part 18

534 44 1
                                    

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

"Appa" Panggil Jaemin saat melihat Siwon keluar dari mobilnya.

Siwon hari ini menjemput Jaemin ke sekolah karena Jaemin sudah beberapa hari terakhir ini Jaemin menginap di rumah Yoona.

"Jaemin ayo pulang"

"Iya appa, Jeno , Jisung aku pulang dulu"Teriak Jaemin pada kedua saudaranya yang berdiri tak jauh dari mobil appanya.

"Kamu sudah makan"? Tanya Siwon saat di perjalanan pulang.

"Belum"

"Ya sudah sebelum pulang kita makan di luar saja"

"Terserah appa apa saja"

"Oh ya sebentar lagi Jeno lulus ya, dia kuliah dimana nantik"?

"Appanya nyuruh kuliah di luar negeri, tapi dia sedikit galau gara² itu, kalau menurut appa kalau aku sudah lulus cocoknya kuliah dimana"

"Kamu baiknya di korea aja, biar selalu ada yang jagain"

"Appa aku selemah itu di mata appa, sehingga aku harus selalu di jagain"

Tiba-tiba suasana berubah menjadi sedikit sendu gara² jawaban Siwon.

"Maksud appa bukan begitu, appa hanya tidak mau kalau tiba-tiba penyakit kamu kambuh"

"Kenapa si orang yang penyakitan selalu di pandang lemah"

"Jaemin kalau memang kamu ingin kuliah di luar negeri, baiklah kita pindah saja ke New York dan kuliah di sana"Kata Siwon tersulut emosi.

"Aku tidak mau, aku tidak mau kesepian tinggal dengan appa"

"Jaemin berhentilah bersikap kekanak-kanakan, kalau kamu memang ingin di luar ayo kita pindah,  kita tidak mungkin mengajak eomma ke sana, dia sudah bahagia dengan hidupnya yang baru, dan juga sebentar lagi kau juga akan punya seorang adik, apa kau tidak malu masih bertingkah begini" Ceramah Siwon panjang lebar.

"Sudahlah appa tidak akan mengerti"

"Ayo turun kita sudah sampai di restaurantnya"

"Aku tidak lapar, kita pulang saja"

****

Setelah pulang sekolah dan mengganti bajunya Jeno menemui eomma di dapur.

"Eomma"Panggil Jeno.

"Iya sayang ada apa"?

"Aku mau bilang sesuatu"

"Mau bilang appa"?

"Sepertinya aku akan melanjutkan kuliah di Luar Negeri"

"Kamu serius? Kalau kamu tidak mau jangan di paksakan sayang."

"Aku serius eomma, kuliah kan cuma 3 tahun , lagian aku juga tidak mau di remehkan orang lain karena tidak mau berpisah dari eomma hanya sebentar"

"Kalau kamu pergi hanya karena mendengar kata² orang , eomma tidak mengizinkannya"

I want to be FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang