Perkara Tema

121 26 11
                                    

Suara Jen yang lagi siaran terdengar menggema seisi ruang kerja radio di lantai tiga. Situasinya gak begitu hectic, namun semuanya tetap bergerak cepat ngerjain tugasnya di meja kerja masing-masing.

"DJ Jen pamit undur diri, terima kasih sudah mendengarkan acara Waktunya Siang."

"Acara selanjutnya, We are Two 'The One', see you next time! Bye!"

Terdengar iklan program menuju acara berikutnya bikin Wawan dan Dewan jadi kompak tersedak dan buru-buru keluar ruangan. Padahal acara dimulai masih 20 menit lagi. Mereka yang ternyata lagi seru makan rujak buah di lantai tiga terpaksa berlari cepat turun ke lobi menuju studio biar gak telat.

Sesampainya di sana, mereka membuka pintu dan satu orang diantaranya menatap si penyiar acara Waktunya Siang dengan wajah kesalnya, "Bang Jen lo...."

"Kenapa?" tanyanya gak kalah tajam tatapannya sambil nahan ketawa. Seolah udah tahu apa yang bakalan terjadi.

"Gak. Lagi males gue berantem sama elo. Libur dulu." urungnya malah loyo, pengap abis lari-larian.

Lalu Jen melepas tawa recehnya karena berhasil ngerjain Wawan dan Dewan. Sementara Dewan yang diam aja dari tadi malah terus melanjutkan menata tempat duduk sampai Jen menoleh ke arahnya, "Lo gak ikutan protes juga kayak anak magang lo tuh?"

"Ngapain juga, tinggal gue kasih SP aja buat lo." gampangnya.

"BUEEEEEEHHH NGERI BOS!" kini gantian terdengar tawa riuhnya Wawan berhasil membuat Jen seakan mati kutu di depan Dewan.

Dia mendengus, "Ya elah, Dew. Main SP banget nih?"

"Ya elah, Mas Jen. Main iseng banget nih?" cibirnya balik.

Dewan yang gak menunggu reaksi selanjutnya Jen langsung membuka lembaran naskah untuk tema acara hari ini. Kemudian Jen berdiri dan jalan keluar studio gitu aja tanpa pamitan ke mereka.

"Baper masa." kata Dewan, menoleh ke arah pintu yang udah tertutup.

"Emang suka gitu, Dew?"

"Tau lah. Biarin aja. Abis kesel gue. Lagi enak-enak ngerujak malah buru-buru dipanggil." merasa bodo amat.

"Nih segmen 1 siapa duluan, tumben gak ditulis?" tanya Wawan heran melihat naskahnya.

"Elo duluan, Wan. Masa sih? Di gue ada kok."

"Oh, ya udah deh." seraya memasangkan headphone di kepala dan berencana mengklik audio mic on.

Ditahannya tangan Wawan, "Wan, jangan lupa doa dulu." pintanya

"Lo udah kayak mau tausiyah aja pake doa segala."

"Biar ga kebanyakan gibahnya." gumamnya.

"Hah?" Wawan nanya ulang, gak kedengeran karena ketutupan headphone.

"Ck, udah doa dulu buruan."

Lalu mereka berdua beneran berdoa dengan mengangkat kedua tangan. Setelah musik berakhir, barulah Wawan masuk pada segmen pertama.

ON AIR DJ DEWAN & DJ WAWAN – WE ARE 2 “THE ONE”!

"Beep beep... Beep beep.."

"Hello, selamat siang pendengar!"

"Hai hai! DJ Wawan!"

"Halo juga, DJ Dewan! Gimana kabar Mbak Medina?"

Dewan yang mendengar ceplosnya itu langsung melototinya.

"Oh, haha. Kok nanya saya?"

"Hahaha. Kali aja kalian... Oh.... Oke." baru aja Wawan mau lanjutin perkataannya tiba-tiba udah dikasih liat kepalan tangan Dewan yang keliatan uratnya. Dia langsung mengalah setelahnya.

[1.1.] DUA DEWANTARA - SPIN OFF "THE ANNOUNCERS"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang