Sama halnya dengan mereka. Pria bergigi kelinci sama sekali tidak menutup matanya. Pandangannya merasa was-was
"Sampai kapan kau masih tidak mau menutup mata?"
"Hyung?"
Pria yang dipanggil hyung itu hanya berdehem sambil masuk ke dalam kamar adiknya
"Kau pulang lebih awal?" Tanya jungkook duduk dikasurnya
"Ya. Aku sudah tidak ada jadwal dirumah sakit. Seharusnya aku pulang lebih awal lagi sih tapi tadi pasien menetapku masuk rumah sakit" jawabnya
"Kenapa memangnya?" Jungkook memang manusia paling penasaran
"Parah sekali. Tubuhnya seperti habis dipukuli, dada dibagian jantungnya benar-benar terluka parah mengakibatkan jantungnya melemah seketika banyak lebam biru dibagian perut dan tubuhnya"
DEG
Entah bagaimana perasaan jungkook mulai tidak enak.
"Aa-apa dia baik-baik saja h-hyung?" tanya jungkook dengan hati ketar ketir
"Kondisinya tidak bisa dibilang baik, banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Detak jantungnya juga lemah mungkin karna pelaku yang memukulinya selalu memukul tepat di jantungnya"
sudah cukup! Jungkook tidak mau mendengar lagi. Jungkook tebak pasti itu jimin hyung-nya
"Hyung.. aku mau bertanya" ucap jungkook seraya menggigit bibirnya
"Apa?"
"Kalau kau mempunyai sahabat yang sudah kau anggap saudaramu sendiri lalu dia dengan kurang ajarnya penyebab kecelakan sahabatmu yang lain, apa yang kau lakukan?"
Hyung-nya hanya tersenyum
"Memang benar jika dia yang menyebabkannya?"
"Benar."
"Kau ada buktinya? Tidak adakah gelagat yang mencurigakan dari orang lain selain dirinya?" Tanya hyung-nya
Jungkook berfikir. Benar juga sih, dia melihat ada seseorang berpakaian serba hitam yang berdiri sedikit jauh dari mobil hoseok
Kenapa tidak terfikirkan? Kenapa dia langsung mengusulkan kalau jiminlah pelaku sebenarnya
Jungkook menunduk
"Jangan langsung berfikir jika itu sahabatmu yang berniat mencelakai sahabat mu yang lain jungkook-ah. Kau punya bukti jika dia yang melakukannya? Bagaimana jika orang lain berniat menjebak dirinya agar dia dijauhkan oleh mu dan yang lain. Apakah kau tidak berniat mencari tahu yang sebenarnya dulu baru mengangkat suara siapa yang salah dan siapa yang benar?"
Hyung-nya tersenyum tipis
"Coba tanya hati dan perasaanmu apakah benar jika sahabatmu melakukan semua itu? Apakah kau tidak merasakan bagaimana perasaan sahabat mu itu jika itu tidak benar? Apalagi kalau sahabat yang kau tuduh itu dibully lalu dipukuli dan masuk rumah sakit seperti yang aku ceritakan tadi. Apakah aku pernah mengajarkanmu mengambil tindakan jika tidak dipikirkan dengan baik-baik?"

KAMU SEDANG MEMBACA
••fate🏳°
FanficPerlahan semua memudar. Memudar menjadi bayangan yang tidak terlihat. kesalahpahaman membuat mereka membutakan mata. membuat pertahanan dinding kokoh yang tidak dapat dicapai. membekukan hati dan memilih egonya masing-masing. kesalahan seseorang yan...