Chapter 16 : Halloween Special

18 15 3
                                    

"Emak, ayok berangkat!" cecar Deho yang udah siap sama kostum drakulanya.

"Sebentar, ini Oland make up-nya tinggal dikit lagi doang," balas Keia.

"Cookies udah diambilin belom, dek?" tanya Oland yang masih duduk didandani emaknya.

"Udah gue masukkin ke kotak bekel nih. Jangan lupa bawa piso emak, Bang!" peringat Deho sambil memakai sepatu.

"Oke, udah selesai. Mahakarya Keia emang paling best," ucap Keia bangga sambil merapikan rambut Oland agar terlihat sedikit culun.

"Skuy!"

Keia beserta dua anaknya langsung berangkat mengendarai mobil butut miliknya. Jangan tanya Neja ke mana, dia hilang gak pulang-pulang. Ditelponin gak diangkat, di-sms gak dibales, dia hilang bagai ditelan hutang.

"Neja udah gede, bisa jaga diri." Gitu kalau kata Keia.

Sampai di sekolah dan turun dari mobil, mereka bertiga ditatap tanpa kedip oleh orang-orang di sekitar sekolah. Bagaimana tidak? Seorang wanita cantik berpakaian penyihir dikawal oleh dua laki-laki tampan dengan kostum chucky dan drakula. Sungguh pemandangan indah.

"Mak, mau ikut ke kelas kita?" tanya Deho sambil membawa beberapa perlengkapan untuk kostum dirinya dan Oland.

"Nanti aja, emak mo jajan dulu. Banyak banget stan makanan di sini." Keia langsung ngacir ke stan hotdog kelas 12 untuk sarapan. Kasian dia kelaperan dari malem belom makan.

"Ini cookies ada yang dititip ke stan kelas kita sama ada yang dijadiin dekorasi di kelas kan, Dek?" tanya Oland memastikan.

"Hm ... yang bentuk bekelnya bulet buat stan, yang kotak buat dekorasi." Deho segera berjalan ke arah kelasnya, sedangkan Oland memberikan cookies buatan emaknya ke stan kelas Oland dan Deho. Selesai dengan cookies, Oland langsung pergi ke kelasnya.

💫💫💫

"Yoo, pasangan drakula kita udah lengkap. Buru daftar ke OSIS, woi! Kita ikut fashion show Halloween," teriak Choky heboh. Deho hanya tersenyum simpul sambil merapikan tas labunya.

"Gue nyusul abang gue dulu." Deho segera menghampiri Oland di kelas sebelah. Ia memutar malas matanya ketika melihat Oland yang udah dikerubungi cewek-cewek yang kagum oleh kostum Oland.

"Boleh minggir dikit? Adek gue mau masuk ke kelas," pinta Oland sedikit sinis. Ia mulai bosen selalu dikejar cewek-cewek. Pacarnya saja dia tak ingat ada berapa, asal terima doang. Cuma Echa yang paling sering dia ajak jalan.

"Nih, piso lu." Setelah menyerahkannya, Deho langsung berbalik sambil sedikit tersenyum ke cewek-cewek yang juga menatapnya penuh damba.

"Gak adek, gak abangnya ... banyak banget cewek yang nyantol, bahkan emak-emak lho kawan!" oceh Acel sambil kembali mendekor labirin kain di kelasnya.

"Iri aja lu, bayi gede," sarkas Ael yang menyusun boneka-boneka seram di tiap sudut labirin.

Soal mendekor kelas, memang harus dibuat seunik-uniknya agar dapat menarik perhatian orang yang datang. Kelas yang paling banyak mendapat kertas karcis dari orang yang datang, itulah kelas yang menang dalam hal dekorasi.

Berbeda dengan kelas Deho yang memiliki dekorasi beragam, ada kuburan bohongan, peti mati, sarang laba-laba, dan masih banyak lagi. Tak lupa ada Gita yang membawa speaker untuk menyetel lagu.

"Lagi Syantik dong, Git!" usul Vino.

"Basi bege! Mending Savage Love!" kata Kirana.

Gita memutar mata jengah, lalu mulai menyetel lagu dari HP-nya ke speaker.

Fructus FamiliaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang