01

3.5K 431 33
                                    

Suara alarm mulai memenuhi kamar itu, membuat seseorang yang tertidur merasa terganggu.

Pria itu sedikit membuka kedua bola matanya, meraba meja yang berada disampingnya setelah itu mematikan  alarm tersebut.

Tapi bukannya bangun, ia malah melanjutkan tidurnya kembali.

Dering ponsel berbunyi menandakan seseorang telah menelpon kepada si pemilik ponsel.

Ia mengambil ponselnya yang berada di bawah bantal lalu mengangkatnya.

"Hallo. Siapa? Maaf salah sambung."

Pria itu mematikan ponselnya sebrang. Hey orang yang menelponnya tadi itu belum membuka suaranya. Tapi dia tidak peduli. Ia terlalu malas dan memilih untuk melanjutkan tidurnya kembali.

Dia Mew.

Mew Suppasit, pria tampan yang selalu di gandrungi oleh para wanita, merupakan anak dari pemilik perusahaan terkenal yaitu MSS Corp.

Mew sebenarnya bukan termasuk orang yang malas. Ia hanya lelah karena pekerjaannya kemarin membuatnya pulang larut malam. Alhasil kini pria itu masih tertidur nyaman ditempatnya.

Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar membangunkan Pria itu. Mew sedikit mengangkat kepalanya tapi masih terpejam.

"Ck, siapa yang mengetuk pintu sepagi ini hah?"

'ah mungkin ke pintu sebelah' ucap Mew dalam hati, ia pun melanjutkan tidurnya kembali.

Tapi ketukan itu semakin terdengar jelas di telinga Mew.

"Yak! Baiklah-baiklah aku akan keluar." Mew menendang selimutnya hingga terjatuh. Perlahan-lahan ia bangun mengumpulkan kesadarannya terlebih dahulu lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi, membasuh wajahnya.

Saat Keluar dari kamar mandi, ketukan itu masih terdengar oleh Mew.

"Tunggu sebentar!" Teriak Mew sambil berjalan dari kamarnya menuju pintu depan apartemen.

Mew membuka pintu apartemen. Lalu Mengernyit heran. Ia melihat orang yang berada di depannya dari samping, atas dan kebawah. Bahkan ia membawa koper. Apa dia di usir? Dan siapa anak ini?

"Hy Uncle!!!" Ucap anak itu.

Hah? Uncle?

"Yak! Siapa kau bocah?" Tanya Mew.

"Aku??? Oh iya aku belum memperkenalkan diri hihihi namaku-..."

Dukg (suara pintu tertutup)

Anak itu mengedip beberapa kali.

"Uncle?.. Uncle?!.. uncle?!!"

.
.
.
.
.
.
.
.

Sementara dilain tempat tepatnya di belakang pintu apartemen.

"Hih memangnya dia siapa memanggilku uncle? apa aku setua itu?" gerutu Mew.

Mew mengunci kembali pintu apartemennya. Namun dering ponsel berbunyi kembali. Ia membaca nama yang tertera di layar ponselnya.

'Hitter?'

Mew pun mengangkat telponnya.

"Hallo? Mew?"

"Hm ya ini aku, kenapa?" Tanya Mew.

"Hey kenapa kau tadi mematikan panggilanku hah? Beberapa menit yang lalu aku menelponmu kau tahu?"

"Hmm.." jawab Mew seadanya.

"Ah sudahlah, oh iya apa adikku ada disana?" Tanya Hitter

"Adik? Adik siapa? Memangnya kau mempunyai adik?" Mew sedikit membenarkan sedikit rambutnya.

"Iya tadi aku membawanya ke depan apartemenmu, kau tak melihatnya?"

"Hah? Sebentar." Mew membuka sedikit pintu depannya dan mengintip dari celah tersebut. Yang ia lihat bocah itu sedang menghitung beberapa pintu apartemen yang ia lihat disana.

Mew menutup kembali celah tersebut.

"Heh apa adikmu itu yang membawa boneka?"

"Ya dia adikku."

"Oh, lalu?"

"Lalu?"

"Lalu kenapa kau malah membawanya kemari Hitter?!"

"Tolong jaga dia untukku ya?" Pinta Hitter.

Mew menatap ponselnya.

"Apa? kau kira aku pengasuh anak kecil hah?!"

"Oh ayolah Mew, aku harus pergi ke Kanada boss menyuruhku untuk menghandle perusahaannya disana, aku tak bisa meninggalkannya sendirian, dan lagi aku juga tak bisa membawanya karena ia takut naik pesawat, ayolah Mew.." ujar Hitter disana.

"........"

"Hey ayolah, kau kan teman terbaikku. Jaga dia untukku ya?"

Mew menghela nafasnya.

"Fine. Akan ku lakukan." jawab Mew.

"Hoo terimakasih Mew, kau memang teman terbaikku. Kau tidak perlu khawatir, soal makanan dan kebutuhannya aku sudah memberi uang lebih kepada adikku. oke?"

"Hmm.."

"Thanks Mew, kalau begitu aku tutup telponnya, ingat! Jaga adikku baik-baik."

"Iya iya, ngomong-ngomong siapa nama adikmu? "

"Gulf Kanawut.."

Mew mematikan panggilannya. Lalu membuka kembali pintu apartemennya.

"...23, 24, 25...Uncle?!" Hitungannya terhenti kala anak itu melihat Mew dengan senang.

"Uncle sebentar tadi aku lupa, aku belum memperkenalkan diri. Ekhemm... Perkenalkan namaku-.."

"Sstt.. aku sudah tahu. Kau Gulf Kanawut kan? Adik dari temanku Hitter."

"Wah? Bagaimana Uncle bisa tahu? Apa Uncle peramal? Atau paranormal? Ow ow katakan padaku apa yang sedang aku pikirkan sekarang? Ayo tebak!" Tanya Gulf semangat.

Mew menatap datarrrrr sekali adik dari temannya itu.

"Aku bukan peramal maupun paranormal bocah!"

"Aku juga bukan bocah, tapi aku Gulf dan aku sudah besar!"

Mew mendesah pelan. Dia harus sabar.

"Terserah.. cepat masuk." Ajak Mew sambil melebarkan pintu itu.

"Oke!"


TBC

Uncle Mew yang sabar yaa🤭 btw jangan lupa Vote & commentnya kakak😁




Hy, Uncle! •[Mewgulf]•Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang