Jika nanti suatu saat nanti, kau harus memilih masa lalu mu atau masa depan mu, siapa yang akan kau pilih?.......
Kringggg kringgg
Suara alarm menggelegar mememnuhi ruangan berukuran 4x6 dengan warna biru muda mendominasi. Sesuatu bergerak dibalik selimut tebal bemotif lautan. Hanya sebentar, setelah itu kehening kembali menyelimuti ruangan itu."Choi Hyun Sun!!"
"CHOI HYUN SUN!"
Teriakan yang semakin membahana, membuat gadis dibalik selimut tebal itu segera beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Gadis itu adalah Choi Hyun Sun. Gadis mungil bermata bulat, bersurai hitam panjang dan berkulit putih pucat. Ia juga hanya seorang gadis remaja yang baru menginjak kelas 11 SMA di Sky Dream High School.
Sekolah SMA terpopuler di korea.Jujur saja, ini adalah hari pertamanya di tahun ke dua sekolah. Membosankan? Tidak juga. Rutinitasnya sama seperti kebanyakkan remaja pada umumnya hanya saja, satu hal yang berbeda. Ia punya club bersama teman-temannya.
Club sederhana, yang berisikan 6 remaja perempuan. Namun, bukan hanya sembarang club, club mereka sering mengadakan event amal sebagai jadwal rutinitas, makanya itu membuat club mereka berbeda dari club lainnya.
"YA!! CHOI HYUN SUN! TIDAKKAH KAMU BANGUN SEKARANG ATAU AKU AKAN MENGHUKUM MU!" teriak seorang wanita paruh baya dari arah luar ruangan itu, yang tidak lain
adalah Mama nya."Ya Mama, aku sudah bangun dari tadi!" Jawab Hyun Sun dari kamar mandi.
Sekarang, waktunya sangat sedikit. Ia harus turun dalam waktu kurang dari setengah jam jika tidak ingin, Mama nya mendobrak kamarnya. Kejadian itu bahkan sering terjadi, ia tidak ingin Mama memotong uang sakunya di hari pertama sekolahnya.
Dengan secepat mungkin, Hyun sun bersiap-siap, bahkan ia dengan asal memakai kaos kakinya. Teng! Tepat setengah jam, Hyun Sun menyelesaikan persiapannya dan turun menuju dapur.
"Morning semuanya!" Sapa Hyun Sun dengan senyum cerahnya.
"Nah, ini anaknya baru turun. Kamu tuh ya udah berapa kali Mama bilang Jangan bergadang terus. Masih juga ngeyel. Nanti kalo kamu terlambat tahu rasa kamu." Omel Mama dengan tangan yang sibuk menyiapkan makanan. Hyun Sun hanya bisa menekuk wajahnya. Bagaimana tidak, sapaannya bukan dibalas tapi malah disambut dengan omelan. Lagian, dirinya terjaga hingga dini hari juga karena sebuah tugas. Ya, tugas rahasia.
"Sudah, sudah. Pagi-pagi ribut terus kalian ini. Udah Mama gak usah ngomelin Hyun Sun lagi, ini masih pagi loh ma. Kasihan Hyun Sun, lihat wajahnya udah kayak mangga muda aja. Kamu juga Hyun Sun jangan bergadang lagi. Paham?" Ucap Papa yang berhasil menyelamatkan dirinya
dari amukan Macan.Mama yang baru saja ingin memberikan bonus khotbah langsung menutup mulutnya dengan sebal. Di dalam hati Hyun Sun, ia merasa bersyukur memiliki Papa yang tahu keadaan dirinya.
Sarapan pagi pun mulai. Ketiganya makan dengan tenang. Itu karena, di keluarga Choi tidak diperbolehkan untuk berbicara saat makan.
Berapa menit terlewati dalam keheningan hingga ketiganya menuntaskan sarapan masing-masing.
"Hyun Sun? Kamu pergi sekolah bareng Papa?" Tanya Papa sembari menatap putri semata wayangnya."Hmm, gak deh Pa. Aku bareng Hye Mi. Tadi malam udah janjian kok, tinggal nunggu anaknya datang. Palingan bentar lagi." Jawab Hyun Sun disela kegiatannya membantu Mama yang membereskan sisa
sarapan mereka."Oh bareng Hye Mi. Oke kalau gitu hati-hati ya nanti. Papa pergi duluan. Ma, Papa berangkat ya." Kata Papa
beranjak dari ruang makan.Tepat setelah Papanya pergi, sebuah mobil Porsche berwarna hijau berhenti di depan rumah Hyun Sun.
"Hyun Sun-ie, Ayoo kita berangkat." Seru seorang gadis tinggi semampai, berwajah blasteran asia-amerika, dengan mata hazel nya.
"Ma, aku pergi dulu ya." Pamit Hyun sun setelah itu mencium punggung tangan Mamanya. Perlu kalian ketahui, Hyun Sun sebenarnya blasteran Korea-Indo keluarga Papa nya adalah orang korea sedangkan keluarga Mama nya, orang Indonesia.
Sebelum menetap di korea, keluarganya terlebih dahulu tinggal di Indonesia, makanya terkadang kebiasaan seperti mencium punggung tangan orang tua masih dilakukan oleh Hyun sun.
"Iya, hati-hati. Bilangin tuh sama Hye Mi gak usah ngebut. Kalo gak, awas aja Mama ajak baku hantam nanti." Ujar Mama dengan mata yang berkilat. Hyun sun hanya menyengir membayangkan bagaimana keributan antara Mama nya dengan Hye Mi. Astaga, kekanak-kanakan memang. Namun, ya begitulah Mamanya berjiwa muda.
Hyun Sun masuk ke dalam mobil Hye Mi yang segera disusul oleh pemiliknya setelah sebelumnya pamit kepada mamanya.
"Sumpah, gila! Tahu gak. Aku telat bangun tadi." Ujar Hye Mi, membuka topik.
"Kau pikir hanya dirimu? Aku juga, spertinya kita harus menyusun ulang schedule. Aku tidak ingin bangun kesiangan dan berakhir dengan uang saku di potong Mama." Ucap Hyun Sun dengan nada kesal. Hye Mi menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan ucapan Hyun sun. Dirinya tidak ingin bangun kesiangan bukan karena takut uang saku nya dipotong melainkan, dirinya tidak ingin berenang lagi. Berenang dalam artian ia diceburkan oleh kakaknya ke swimming pool.
Keduanya menggelengkan kepala,
membayangkan hukuman mereka.Oh god, aku tidak ingin itu terjadi.
✨✨✨✨
Haii semuanya, disini aku kembali dengan cerita baru. Dan tentunya dengan genre yang baru juga.
Kali ini aku buat cerita genre nya Fanfiction.
Jujur aja, aku udah lama banget gak nulis cerita. Jadii semoga aja cerita ini, kalian suka ya...
Maaf banyak typonya.
Happy reading 😀

KAMU SEDANG MEMBACA
Remember Me: The beginning of story
FanfictionWarningg!! ini cerita Fanfinction, jdi kalo kalian gak suka, gak usah dibaca ya.... Bertahun-tahun aku mencari sosok yang bisa membuatku jatuh cinta, namun semuanya gagal. Hingga hari itu, aku melihatnya. Sebuah keajaiban yang diberikan Tuhan. Keaja...