10. Your Happiness, JJK #1

1K 134 9
                                    

"in the name of starlight, I love you."

~♥~


"Gguk?"

"Hey, Ri?!"

Sinri tersenyum lebar melihat Jeongguk yang tengah duduk disalah satu kursi dikafe dekat kampus mereka. Sinri juga lumayan kaget waktu tiba-tiba Jeongguk menelfonnya untuk meminta tolong. Sungguh, Sinri senang bukan main karena Jeongguk menganggapnya seperti seorang teman.

"maaf ya, Gguk. Tadi ada kendala dikit dikampus. Jadi kamu harus nunggu lama gini." kata Sinri sembari menempatkan dirinya duduk dihadapan Jeongguk yang tengah memakan kue rasa stroberi dan susu pisang.

Jeongguk tersenyum singkat. "elaah santai aja Ri, gue juga baru nyampe kok."

Sinri mengangguk-anggukkan kepalanya, matanya memperhatikan bagaimana Jeongguk memanggil waiters dan menanyakan apa yang Sinri ingin makan dan minum. Setelahnya, keduanya diam hingga yang dipesankan Sinri datang.

"Gguk, aku minta maaf ya soal kejadian waktu itu. Mantan aku emang short temper."

"santai Ri, mantan lo udah nemuin gue dikampus waktu itu. Dia udah minta maaf juga. Lo juga udah, jangan minta maaf terus. Entar nggak gue maafin lo."

"ya jangan." Sinri cemberut, membuat Jeongguk tertawa. Tawa yang Sinri tak pernah lihat selama ini. "Jeongguk lo ketawa."

"lah? Kan gue juga manusia, Ri." Jeongguk tertawa lagi. Membuat Sinri takjub hingga bertepuk tangan.

"siapa yang udah bikin Jeongguknya Sinri jadi suka senyum begini eh?" Sinri mencubit pipi Jeongguk. Merasa gemas pada pria yang lebih muda darinya beberapa bulan. Setiap melihat Jeongguk, Sinri rasanya ingin mengarungi anak itu karena gemas sekali. Ditambah pipi Jeongguk yang kian menggembil setelah pertemuan tak mengenakkan itu.

Jeongguk terdiam. Memikirkan tentang penyebab ia jadi semakin sering menerbitkan senyum dan tawa. Hingga satu nama muncul dikepalanya; Kim Taehyung. Sontak, pipi Jeongguk merona.

"pipi Jeonggukie meraaaah!" girang Sinri membuat Jeongguk menarik tudung hoodienya agar menutupi wajahnya. Sinri tertawa semakin kegemasan karena Jeongguk yang tiba-tiba menjadi sangat malu-malu.

"Jeonggukieeee!" Sinri benar-benar gemas.

"malu Riiii."

Keduanya kemudian tertawa dan bersenda gurau, tidak memperdulikan sekitar; mengabaikan sepasang mata yang memperhatikan kegiatan mereka sedari tadi dengan senyum kecut.

***

Jeongguk tersenyum memandang keluar jendela mobil taxi yang ia tunggangi. Meremat tasnya dengan perasaan senang serta jantung yang tak berhenti menggebu-gebu. Jeongguk menatap kedepan dimana sebentar lagi ia akan sampai dikediaman Taehyung. Jeongguk sengaja memang tak memberi tahu Taehyung perihal kedatangannya yang mungkin secara tiba-tiba.

Ia yakin Taehyung akan senang dengan kedatangannya. Apalagi kadar kedekatan mereka setelah pulang dari rumah Nenek Taehyung seminggu yang lalu menjadi meningkat 100%. Hubungan yang semakin erat dan interaksi yang semakin intens.

Kaki jenjang Jeongguk turun dari taxi. Menyambangi pelataran rumah Taehyung setelah membayar ongkos taxi. Tak tahu kenapa, tapi Jeongguk benar-benar merasa jantungnya serasa mau copot saking senangnya.

Sampai akhirnya tangannya mengetuk pintu.

Tok tok tok.

Tak ada balasan dari dalam hingga saat ia ingin mengetuk pintu lagi, seseorang membukanya. Dan rahang Jeongguk seketika mau jatuh diteras rumah Taehyung ketika melihat siapa yang membuka pintu.

"Jeongguk?" dia tersenyum.

Senyum yang sama seperti saat mereka bertemu.

"Kak Seolji?"

Salah satu panitia maba yang mengizinkannya masuk saat ia jelas-jelas terlambat.

Mengapa dia disini?

"nyari Taehyung ya? Orangnya tadi masih dikamar mandi. Ayo Jeongguk, masuk dulu." Ajakan Seolji membuat Jeongguk tersadar akan lamunannya. Ia mengangguk dan hendak masuk namun suara seseorang menghentikannya--

"ngapain lo kesini?"

Itu suara Taehyung. Tapi kenapa nadanya berbeda. Jeongguk menengadah, melihat Taehyung berdiri dibelakang Seolji dengan wajah yang tak bersahabat. Apa lagi ini?

Ditanya begitu, Jeongguk jadi kebingungan. Dia tidak tahu harus menjawab bagaimana.

"a-aku ma--"

"mending lo pulang aja. Gue lagi sibuk, nggak mau diganggu."

Taehyung..

Jeongguk menatap Taehyung dengan wajah kaget dan sendunya. Begitu juga Seolji, dia menatap Taehyung dengan wajah yang terheran-heran, karena setaunya Taehyung dan Jeongguk itu seperti lem dan perangko yang kemana-mana selalu bersama kecuali saat kelas saja.

"Taehyung, kok kamu kayak gitu sih ke Jeongguk?" Seolji memprotes.

Taehyung menatap datar Seolji kemudian Jeongguk yang masih mematung dengan pisau tak kasat mata yang menghunus ulu hatinya berkali-kali.

"Kita lagi nugas, Seol. Kalo Jeongguk disini yang ada malah ganggu. Tugas kita nggak selesai--"

Baik Seolji dan Jeongguk menatap tak percaya. Taehyung yang selalu berkata lemah lembut dan terkenal sebagai manusia paling ramah, kini berkata dengan sebegitu kasarnya.

"--jadi Jeongguk, mending lo sekarang pulang. Lo disini juga nggak ngapa-ngapain. Nggak ada gunanya."

Sudah cukup. Jeongguk tidak kuat mendengar apa-apa lagi, tapi kenapa tubuhnya malah membeku diposisi ini. Padahal hatinya ingin ia pergi, menampar Taehyung dan mengatakan kalau Taehyung bukanlah Taehyung yang ia kenal selama ini.

Tak ada suara maupun pergerakan, hingga Taehyung bersuara lagi-

"masuk, Seol. Kita tinggalin aja dia disini, nanti juga pulang-pulang sendiri." ucap Taehyung sambil menutup pintu.

Meninggalkan Jeongguk yang kini berhadapan dengan pintu jati yang membuat hatinya perih. Air mata yang tadi ia tahan akhirnya jatuh juga. Apa salahnya? Apa yang Jeongguk lakukan? Apa dia membuat kesalahan?

Jeongguk mengangkat kakinya untuk keluar dari pelataran rumah Kim Taehyung, lelaki yang tidak suka Jeongguk menangis tapi juga lelaki yang membuatnya menangis. Oh astaga, lucu sekali kamu Kim Taehyung!

Jeongguk tertawa miris dengan dirinya saat ini. Menangis disepanjang jalan dengan ditemani hujan yang mengguyur tubuhnya. Bahkan rasanya semesta mendukung luka Jeongguk hari ini.

Taehyung yang biasanya memanjakannya, yang biasanya mengelus rambutnya, yang biasanya bertutur lemah lembut padanya serta Taehyung yang biasanya menusukkan sedotan pada susu pisangnya kini sudah tak ia temui.

Bahkan Jeongguk tak mengenali siapa orang yang membentaknya tadi.

Our Story [KTH&JJK]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang