Stock chat-nya udah abis. HAHA.
Untuk seterusnya bakal diketik di sini aja ya.
Makasih udah support dengan vote dan komen di sini!
Yuk follow juga akun wp ini! Thank you!Clue : Plot ini merupakan pra-chapter "(Bukan) Liputan" yang udah dipublish di The Announcers.
Dipublish di sini karena lebih enak pembawaannya dari segi POV-nya. Hehe.Enjoy reading!
-----------------------------------------------------------
Dewan lagi sibuk di meja kerjanya, tangannya serius banget megangin keyboard dari tadi. Di sampingnya ada si Adek yang sengaja dibawa karena abis dari dokter hewan buat cek kondisi kesehatannya. Dia memperhatikan komputer udah kayak lagi merhatiin cewek. Fokus banget dengan mulutnya yang sedikit menganga.
Buat yang belum tahu Adek itu siapa, dia nama dari salah satu hewan peliharaannya Dewan. Seekor landak berusia lima bulan, yang dibawanya sekarang cuma salah satunya aja. Di rumahnya udah punya banyak landak sampai diadopsiin sama tetangga dan teman-temannya.
Dia mengernyitkan dahi sesekali melihat naskah yang dikirim script writer-nya melalui emali. Ekspresi dia di awal emang selalu begitu kalo ada hal yang masih terasa asing baginya.
"Buset dah Arina, kasih tema yang enakan dikit kek." ngeluhnya pada diri sendiri. Gak ada siapa-siapa di sini.
"Eh, tapi lebih gampang deh ini mah, daripada yang kemarin." syukurnya disaat yang bersamaan.
Gak lama terdengar rengekan dari Adek, kayaknya bosan. Lalu diajaknya bermain sebentar dan terus berfikir dengan isi tema naskahnya. Dia berputar-putar di kursinya cuma buat ngehibur Adek. Saking santainya sampai gak sadar kalo ada temannya yang udah berdiri di depan pintu ruangannya.
"Anjir, ngagetin aja lo, Mas Jen." ujarnya sambil ngebiarin Adek jalan-jalan di badannya.
"Lo bawa Adek ketauan Pak Keprad aja, bisa diumpetin itu Adek lo." cibirnya.
"Tinggal gue omelin, lah." singkatnya.
"Iya dah yang punya jabatan emang punya kuasa." langsung minder dia.
"Haha. Lo ngapain sih ke sini?" tanyanya berasa diganggu quality time-nya.
"Males gue di lantai 3. Cuma ada gue, Arina sama Yayan."
"Terus mereka lu tinggal berdua?"
"Bodo lah, senep juga lagian gue di sana. Eh, besok libur kan. Mabar yok ntar malam." ajaknya kemudian.
"Di mana?"
"Rumah lo lah. Wifi-nya kenceng kan."
"Makanya pasang juga di rumah lo."
"Ah pasang Wifi di rumah gue mah percuma, wilayah perkotaan tapi sinyal kayak di hutan." nasibnya sedih amat.
"Pindah rumah lah." simpulnya.
"Pindah ke rumah lo kayaknya enak ya?"
"Oh, Boleh. Nanti gue taro lo di tempat kakaknya si Adek."
"Kakaknya Adek...? LO KIRA GUE LANDAK." sahutnya sambil mengumpat.
Dia terkekeh, "HAHA. Kali aja kan lo minat gitu kalo emang mau migrasi ke rumah gue."

KAMU SEDANG MEMBACA
[1.1.] DUA DEWANTARA - SPIN OFF "THE ANNOUNCERS"
FanfictionDUA DEWANTARA - SPIN-OFF "THE ANNOUNCERS" - DAY6'S CAST Seminggu setelah lepas tugas sebagai anak magang selama 3 bulan, Dewantara Wiryawan a.k.a Wawan bergabung kembali menjadi penyiar di Radio. Bersama Dewantara Prasetya Riza a.k.a. Dewan, mereka...