Jisoo menghentikan ketukannya pada pintu kamar Lisa, keningnya mengerut tipis karena tak ada tanda-tanda adiknya akan segera keluar.
Sudah waktunya sarapan, dan tak biasanya Lisa belum bangun.
"Sebaiknya aku masuk." Jisoo memutar knop pintu, dan beruntung tidak terkunci.
"Lisa? Kau sudah bangun?" Jisoo berucap sembari terus masuk. Hingga akhirnya ia mendapati sang adik yang masih terlelap di atas ranjang, Jisoo menghela nafas tipis.
Lisa meringkuk di atas kasur, dan masih dengan pakaian yang kemarin sore. Jisoo tak menyadari jika adiknya tak berganti pakaian, karena seharian kemarin dirinya sibuk sendiri.
Tak langsung membangunkan Lisa, Jisoo memilih menekan saklar lampu.
Dan alisnya mengernyit saat menyadari jika gorden kamar Lisa sudah tersingkap. Lebih tepatnya, seperti tidak menutupi jendela semalaman."Pasti dia lupa menutupnya." Jisoo berjalan menuju Lisa. Dan berusaha membangunkan adiknya itu. Lisa perlahan terusik karena seseroang mengguncang tubuhnya.
"Lisa-ya, Ireona..."
Lisa hanya mengucek kedua matanya, membuat Jisoo menahan gerakan tangan Lisa agar berhenti. Dan ia bisa merasakan jika Lisa tersentak saat ia memegang tangannya.
Lisa menegang di tempatnya, namun membiarkan Jisoo membelai wajahnya. Matanya sudah terbuka saat Jisoo membelai wajahnya, dan kini dadanya berdentum cukup kuat juga perasaan takut hinggap di hatinya.
Lisa hanya diam saat Jisoo terus bicara, bibirnya mendadak kelu.
Entah apa yang Jisoo katakan, dan Lisa benar-benar tak mendengar apapun."Haruskah Eonnie menunggumu?," Jisoo bertanya, karena sedari tadi adiknya itu diam. Jisoo berfikiran jika jiwa Lisa belum terkumpul sepenuhnya, makanya tak merespon.
"Pergilah, aku ingin mandi. Eonnie." Susah payah Lisa mengatakannya, bahkan suaranya sedikit bergetar.
Jisoo menjawab, namun yang bisa Lisa tangkap hanya anggukan dari kakaknya."Ya sudah, jangan lama-lama. Perutmu belum diisi sejak kemarin." Jisoo tersenyum kemudian mengusap kepala Lisa. Dan setelahnya beranjak pergi.
Lisa diam dan menggigit bibir bawahnya. Baru setelah kakaknya sempurna hilang di balik pintu, air matanya turun. Bibirnya mengeluarkan isakan yang ia sendiri tak bisa mendengarnya.
Tangannya mencengkeram rambutnya, rasanya Lisa akan gila jika terus seperti ini. Dunianya menggelap, tak ada lagi warna yang bisa membuatnya tersenyum sekarang.
"Ada apa denganku! Arghh!!"
Lisa berteriak dan menarik-narik rambutnya, frustasi. Lisa benci, semuanya terasa senyap dan sesak.
Beruntung kamarnya kedap suara, jika tidak, mungkin orang-orang akan berdatangan mendengar teriakan menggelegar Lisa.***********************
"Dimana Lisa?," Minyoung bertanya saat Jisoo sudah kembali. Gadis itu duduk di samping Chaeyoung yang tengah khusu melahap sarapannya.
"Baru saja bangun, Eomma."
Jennie menghentikan suapannya dan melirik Jisoo.
"Kau yakin?" Jennie bersuara, membuat Jisoo beralih menatapnya.
"Eoh, sepertinya tidurnya sangat nyenyak. Saat aku membangunkannya saja wajahnya terlihat linglung."
Jennie mengangguk mendengar penjelasan kakaknya, namun ia merasa ada yang aneh. Dan entah apa itu. Menggeleng pelan, kemudian kembali fokus pada sarapannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Night Sky. ✔ [SEGERA TERBIT]
Ficción General[BEBERAPA PART AKAN DI HAPUS, DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] Follow Author sebelum membaca^^ (Info tentang penerbitan bisa dm langsung^^) ________________________________ Hidup seperti sebuah pertandingan, di awali Start dan akan berakhir Finish. Hasi...