ALYSYA: NGIDAM PERTAMA

1.3K 33 1
                                    

Happy Reading❤💏

Kasih mulmed yang pas!

"Kenyataan yang sangat pahit,"

***

Sudah satu bulan kedeketan Arsya dan Alysya seperti perangko sangat tidak bisa dipisah bahkan seditik saja seperti baju menempel ditubuh. Satu bulan juga Alysya tidak kedatangan tamu bulan membuatnya gusar dari kemarin bahkan ia tidak bisa tidur masih memikirkan apa benar kalau ia... hamil?

Ia tidak berani mempertanyakan soal ini ke siapapun bahkan Mamanya sendiri. Ia masih menunggu benda persegi panjang kecil ditangannya mengeluarkan hasil, "Ya tuhan... bagaimana ini? Apa benar Alysya hamil? Sudah satu bulan lebih Alysya tidak kedatangan tamu bulanan. Dan semoga saja testpeck ini menunjukan hasil negatif," berjalan kesana kemari dengan muka cemas dan berharap kalau apa yang ia pikirkan tidak akan terkabul. Semoga... tapi naas testpeck tersebut menunjukan dua garis biru. Ia... hamil.

Bak disambar petir disiang bolong tubuh cewek itu ambruk seketika melihat hasil testpeck yang menunjukan bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu tanpa... ayah?

"ARGHHH KENAPA BISA HAH?! ALYSYA BODOH! SEHARUSNYA ALYSYA LANGSUNG MINUM OBAT ITU AGAR GAK HAMIL. CEROBOOH!" pekiknya dengan menjambak rambut bruntal. Untung saja Mamanya pergi kepasar dan pembantu sudah pulang kekampung halaman.

"Kenapa ya tuhan... kenapa Alysya harus menangung beban berat ini. Kenapaa? Tuhan ambil Ayah dan Tuhan menggantikan dengan bayi biadap ini? ALYSYA GAK BUTUH BAYI HARAM INI! BAYI HARAM GAK DIUNTUNG! AMBIL AJA SELAGI DIA BELUM BERBENTUK! Alysya capek. Alysya pengen ketemu Ayah. Yah... Alysya kangen pengen jemput Ayah," lirihnya dengan air mata yang sudah membentuk sungai banyak.

"Tuhan gak adil. Tuhan ambil saja nyawa Alysya sekalian ambil nyawa bayi ini. Jangan salahkan Alysya jika tiba-tiba Alysya berpikiran untuk membunuh bayi ini," lirihnya dengan mengelus perut yang masih rata.

"Untuk apa hidup jika Alysya sengsara setiap hari. Iya sengsara setiap hari. Setiap melihat anak-anak lain yang dibesarkan dengan kasih sayang seorang Ayah sedangkan Alysya dibesarkan dengan kasih sayang Mama. Sungguh tak adil bukan? Apa tuhan sengaja mengirim Arsya untuk membantu Alysya mencari jalan keluar? Atau hanya obat peluka saja?" Menatap lantai dengan kosong bahkan pikiran dan batinnya sedang beragu argumen.

Diam beberapa saat sedikit menenangkan diri, "Apa yang harus Alysya lakukan sekarang?"

Ting!

Nengok kearah kasur setelah mendengar notif HP sebelum mengusap ingusnya yang sudah sedari tadi meler. Membuka layar HP dan menampakan foto dirinya yang tersenyum lebar sembari memeluk Mamanya dari samping. Foto itu sudah dua tahun yang lalu saat dipantai seribu.

Om pedopil

Sya?

Ya?

Are you okey?

I dont know

Okey
Gue kesana sekarang

Ha? Gak usah
Panas gini masa mau keluar rumah?
Arsya gak takut kulitnya jadi
item?

Gue cowok
Ngapain takut item
Kalau item tinggal perawatan kan..

Serah deh
Alysya capek pengen tidur

Jangan tidur dulu princess
Prince mau datang

ALYSYA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang