Chapter - 6. His Point of View

346 43 0
                                    

HAPPY READING 📖

-----------------------------------------

Grisster Clark, seorang pria beristri yang berusia 27 tahun sekaligus pemilik penerbit besar di Brooklyn. Hidup yang berkecukupan, mapan, dan tampan. Pemilik netra cokelat terang dan tato di punggung dan dadanya. Pertemuan dengan Angeline Sullivan berawal dari kesalahan dan penyebabnya adalah Angeline. Wanita itu menuduh orang lain demi kepuasan semata.

Saat ia datang untuk pertama kali ke rumah Sullivan untuk menjenguk Christine—kekasihnya, pertama kali juga ia tahu Angel Sullivan adalah kakak Christine, sosok yang membukakan pintu dan mempersilakannya masuk. Ia tak terpesona dengan Angel karena hatinya masih untuk Christine dan memang Christinelah yang akan bersamanya hingga tua. Ia sering ke rumah dan menyapa Angel layaknya calon kakak ipar. Namun, Angel mengganggapnya lain. Ia tak menyangka Angel melakukan sesuatu yang merugikan mereka hingga ia pun membencinya.

Mengetahui Angel mencintainya, ia malah semakin ingin menjauh. Jiwa dan raga hanya untuk Christine. Ada seseorang yang memasuki hidupnya dan karena kesalahan juga, kebenciannya semakin meluap. Hidupnya bersama Angel ia acuhkan.

Ia tahu Angel memperhatikannya dari jauh dan menyiapkan keperluannya sebagai istri. Ia tahu Angel tak akan pernah berhenti berharap. Tapi ia tidak membalasnya begitu mudah. Luka yang Angel torehkan benar-benar menyakitkan. Menuduh Christine hamil, ia hampir tak memiliki nyawa saking kalut. Belum lagi perlakuan kasar Angel yang Christine katakan hingga ia membencinya. Ia benci Angel karena kekasaran. Angel berbeda dari Christine. Jika Christine lebih kalem, Angel sosok yang lasak. Jika Christine pendiam dan pemalu, Angel adalah sosok terbuka dan tak punya malu. Mereka sedarah namun berbeda karakter. Bahkan jauh dari kata sama. Ia menyukai sifat Christine yang penurut, sedangkan Angel pembangkang. Selalu saja ada perdebatan kecil yang ia dan Angel lakukan dan itu membuatnya pusing.

"Kenapa pulang malam?" Pertanyaan itu yang selalu ia dengar setiap malam jika pulang. Inilah alasan ia tidak pulang dan memilih menginap di rumah Christine. Angel pasti akan memperbesar masalah.

Hingga sifat Angel yang ia dapati mulai berubah. Pendiam, penurut, dan semua hal pribadinya tak lagi ditanyakan.

"Berikan aku ponselmu!" Kala itu entah dirasuki setan apa, ia ingin memeriksa ponsel Angel. Wanita itu mulai menghabiskan waktu di depan ponsel dan laptop. Ia merasa diabaikan walaupun kebutuhannya terpenuhi.

Ia tahu Angel bingung. Saat wanita itu mengerutkan dahi, ia malah menaikkan sebelah alis dengan tampang remeh. Akhirnya Angel memberikan ponselnya dan ia bawa ke mobil. Angel pun tak mengejar atau meminta ponselnya kembali. Wanita itu malah kebingungan dan membiarkan benda itu ia bawa.

Pergi ke taman sendirian, ia duduk di bangku lalu membuka apa saja yang mengganggu Angel selama ini. Rasa penasaran mulai muncul saat ada notifikasi pesan baru dari sosok berinisial X. R.

Sejak saat itu ia mulai menaruh curiga dan membututi Angel ke mana pun. Saat jam menunjukkan waktu untuk tidur, ia tahu Angel akan pergi ke ruang kerja, berdiam selama berjam-jam di sana lalu kembali ke kamar dengan waktu menunjukkan pukul dua atau tiga subuh.

"Apa yang kau lakukan?" Ia memergoki Angel di ruang kerjanya sedang mengetik di komputer. Ia berkacak pinggang, menanti jawaban yang Angel utarakan. Sudah berminggu-minggu ia mendapati Angel tak berada di ranjangnya dan kalau tidak tidur di kamar, sosok itu akan tidur di sofa ruangan ini.

"Aku sedang bekerja. Apa aku mengganggu?"

"Hampir setengah tiga tapi kau masih bekerja? Bagaimana kau jatuh sakit, hah? Siapa yang repot?"

Melalui cahaya yang remang-remang, ia tahu Angel terkejut. Angel mulai mematikan komputer dan ia tetap setia menunggu dengan raut kesal. Angel berlari ke arahnya lalu bergumam, "Sorry."

No Reason Why ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang