Jin tidak bodoh. Tidak bodoh untuk tidak mengetahui semuanya. Dia tahu semuanya, tahu penderitaan jimin selama ini
Tahu apa yang selalu jimin terima jika jimin pulang terlambat. Maka dari itu dia selalu memulangkan jimin lebih awal setengah jam atau satu jam saat jam bekerja
Jin sudah menawarkan agar tidak usah bekerja lagi jika itu urusan uang dia siap dan sangat siap memberinya dengan ikhlas. Tetapi jimin tidak mau, anak itu sangat keras kepala agar mendapatkan penghasilan dengan keringatnya sendiri
Dia kira jimin sudah baik-baik saja selama dua tahun belakangan ini karna dirinya begitu sibuk bolak-balik keluar kota ataupun keluar negeri
Ternyata dia salah, hatinya sakit, dadanya sesak melihat jimin begitu rapuh dibalik topeng cerianya
Melihat jimin sama saja dengan seperti melihat adiknya yang meninggal lima tahun laluKenapa dirinya begitu bodoh? Kenapa dirinya tidak pernah memeriksa keadaan yang sebenarnya lagi? Jin menyesal telah terlalu sibuk dengan pekerjaannya
Jimin bekerja di umur 10 tahun dan sudah pasti yang mengurus restoran itu adalah eommanya dikarenakan jin yang masih kuliah. Saat sudah lulus kuliah dia melihat anak remaja berumur 15 tahun yang sedang bekerja direstorannya
Jin tidak kenal dengan jimin. Seiring berjalannya waktu dia mulai berbincang-bincang atau sekedar menanyai kabar jimin walaupun mereka sering bertemu di restoran
Waktu seakan berjalan cepat dia dan jimin semakin dekat bagaikan kakak-adik. Jin yang sellau perhatian kepada jimin yang mana membuat jimin nyaman
Selalu mengantarkan berangkat sekolah ataupun pulang sekolah, jika jin sedang ada banyak waktu pulang. Tidak merasa merepotkan kok, dia merasa senang jika mengantar jimin. Walaupun jimin suka sekali menolak karna tidak enak maka jin yang akan memaksanya agar diantar olehnya ke sekolah.
Jin sedikit heran dengan tubuh jimin yang mempunyai kulit seputih susu mempunyai tanda-tanda kebiruan atau keunguan
Pernah suatu hari dia bertanya kepada jimin, bagaimana bisa banyak luka ditubuh jimin? Maka jimin akan menjawab ;
"Ah ini mungkin aku jatuh hyung hehe.."
Atau
"Tadi aku tidak sengaja terpeleset dikamar mandi.."
Jin sama sekali tidak percaya. Mana mungkin jika jatuh atau terpeleset lukanya sebanyak ini? Maka dari itu tanpa sepengetahuan jimin.. dia mengikutinya sampai rumah
Dia bercak kagum saat melihat rumah jimin yang mewah itu. Hatinya mencelos, Nyatanya didalam rumah mewah ini tidak ada kebahagiaan yang jimin dapat
Pemandangan jimin disiksa membuat sesak menjalar di dadanya. Air mata sudah tidak bisa ditahan. Mengapa orangtua bisa sejahat dan sekejam itu?
Jin mendengar ayah jimin berteriak bahwa dia pulang terlambat
Ah itu ternyata alasan kenapa jimin selalu dipukuli appanya karna jimin pulang terlambat. Jin menyesal benar-benar menyesal
Maka hari itu jin selalu memberi waktu berlebihan untuk jimin pulang. Jin menyayangi jimin seperti adik kandungnya sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
••fate🏳°
FanfictionPerlahan semua memudar. Memudar menjadi bayangan yang tidak terlihat. kesalahpahaman membuat mereka membutakan mata. membuat pertahanan dinding kokoh yang tidak dapat dicapai. membekukan hati dan memilih egonya masing-masing. kesalahan seseorang yan...