap seorang lelaki memasuki pintu
" Argghhhh Hyung mengagetkan kami" ucap oppa jimin
" Omo Jim kau apakan Ara hingga menangis" ucap oppa Tae sambil berjalan mendekati kami
" Aisssdhhh Hyung senang sekali menuduh ku " ucap oppa Jimin kesal
" Udh ah aku mau masak " ucap Ara meninggalkan dua namja yang sedang berperang mulut
" Hey oppa kalo tidak berhenti aku juga tidak akan masak untuk kalian " ucapku kesal karna mereka sangat ribut
" Aniya mianhae Ara masak lah " ucap oppa Tae dari lantai dua
" Awas kau Hyung! " Ucap Jimin menghampiri ku
" Apa ada yang bisa kukerjakan?"
" Tumben " ucap ku
" Hmmm emangnya GK boleh "
" Yakk aku tidak ngomonk kek gitu " ucap ku
" Ya udh potong ini bawang "" Ishhh apa tidak ada yang lain selain bawang mereka membuatku menangis" ucap nya
" Oppa mau atau tidak kalo tidak mau ya sudah" ucap ku kembali mengambil bawangnya
" Eitss iya , iya jangan marah napa nanti cantiknya hilang loh nanti GK bisa jadi pacar jong-in " ucap oppa Jimin menggodaku
" Yak apaa yang kau bahas! Aku tidak suka dengan nya apapun yang terjadi" ucap ku menghempas panci dan berjalan masuk kamar
" Yakk aishhh kau marah! " Ucap oppa Jimin sambil berjalan ke arah pintu kamar ku
" Makanya " ucap oppa Tae sambil melanjutkan masakan ku
" Apaan sih malah ngina bukannya bantu kamu sehat GK sih hyung_-"
" Ouh tentu sehat lah " ucap oppa Tae
" Sudah lah ayo makan" ajaknya lembut" Tapi bagaimana dengan Ara dia punya maagh bagaimana jika kambuh " ucap oppa Jimin khawatir
" Sudah makanlah masalah itu gampang " ucap Kaka tertua tersebut
- Ara POV -
" Oppa seperti apa dia menjodoh kan adik nya dengan lelaki sekasar Jong-in itu mimpi apa aku semalam tuhan " ucap Ara sambil menatap kota Seoul yang tertutup salju malam itu.
Tok...tok...
" Anyeong Ara ini Tae oppa " ucap Tae oppa dari luar
" Ouh nee sebentar " sambil membuka pintu
" Ini makan malam mu jangan lupa dihabis kan besok kau akan sekolahkan belajar lah dengan giat jangan tidur terlalu larut dan ingat satu lagi ketika tidur kamar jangan dikunci ok " ucap nya lembut
" Iya,iya ah oppa bawel " ucap ku seketika tangan Tae oppa menjewer telinga ku
" Yakkk oppa sakit " sambil mencoba melepas tangan tae oppa
" Makanya kalo di kasih tau dengar " ucap Tae oppa sambil melepas tangan nya
" Ahhh nee oppa mianhae " ucapku memegang telinga ku yang memerah
" Nee good night " sambil memegang ujung kepala ku
" Good night too oppa "
Tae oppa pun pergi aku segera menutup pintu dan makan.
- kota seoul pkl 06:60kst -
" Ara bangun " ucap Jimin oppa
" Ishhh nanti lah oppa "
" Ishhh mau jam berapa kau bangun ini sudah setengah tujuh kasian Tae Hyung nanti dia juga akan berangkat bekerja " ucapnya membuka selimut ku
" Nee aku bangun " ucap Ara malas
" Gitu donk " ucap Jimin oppa
" Cihh.. dasar oppa bantet! " Ucap ku kesal
" Ah apa kau katakan bantet " ucap Jimin balik badan. Aku pun segera menyelamatkan diri ke toilet
" Aniya oppa " ucap ku tertawa
" Dasar adik laknat " ucap nya kesal menutup pintu.
Setelah selesai mandi aku menuju dapur dan melihat kedua oppa ku sedang sibuk didapur
" Good morning oppa " ucap ku
" Nee good morning too " ucap Tae oppa lembut
" Kira tadi kamu gak akan pernah bangun " ucapnya sambil mencuci piring
" Aish oppa masih marah " ucap ku mendekati Jimin oppa
" Jangan marah lah tadi kan aku hanya bercanda " ucap ku merangkul jimin oppa
" Yak kau ini " ucap Jimin tiba-tiba memukul kepala ku
" Auuu sakit oppa " ucap ku
" Biarin sapa suruh sudah berani dengan ku " ucap nya duduk dimeja makan
" Huh apa kalian tidak bisa berhenti! " Ucap Tae oppa
" Nee oppa minhae " ucap ku
" Nee Hyung " ucap Jimin oppa sambil fokus ke makan nya
- skip disekolah-
" Ara " panggil Tae oppa tiba-tiba
" Emm ada apa? " Tanyaku
" Nanti sampai didalam kau harus jadi anak yang baik nee " sambil mengelus rambut panjang ku
" Nee oppa jangan begitu disini bagaimana jika teman-teman liat aku akan di buli oppa " ucap ku pelan
" Ah benar kah maaf kan oppa ya udh oppa pergi nee anyeong " oppa pun perlahan menjauh dan aku mulai memasuki gerbang sekolah
" Ciehhh... Anak Manja ada yah ternyata disekolah kita " ucap satu murid lelaki yang membuat ku berdiri terpatung di pintu kelas
" Ada apa kau takut dasar sialan kau ingat umurmu sekarang berapa hmmm masih saja bersikap seperti anak TK " sambil menyundul kepala ku hinggi terhempas Kedinding aku pun terduduk lemas
" Apa itu sakit? " Ucap anak itu aku hanya bisa menangis dan terduduk menunduk
" Hmmm lemah sekali " ucapnya dan pergi
" oppa help me! " Ucap ku pelan aku pun berdiri gemetar dan duduk di kursi ku
" ARA APA KAU BAIK-BAIK SAJA!" ucap alin dengan terbakar amarah
" Aniya alin aku baik-baik aja kok " ucap ku membenarkan bentuk rambut ku
" DASAR LAKI-LAKI SIALAN KAU JONG-IN" geram alin
" Sudah ah Lin lagian aku gak apa-apa kok kamu kembali aja kekelas nanti bu guru nam marah " ucap ku
" Nee aku akan kembali nanti istirahat kau tetap berada di sampingku nee "
" Nee " Alin pun pergi

KAMU SEDANG MEMBACA
wasted day
Short StorySeorang wanita miskin blasteran Eropa didapat dan diasuh karna orang tuanya hamil diluar nikah dan eomma dan appanya angkatnya meninggal dunia karena kecelakaan pesawat kini dia hanya memiliki dua orang oppa angkatnya dan satu sahabat