Vlog

229 36 4
                                    

"Pa!"

"Hm?" Johnny berbalik pada Haechan. Dia sedang menyiapkan sarapan.

Haechan menunjukkan sebuah video Youtube. Vlog selebgram muda. "Pa, mau coba buat ini."

"Buat macaroon?" Johnny gagal fokus. Selebgram itu sedang menghias macaroon.

"Buat vlog, Papa." Haechan memutar matanya. "Tau vlog kan Pa?"

"Ya tahu." Johnny membalas malas.

"Haechan mau coba." tutur Haechan mantap.

"Serius?" Johnny bertanya lagi.

"Ih Papa bawel." Haechan memasukkan sayur ke mulutnya.

Johnny terkekeh. Dia mengusak kepala Haechan sebelum menghilang. Dia kembali dengan sebuah kamera.

"Nih. Untuk vlog." Johnny meletakkan kamera di depan piring.

"Yes!" Haechan cepat-cepat menyuap makanannya.

Johnny kembali melanjutkan memasak. Ini sarapannya. Menu sarapan Haechan dan dirinya jauh berbeda. Haechan suka sayur sedangkan Johnny lebih suka pancake. Johnny merasa menjadi ayah yang hebat.

"Hae..." Johnny tidak melihat Haechan lagi ketika memutar tubuhnya.

Johnny melongok. Terlihat Haechan sedang bermain dengan slimenya. Dia sibuk mengoceh di depan kamera. Johnny hanya bisa tertawa kecil.

Johnny tidak bisa mengajak Haechan bermain karena anaknya sibuk. Hal yang bagus. Johnny jarang punya me time, tapi...

Haechan benar-benar merekam semua kegiatannya. Semuanya!

Johnny tidak tega menegur anaknya. Haechan anak yang bersemangat. Dia takut Haechan sedih. Kalau sudah begitu, Johnny hanya bisa memandangi Haechan dengan wajah datarnya.

Sore hari ketika Johnny sedang mengecek beberapa konsep yang akan ia gunakan untuk foto selanjutnya, Haechan menghampirinya. "Pa. Nih. Sudah."

"Kok sudah?" Johnny kebingungan.

"Memorinya full." jawab Haechan sambil berlalu.

Johnny menggeleng. Dia mencoba menyetel kamera. Haechan sungguhan merekam semua kegiatannya. Bahkan dia merekam tutorial mengunci pintu kamarnya.

Ingatkan Johnny untuk lebih membatasi waktu Haechan menonton vlog.

After Papa's WorkhourTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang