16. A Secret? [Bridge]

1K 130 7
                                    

"you want us to against the world. But what is this?"

~♥~

"emang ya kalo orang pacaran tuh berasa dunia milik berdua, yang lain ngontrak." ucap Mingyu menyindir dua orang yang tengah duduk didepannya.

Bagaimana bisa Mingyu tidak kecut melihat dua orang tengah bercanda, gelitikan, suap-suapan lalu mengecup pipi satu sama lain secara tiba-tiba? Mingyu jadi menyesal menolak orang-orang yang kemarin mengajaknya berkencan. Harusnya ia terima salah satu untuk membantunya dalam situasi seperti ini.

"iri. Wleek." kata Jeongguk lalu memeletkan lidahnya pada Mingyu yang mendengus setelahnya.

Taehyung mengusap belakang lehernya yang tak gatal. "maaf ya Ming?"

"santailah, Kak. Eh btw, ini gue bayar kontrakan dimana?"

Celetukan Mingyu membuat ketiganya tertawa terbahak-bahak, membuat orang-orang disekitar mereka menatap iri. Iri pada Jeongguk lebih tepatnya. Memiliki kekasih yang tampan luar biasa dan sahabat yang juga tampan dan jenaka pula.

"Mingyu?" panggil Jeongguk.

Mingyu menoleh, "hm?"

"nanti mau kerumah Taehyung gue."

"kerumah Kak Taehyung mulu lo. Digrebek tetangga Kak Taehyung mampus lo."

Jeongguk cemberut, menatap kesal pada Mingyu yang bertingkah seperti Papanya. Dasar. Taehyung yang melihatnya tertawa, mengusap kepala Jeongguk sayang.

"nggak kok Ming, kalo Jeongguk nginep dirumah gue mungkin bakal digrebek."

"ngerjain Jeongguk kali, Kak. Hahahaha. Lagian demen banget lo kerumah Kak Taehyung? Dikasih apa? Pisang?"

"heh Mingyu!" Jeongguk mendelik.

"lah apa? Kan lo emang suka pisang? Susu pisang?"

"rasain nih!" Jeongguk menggeplak kepala Mingyu menggunakan tasnya, membuat Mingyu mengaduh meminta ampun. Padahal itu tidak menyakitinya sama sekali.

"udah, Gguk." lerai Taehyung tenang tapi masih menyisakan kekehan dibibirnya. Jeongguk menggembungkan pipi, kesal. "Mingyu nyebelin!"

"nggak usah sok gemes lo depan Kak Taehyung." ejek Mingyu lagi, benar-benar membuat Jeongguk kesal.

"tuhkaaan, Kak. Mingyu ngeseliiin!"

"Ming, udah." ucap Taehyung santai. Mingyu mengacungkan dua jemari tanda damai.

Fokus Taehyung kembali pada Jeongguk yang masih mencebikkan bibirnya sembari berkomat-kamit mengumpati Mingyu.

"Jeongguk, pulang sekarang ya?" ajak Taehyung.

Jeongguk mengangguk, memeletkan lidahnya pada Mingyu bermaksud mengejek.

"daaaah Mingyu jomblooo."

***

"nanti kamu mau mampir ke supermarket nggak?"

Pertanyaan itu muncul saat mobil Taehyung baru saja melesat keluar dari daerah kampus. Itu pertanyaan dari Taehyung. Jeongguk menatap bingung.

"kamu mau beli apa?"

"aku sih nggak, kamu mungkin, sayang?"

Semburat dipipi Jeongguk terlihat samar. Meski mereka sudah resmi dan Taehyung sudah sering memanggilnya sayang, tapi rasanya masih mendebarkan. Jeongguk suka debaran ini.

"Jeongguk?" panggil Taehyung lagi sembari mengusak rambut Jeongguk sayang. Menyadarkan Jeongguk dari keterdiamannya.

"hm?"

"kamu mau mampir ke supermarket nggak? Buat beli sesuatu gitu?"

"stok susu pisang masih ada dirumah kamu?"

"masih selusin, sayang. Strawberry juga masih dua kotak dikulkas."

"yaudah, nggak usah beli kak."

Taehyung mengernyitkan dahi. "nggak mau beli cemilan?"

"nggak ah, nggak mood nyemil. Nanti makin gendut aku?" Jeongguk cemberut sambil mengusap-usap perut rampingnya. Taehyung menatap kurang suka. "kamu nggak gendut, gitu."

"gendut tau, Kak."

"siapa yang bilang?"

"Mingyu."

Taehyung terkekeh, mencubit kecil pipi Jeongguk yang sumpah demi apapun menggemaskan. "tumben kamu dengerin Mingyu."

"tuh orang emang jago kalo bikin insecure."

"nggak usah didengerin, kamu nggak gendut kok sayang. Gemes gini." kata Taehyung, mencubiti pipi Jeongguk dengan pelan tapi amat sangat menunjukkan kalau ia sangat gemas. Jeongguk tertawa kecil dengan gigi kelinci yang menyembul, semakin meningkatkan kadar kegemasannya.

"sayaaaaaang Kak Taehyung!!!"

"sayang Jeonggukie juga." Taehyung mengisyaratkan Jeongguk untuk mendekat, Jeongguk mendekat kemudian Taehyung mengecup pipi tembam kekasihnya itu. Hanya sekilas, namun sangat menyenangkan.

Drrt. Drrt.

"Jeonggukie, hp Kakak kayaknya bunyi. Boleh minta tolong ambilin? Tasnya dibelakang."

"ok."

Jeongguk mengambil tas Taehyung yang berada dikursi penumpang. Setelah mendapatkannya Jeongguk mencari ponsel Taehyung, menemukannya laku memberikannya. Niatnya mengembalikan tas Taehyung kekursi penumpang, tapi satu hal yang membuat Jeongguk penasaran.

Sebuah liontin dengan bandul berbentuk hati.

Matanya menatap Taehyung yang sedang bercengkrama ditelfon. Dengan rasa penasaran yang membumbung ia melihat lebih jelas bandul itu. Tapi kemudian--

"Jeongguk." Taehyung merampasnya.

Jeongguk kaget, nada suara Taehyung terdengar mengerikan. Jeongguk menunduk, ia tahu kalau melihat tanpa seizin Taehyung adalah hal yang salah.

"maaf, Kak."

Taehyung mengangguk, mengusap pipi Jeongguk dengan telapak tangannya yang hangat. Terasa sangat menyayangi. "jangan gitu lagi, ya?"

"iya Kak, maaf."

"iya."

Jeongguk tersenyum kikuk membalas senyuman Taehyung yang tulus. Setelahnya pikiran Jeongguk berkelana. Tentang liontin itu. Matanya menatap luar jendela, membiarkan Taehyung menggenggam jemarinya.

"kenapa liontinnya keliatan nggak asing?"

Our Story [KTH&JJK]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang