+ ternyata kalian gercep ya:") sampe sore udah 100 voted lebih, sesuai janji aku 100 voted kalian bisa baca next chapter^^
Ueueue, authornya gercep gk sih?:"
So, voted sama komen juga ya.
Ga komen ga asik, apalagi klo ga voted~Happy Reading-!
Haneul membuka lembaran buku diary nya, ia akan menulis sesuatu di dalam diary nya. Sudah banyak kata-kata yang ia tulis, tapi kalian tahu jika diary Haneul lebih banyak ditulis oleh Jaemin.
Dari awal mereka bertemu hingga sekarang ini, hubungannya memang kuat, tapi keduanya saling menyembunyikan perasaan. Rumah mereka juga berhadapan, jadi itulah alasannya Haneul bersahabat dengan Jaemin.
Teman-teman Jaemin pun memang menyukai Haneul, terkadang mereka ribut tapi tak lama kemudian berbaikan lagi dan lebih baik menganggap Haneul sahabat, jika tidak hubungan persahabatannya akan hancur.
"Dor!"
Haneul menatap Jisoo tajam. "Ga usah ngagetin, untung gue ga kaget," timpal Haneul. Jisoo terkekeh, gadis itu duduk di samping Haneul. "Nulis apaan lagi?"
"Kepo kau."
Jisoo mengerucutkan bibirnya. "Ish, gitu ya. Buku diary lo udah banyak sama kata-kata, masa kurang?" Haneul menutup buku diary nya, hanya untuk menyembunyikan kata-kata yang sedang ia tulis. "Terus masalahnya sama lo apaan? Ini kan buku gue, jadi gue punya hak."
"Ya, ya, ya terserah lo aja. Eh Han..."
"Hmm?" gumam Haneul.
"Lo nikah kapan? Kemarin fitting baju nikah?" tanya Jisoo yang membuat Haneul terdiam. Haneul menatap Jisoo sebentar. "Lo tau ga? Diri gue belum siap buat nikah, gue bimbang..."
"Bimbang karena perasaan lo ke Jaemin?" tebak Jisoo. Haneul mengangguk singkat. "Gue udah naruh perasaan ke dia, tapi dia harus gue tinggal karena gue nikah, ucapannya waktu itu ngebuat gue down."
Jisoo mengelus pundak Haneul. "Han, semuanya ada ditangan Tuhan. Mungkin kak Jaehyun emang jodoh lo, dan lo ga bisa nolak takdir..." Jisoo memberikan jeda sebelum melanjutkan ke kalimat selanjutnya. "... Han, percaya sama gue. Kak Jaehyun itu orang baik, mungkin dia emang terbilang cuek, tapi bisa jadi aslinya enggak. Lo tau, Jaemin gitu karena dia sayang sama lo, dia juga ga bisa egois."
Haneul terdiam sejenak. Kemudian gadis itu kembali berbicara. "Tapi gue ga tega liatnya. Gue sama dia tuh udah kayak pacaran, gue juga sayang banget sama dia."
"Han, jangan terlalu egois. Jodoh lo udah ada di depan mata, jalanin dulu aja. Semuanya butuh proses," balas Jisoo bijak. Haneul hanya mengangguk-anggukan kepalanya sebagai jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔️]1. HOME
Fanfiction"𝑨𝒌𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒚𝒖𝒌𝒖𝒓, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒂𝒌𝒖 𝒋𝒖𝒈𝒂 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒊𝒑𝒆 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒔𝒂𝒉𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒑𝒖𝒓𝒏𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒌𝒆𝒓𝒂𝒔"-𝑱𝒖𝒏𝒈 𝑱𝒂𝒆𝒉𝒚𝒖𝒏. Menikahi dirinya adalah suatu hal terberat dal...