The Outgrowth - 01:01

2K 180 33
                                    

"Iya gak papa. Kakak tunggu di bangku taman biasa ya. Iya, Binie, iya." Yeonjun terkekeh pelan sebelum menjauhkan ponsel dari telinganya setelah sambungan terputus. Menatap gemas pada layar pipih itu yang menampakkan fotonya bersama Soobin sebagai home screen.

Soobin ada jadwal revisi hari ini, dan Yeonjun yang sedang cuti pun dengan senang hati menawarkan diri mengantar jemput kemanapun Soobin pergi. Yeonjun baru saja sampai di pelataran parkir fakultasnya untuk mengajak yang lebih muda makan siang setelah mengantarkan mobil milik Changbin pada empunya dan pulang sebentar mengambil mobil. Namun Soobin akan sedikit terlambat karena ada beberapa administrasi wisuda yang harus diurus setelah menemui dosen pembimbingnya.



"Jun? Kirain lo gak inget balikin mobil gue," canda Changbin ketika mendapati Yeonjun berdiri di depan pintu apartemennya. Setelah mengantarkan Soobin pagi itu ke kampus, Yeonjun memang berniat mampir ke apartemen Changbin untuk mengembalikan mobilnya.

Yeonjun tertawa sambil menggelengkan kepalanya, sebelum mengulurkan tangannya yang memegang kunci mobil ke Changbin. "Thanks ya, Bin."

Changbin ikut tertawa, meraih kunci mobil dari tangan Yeonjun. "Santai aja kali." Changbin lalu menyampingkan badannya untuk mempersilakan Yeonjun masuk ke apartemennya, yang dituruti oleh pemuda itu. "Masuk dulu yuk. Pas banget gue lagi nyeduh kopi."

Yeonjun duduk di sofa kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya, membalas beberapa pesan masuk di inbox dan chatroom miliknya. Tak berapa lama Changbin kembali dari dapur dengan dua gelas berisi kopi yang masih mengepul dan menyodorkan salah satunya pada Yeonjun. Yeonjun memasukkan ponselnya ke saku sebelum menerima gelas yang disodorkan Changbin sambil berucap thanks pelan.

"Gimana sama Soobin? Udah clear semua?" tanya Changbin, mengambil posisi di sebelah Yeonjun.

Yeonjun menyesap pelan kopinya sebelum mengangguk mantap. Ia menoleh pada Changbin dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya. "Udah resmi juga."

"Ya Tuhan, akhirnya." Yeonjun tergelak melihat ekspresi hiperbolis Changbin, meninju pelan lengan sahabatnya itu.

"Congrats ya, Jun. Seneng gue dengernya."

"Thanks, Bro." Yeonjun tersenyum lalu menunduk memandang gelas di genggamannya, telunjuknya sesekali mengelus bibir gelas itu. "Lama banget ya gue sadar sama perasaan gue sendiri. Padahal dari awal emang cuma ada dia."

Changbin bergumam pelan. "Kita semua udah tau, lo aja yang keras kepala."

"Dan keras kepalanya gue hampir bikin gue kehilangan Soobin."

"Tapi gak kan?" Yeonjun tersenyum miring, menggeleng pelan. "Dijagain kalo gitu. Jadiin pelajaran yang sudah-sudah."

"Pasti, Bin."

"Kalo ragu tuh nanya, bukan berasumsi sendiri. Ngerti, gak?"

"Berisik lo, ah."

"Yee, dikasih tau juga."

Yeonjun tertawa, mengibaskan tangan di depan wajahnya. "Paham. Gak usah diperjelas lagi kebodohan-kebodohan gue. Malu."

"Bisa malu juga lo Jun?"

"Sialan."

Changbin pun tertawa lalu menyesap kopinya sebentar. "Tiket pesawat kemarin hangus dong? Berapa duit tuh?"

"Cukup menguras tabungan gue." Yeonjun mendengus. Kemudian tertawa kecil, mengedikkan bahu sembari menghela napas. "Tapi gak seberapa kalo dibandingin dengan apa yang gue dapet."

YEONBIN - THE HEART WANTS WHAT IT WANTSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang