Mereka semua menatapku dengan tatapan percaya. Pada akhirnya, Desi duduk di sampingku. Ini menghancurkan wilayah domain yang telah kududuki selama 1 tahun ini. Rasa jengkel menjalar di seluruh tubuhku. Apalagi, tanggapan mereka membuatku semakin jengkel. Entah mengapa, kedamaian yang telah kurasakan selama ini seakan hancur.
"Maaf menggangu, Yang Mulia. Izinkan saya berbicara dengan anda," mohon Desi kepadaku. Ia menatapku dengan tatapan penuh nafsu. Itu membuatku sedikit takut.
Aku melihat langsung ke matanya. Matanya seakan ingin langsung menerjang dan memperkosaku di tempat. Itu sangat menakutkan untuk berpikir wanita akan melakukannya. Tapi, wanita ini mungkin akan benar-benar melakukan itu. "Ngo-ngomong aja. Ngga ada yang ngelarang kok."
Desi menundukkan kepalanya dengan penuh hormat. Tatapannya penuh dengan nafsu itu menghilang seketika ketika aku mempersilahkan dirinya bicara. "Kalau begitu, biar aku menjelaskan apa yang terjadi yang sebenarnya."
Sembari mengembuskan napas, Desi mulai menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Ia menjelaskan siapa sebenarnya mereka bertujuh ini. Desi juga menjelaskan kenapa mereka memamggilku Yang Mulia atau Tuan mereka.
***
Di neraka, para jenderal iblis sedang duduk di meja diskusi. Mereka semua memperhatikan Bumi yang sudah mereka kuasai sebagiannya. Itu semua berkat pertempuran melawan Tuhan beberapa ratus tahun yang lalu. Tapi, kali ini mereka bukan hanya memantau dunia itu. Mereka sedang mencari Tuan mereka yang dikatakan oleh Asmodeus.
Asmodeus mengarahkan bola sihir ke sebuah negara kepulauan, itu Indonesia. Ia mengarahkan bola sihir itu mendekat dan menampilkan seorang pria dengan rambut hitam mengenakan seragam sekolah SMA sedang berjalan menuju sekolah. Senyuman terlukis di bibir merah Asmodeus. Ia merasa bergairah melihat pria yang sedang berjalan sembari melihat sekeliling. Pria itu cukup tampan dengan badan yang cukup terlatih. Dengan penampilannya, pria itu mungkin bisa memikat beberapa wanita.
"Pria jelek ini adalah Tuan kita?" tanya Lucifer sembari menyombongkan ketampanannya. Saat ini, ia sedang dalam wujud monster iblisnya. Itu sama sekali tidak tampan. "Aku lebih tampan daripada pria itu. Seharusnya, tidak ada yang bisa mengalahkan ketampananku selain Tuan kita Yang Maha Kuasa."
Mammon yang memegang dagunya mengangguk membenarkan ucapan Lucifer. "Benar juga. Pria itu tidak nampak serakah. Hanya Tuan kita Yang Maha Kuat yang dapat mengalahkanku dalam hal keserakahan. Kemampuannya saja mampu membuat Tuhan takut."
Beelzebub yang melihat itu juga mengangguk setuju dengan kedua rekannya. Ia berpendapat bahwa pria itu tidak mungkin Tuan yang memimpin seluruh dunia menuju kehancuran. "Kekuatan di dalam pria itu juga sangat kecil. Kau tahu? Tuan kita itu setara dengan Tuhan atau mungkin melampaui, tidak ada yang tahu seberapa besar kekuatan-Nya. Tuan kita bahkan mendapatkan otoritas sub-Tuhan yang sebelumnya dipegang oleh Malaikat Michael."
"Benar juga, sih. Pria ini nampak tidak seperti seperti Tuan kita. Tapi, percayalah kepadaku! Aku akan membuktikan kalian kalau pria ini adalah Tuan kita yang menghilang 300 tahun yang lalu," ujar Asmodeus dengan penuh percaya diri, walau oercaya dirinya kurang daripada Lucifer yang merupakan simbol kesombongan.
"Bagaimana jika bukan?" tanya Leviathan yang sedang menyesap teh hitamnya.
Senyuman tercetak di bibir Asmodeus. Ia sudah menduga semua ini akan terjadi. Semau ini sudah ada dalam rencananya. Walau ia masih kurang dalam hal kepintaran dibandingkan dengan Mammon atau Lucifer, ia masih tergolong iblis yang jenius. Semua yang ia lakukan sudah direncanakan semenjak percakapan di ruang takhta beberapa hari yang lalu.
"Aku akan menjadi pelayan kalian."
"SERIUSAN?" tanya yang lain secara serempak.
Jenderal Iblis adalah para iblis yang ditunjuk langsung oleh Raja Iblis. Jumlah saat ini adalah tujuh jenderal iblis yang disesuaikan dengan dosa kematian yang diketahui oleh manusia. Satu jenderal iblis bisa mendapatkan setidaknya satu miliar pelayan iblis atau lebih. Tapi tidak mungkin jenderal iblis menjadi pelayan jenderal iblis lainnya. Itu mungkin adalah hal yang paling mencengangkan di neraka ini.
"Tapi, ...."
"Tapi?"
Senyuman Asmodeus semakin melebar memikirkan hal itu. "Jika pria ini adalah Tuan kita, biarkan aku bersetubuh sekali lagi dengan Tuan kita yang Agung."
Asmodeus pernah bertubuh sekali dengan Raja Iblis. Itu merupakan hari yang paling membahagiakan bagi dirinya. Dirinya menjadi penuh gairah semenjak itu dan ia menjadi simbol nafsu. Walau tidak bisa mengandung anak dari Tuannya, itu sudah cukip membahagiakan bagi Asmodeus. Tidak ada iblis yang lebih beruntung untuk bisa bersetubuh dengan sang Penguasa Mutlak.
Menanggapi kata-kata yang dikeluarkan oleh Asmodeus, mereka semua terdiam. Terutama Leviathan. Ia merasa iri dengan Asmodeus karena Asmodeus mendahuluinya. Leviathan juga tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk bersetubuh dengan Raja Iblis. Bahkan, Satania sudah melakukannya beberapa kali. Itu membuat Leviathan iri. Ia adalah iblis perawan karena tidak mau bersetubuh selain dengan Raja Iblis. Lagipula, bersetubuh hanyalah kegiatan untuk bersenang-senang bagi iblis. Kebanyakan iblis akan meminta Succubus untuk melakukannya. Namun, itu adalah berkah bisa bersetubuh dengan Raja Iblis.
Resiko yang dipegang oleh enam jenderal iblis terlalu besar. Bahkan, untuk para iblis yang mengambil wujud laki-laki. Memang, Raja Iblis adalah seorang pria yang mempunyai orientasi seksual yang normal. Tapi, para jenderal iblis lainnya tidak. Mereka tidak masalah dengan konsep jeruk makan jeruk.
"Oke. Sepakat!" jawab Lucifer dengan penuh percaya diri mewakili jenderal iblis lainnya. Ia berjabat tangan dengan Asmodeus dan sumpah iblis diambil. Tidak akan ada yang bisa melanggar sumpah ini, karena nyawa taruhannya dan kematian dilarang oleh Raja Iblis. Jika mereka mati, itu dosa bagi mereka.
Senyuman penuh terlihat di wajah Asmodeus. Ia bisa merasakan kemenangan dalam kemenangannya. Jika ia bisa membuktikan itu, ia bisa merasakan sensai itu sekali lagi. Sensasi yang bahkan masih bisa dirasakan oleh Asmodeus atau iblis yang pernah bersetubuh dengan Raja Iblis. Asmodeus juga merencanakan sesuatu. Ia akan mengambil hati Raja Iblis untuk dirinya sendiri.
"Baiklah! Ayo kita ke dunia Manusia!" teriak Asmodeus dengan penuh semangar.
"HEEHHH?!" teriak yang lain terkejut mendengar ucapan Asmodeus.
Para iblis dilarang untuk pergi ke dunia manusia oleh Raja Iblis. Karena ketika iblis berada di dunia manusia, mereka akan menyebabkan kekacauan di mana-mana. Itu sama saja memajukan hari kiamat yang sudah disepakati oleh Tuhan dan Raja Iblis. Hari penghakiman di mana duel antara Tuhan dan Raja Iblis akan berlangsung. Duel itu kemungkinan akan membawa seluruh alam semesta menuju ke ketiadaan.
"Tenang saja. Kita akan menggunakan tubuh manusia untuk menyegel kekuatan kita." Asmodeus sudah menduga itu. Ia juga merencanakan membawa beberapa pelayan iblisnya untuk misi kali ini. Mereka akan menyusup ke dunia manusia untuk Tuan mereka, seorang siswa SMA berumur 17 tahun.
"Jadi begitu. Oke. Mari kita ke dunia manusia untuk menjemput Tuan kita!" teriak Lucifer dengan penuh bersemangat seperti Asmodeus.
"YO!" teriak yang lain setuju dengan ucapan Lucifer dan Asmodeus.
----------------------------------
Kalau kalian rasa kata 'Tuhan' itu sedikit berlebihan, kalian bisa menggunakan kata 'Dewa' atau sebagainya untuk selanjutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bagaimana Mungkin Aku Adalah Raja Iblis?
FantasySeorang siswa SMA bernama Devan Steviano menjalani kehidupan sekolahnya yang monoton. Ia menyukai kehidupan klise yang ia jalani setiap harinya. Suasana damai adalah yang ia nikmati. Merasakan damai dengan setiap bagian dari tubuhnya. Namun, itu sem...