typo!!!harap maklum.......
selamat membaca:*
__________
wu xie terbangun kala sinar matahari menimpa wajah putihnya,matanya mengerjap pelan mencoba menetralkan pandangan nya.
sebuah kamar becap putih yang berpadu dengan warna biru langit menyapa pandangan nya di pagi hari.
"eh di mana aku?"tanya wu xie pada dirinya sendiri.
"eunghhhh....kau sudah bangun?'sebuah suara mengagetkan wu xie yang langsung saja menatap ke sisi lain tempat dia tertidur.
pandangannya seketika membulat kala iris matanya menemukan sesosok tubuh terlentang dengan piama hitam bertangan pendek.
"qiling!!"ucap wu segera membuat lelaki di sebelahnya benar benar membuka matanya lebar.
"selamat pagi"sapa zhang qiling mendudukan dirinya di ranjang tepat di samping wu xie.
"kenapa kau di sini?"tanya wu xie
"mmm memangnya kenapa?'tanya zhang qiling mengangkat sebelah alisnya.
"eihh tidak tapi...ah jawab dulu kenapa kau di sini?"ucap wu
"tentu saja aku di sini,ini kamar pribadi ku."zhang qiling menjawab dengan enteng sambil menurunkan dirinya dari tempat tidur lalu berjalan ke arah jendela yang segera membuka lebar gordeng membuat sinar matahari masuk lebih silau dari yang tadi.
"cuacanya cerah hari ini,apa kau ingin berjalan jalan ke luar?"tanya qiling menatap mata wu yang masih sedikit menyipit karna sinar matahari yang masuk.
"Yah sangat cerah,mungkin kita bisa pergi. " Jawab wu xie.
Qiling hanya tersenyum menampakan deretan gigi putih milik nya.
"Lebih baik kau mandi,aku akan menyiapkan sarapan"ucap qiling berjalan ke arah pintu kamar dan segera menghilang ketika pintu itu menutup.
Sedangkan wu hanya menatap pintu yang sudah tertutup ada rasa bahagia saat berada dekat dengan pria bertudung itu.
"Ah aku bisa gila lebih baik aku mandi"dengus prustasi wu xie yang segera melangkah ke dalam kamar Mandi.
"Makan ini,kau pasti menyukainya"qiling memberikan sepotong ayam yang di balut dengan saus dan yang paling parah wu xie tidak tahu makanan apa ini.
"Aku tak begitu suka euhh kau makan saja"wu hendak mengembalikan namun qiling menahan nya.
"kau tak akan suka jika belum mencobanya tuan muda wu"qiling mengambil ayam itu mengirisnya kecil lalu menyuapinya ke arah wu yang hanya bisa pasrah harus memakan makanan yang sebenarnya wu tak suka.
"bagai mana??apa rasanya enak?"tanya qiling melihat ekpresi wu xie yag tampak sedikit terkejut
"mmm ku akui ini sagat lezat...siapa yang membuatnya apa bibi di rumah ini?"tanya wu xie mengedarkan pandangan nya mencari sosok wanita yang ada di rumah zhang qiling
"tidak,aku sendiri yang membuatnya"qiling bergumam sambil memasukan sisa ayam tadi ke dalam mulutnya.
sedangkan di sisilain wu xi tampak sedikit malu..
"sudah ku tebak dia yang memasak nya"ucap wu dalam hati.
acara sarapan pun berjalan dengan baik,setelah membereskan meja makan,qiling mengajak wu untuk berjalan jalan dan wu xie pun tampak sangat senang dan menyetujui ajakan zhang qiling.Saat sedang asik berjalan wu xie tiba tiba berhenti membuat zhang qiling juga ikut berhenti.
"Ada apa?"tanya qiling ketika wu xie tersenyum menatap ke hamparan rumput hijau bak lapangan itu.
"Sangat indah"gumam wu xie dengan senyum.
Zhang qiling hanya bisa terpaku,bukan karna hparan rumput hijau segar itu,tapi terpaku karna melihat senyum bahagia seorang tuan muda yang terkenal dengan ketidak amanan karna ulah ayah nya sendiri.
"Qiling , sangat indah bukan?"wu xie kini menatap qiling yang juga tengah menatapnya.
Wu sedikit tak enak di pandang tajam oleh pria yang kini tidak memakai tudung seperti biasanya itu.
"Qiling"wu memanggil qiling untuk kedua kalinya sambil menggoyangkan tangan pria itu.
"Eh kau bilang apa tadi?"tanya qiling saat pansangan nya buyar karna merasakan goyangan di tangan nya.
"Huh kau melamun??aku tanya di sini sangat indah bukan?"ucap wu xie beralih menatap hamparan rumput hijau itu.
"Ya sangat insah,duli di sini adalah tempatku bermain"tutur qiling membuat wu beralih menatapnya.
"Wow luarabiaaa,jadi ini adalah kampung halaman mu?"tanya wu yang di angguki zhang qiling.
"Astaga,dasar kenapa tidak memberi tahuku dari tadi,jika begitu aku akan mengerti kenapa kau membawaku kesini"wu tampak menahan senyum.
"Apa kau suka kelinci?"tiba tina zhang qiling beetanya.
"Umm..apa di sini ada kelinci?"tanya wu xie.
"Laibai..."zhang qiling menarik lengan wu xie untuk mengikuti nya.Deg....deg....deg....
Jantung wu berdetak kencang melihat tangan zhang qiling yang tengah menggandengnya.
"Yatuhan ada apa dengaj jantung ku?rasnya ingin keluar dari dadaku"runtuk wu xie.
"Kita sampai"zhang qiling menghentikan langkahnya di sebuah tempat masih teehampar rumput hijau yang segar dengan sedikit sisa sisa embun pagi.wu xie menatap sekeliling tak ada rumah hanya ada pohon dan banyak sekali tanaman.
"Kita di mana xiaoge?"tanya wu xie
"Di bukit..."jawab qiling menggandeng tangan wu xie lagi.
"Cepat ku tunjukan sesuatu"ucap qiling menarik wu xie.Wu xie membulatkan matanya ketika sampai di tempat yang di maksud zhang qiling,tempat yang hpir di penuhi oleh kelinci kecil bermata merah nan sangat lucu.
"Wow"wu menghampori seekor kelinci yang sedang bermain dengan kawan nya.
"Lucu sekalo"wu menggendong kelinci itu mengelus kepala kelinci bertelinga panjang ini.
"Bagai mana kau bisa menemukan tempat seperti ini xiaoge?"tanya wu menatap zhang qiling yang sedang bermain dengan kelinci.
"aku menemukan nya saat aku kecil,aku pergi kesini untuk mencari kayu,saat itu hujan lebat aku berteduh di bawah pohon besar itu dan aku baru menyadari jika ada seekor kelinci yang datang menghampiriku"jawab zhang qiling sambil menunjuk ke arah pohon besar yang di ceritakann nya tadi.
"ahhh apa kau suk kelinci?"wu xie menggoda zhang qiling yang langsung melempparkan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"aku memang menyukai kelinci,tapi aku lebih menyukai mu"wu xie sontak menatap zhang qiling yang juga menatapnya.
"kau mengatakan apa barusan?"tanya wu xie,zhang qiling menghampiri wu yang sedang menggendong kelinci sambil duduk di bawah sebuah pohon yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil.
"akuu bilang aku menyukai kelinci,tapi ada yang sangat aku sukai di sini"ucap zhang qiling duduk di samping wu xie.
kelinci yang tad ada di pelukan wu xie tiba tiba melompat lari seiring dengan kedatangan qiling."aku tak mengerti"ucap wu xie menatap ke arah lain
"jangan berpura pura,kau ingat apa yang sudah kita lakukan bukan!!"goda zhang qiling membuat wu xie semakin mengalihkan matanya dari pria di sampingnya.
"aku tak ingat "jawab wu sambil memainkan kuku tangan nya.
"benarkah??"zhang qiling mendekati wu yang semakin terpojok
"xiaoge bisa kau geser aku bisa menabrak pohon jika mphhhh..."wu xie tak sempat melanjutkan perkataan nya karna kini bibir wu xie zudah tertutup oleh bibir zhang qiling.
"mphh...mmm"wu mendesah di sela ciuman nya merasakan tangan zhang qiling yang kini memeluk nya erat.
"hahhhh...hahhhh..."wu segera mengambil napas kala bibirya sudah terlepas.
"sudah mengerti maksudku tuan muda?"zhang qiling tampak menatap tajam k arrah wu ie yang kini tengah merona .
"aishhh ayo pulang hari sudah mulai siiang aku ingin mandi"wu xie beranjak pergi meninggakan zhang qiling yang hanya tersenyum menatap kepergian wu xie.halloh guyss maaf up nya lama nee...mimin agak sibuk banget sama kerjaan,jadi waktu luang nya sedikit buat bikin cerita ,jangan lupa vote,komen,and follow me guyaa....
mimin usahain biar up lebih sering nee...
thankyou udah mau nungguin up pan mimin,
terimakasih udah baca....

KAMU SEDANG MEMBACA
Master The Darkness ((the last tomb reboot)
Actiondeskripsi nya gak bisa mimin jelasin sekarang ok. story ini mimin buat terinspirasi dari drama abang yang-yang "the last tomb reboot" karna menurut mimin ehhh seru ajah gituh bikin ceritanya para senior mimin ckckckck.