「2. 𝕱𝖎𝖗𝖘𝖙 𝖇𝖑𝖔𝖔𝖉」

249 43 23
                                    

August 12th 2020, 15

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

August 12th 2020, 15.05 pm

Osamu berlari mencari Atsumu. Ia mendengar semua dari suna. Semua sudah ia lewati. Tempat kesukaan atsumu, tempat yang atsumu benci pun,  ia datangi.

Osamu membuka handphone miliknya. Jempolnya menekuk dan melurus. Menggesekan jempol dengan kaca handphone. Dengan mata serius, Osamu mencari kontak yang bernama SUNA RIN. Dan menekan gambar telephone.

"moshi moshi Suna. Apa kau sudah menemukan tsumu?"

"..."

"duh.. Kita harus cari ke—" osamu teringat. Tempat pertama kali mereka bertemu.

"Suna... sepertinya aku tau sesuatu! Aku akan kesana! Kau juga susul"

"..."

"jembatan yang dulu itu! Aku duluan! Jaa!"

Osamu mematikan telpon. Dan lanjut berlari kencang, sambil menyempatan doa doa kepada para dewa agar waktu diberhentikan meski untuk sementara. Naas, "TSUMU!! "

﹏﹏﹏﹏

August 13th 2012, 09.00 am

Atsumu berjalan lesu ke sekolahnya. Ia sudah melewati, bahkan menunggu di jembatan dari jam 6 pagi. Menunggu siapa? Jelas [y/n].

Osamu berjalan disamping atsumu sambil memegang onigiri yang ia buat. Sesekali melirik atsumu yang sudah tak hidup. Osamu memutar bola malas ke arah kekanan. Ia menemukan [y/n] berjalan dengan sangat lambat.

'kenapa jalannya seperti orang pincang? ' batin osamu. Osamu tetap diam di tempat. Dan tetap menolehkan kepalanya kesebelah kiri.

"samu... Dia tak datang ke jembatan... " hening. Merasa tak dijawab kembaran, atsumu berbalik. Ia menatap malas osamu yang masik setia menengok ke kiri.

"samu~~ kau jahat! " atsumu bersedekap dada ngambek. "emang liat apa sih?! Kok gak ndengerin aku curhat?! " atsumu berlari kecil ke arah osamu. "liat apasih? " atsumu bertanya kembali.

"kayaknya aku liat hantu deh.. Dia pucet. Mana rambut [h/c] nya lurus panjang banget gitu. " osamu dengan wajah datar, tatapan kosong. Gak minat, tapi takut. Atsumu  mendengar kata '[h/c]' langsung menolehkan kepalanya dan melihat arah mata osamu.

Atsumu menemukannya. Dia, yang membuatnya ingin merengkuh tubuh kurus lemah itu, dan memberinya kehangatan.

Dengan wajah semringah bahagia, atsumu berteriak.

"[y/n] CHAAAANNNN!!! " seluruh atensi murid murid yang baru datang pun berubah ke atsumu. Tak terkecuali dirimu.

Dirimu yang memang tak menyukai keramaian langsung berlari sambil meringis menahan sakit di belakang lutut.

Atsumu yang sadar kau kabur, langsung mengejarmu. "CHOTTO MATTE! JANGAN KABUR! "

Keadaan saat ini ricuh oleh bisikan bisikan orang orang sirik

'miya senpai mengenal dia? '

'dia siapa? '

'dari keliatannya dia kekurangan gizi'

'apa cantiknya dia? Sok ke ganjenan'

'haha, dia nerd! '

Osamu bungkam. Ternyata benar 'dia'.

"cih, kenapa malah jalang pembunuh itu?! Ah! Itu ada miya kun! "

"ohayo!  Miya kun! " perempuan berambut pendek, bersurai pirang dengan warna pink dibawahnya. osamu menolehkan kepalanya. Osamu berusaha menahan debaran di hatinya "hm.. Ohayou,  Nanami"

"hari ini ada tugas loh... Apa kau sudah mengerjakannya? "

Osamu berpikir sejenak. "memangnya ada tugas? "

Wanita yang diketahui bernama Nanami itu tertawa lembut. "ada loh! Kimia! " mata lebar milik Nanami menatap Osamu. Tubuh mungilnya, menambah keimutannya. "oh, sou" osamu tak tau apa ingin bicara apa lagi. "memangnya ada murid yang bernama [y/n] ya? "

Nanami menoleh. "eh? [y/n]? Aku pernah mendengarnya. Kalau tidak salah, dia murid ranking satu lohh! Hebat ya! Kaya.... "

"kaya?"

".....kaya Atsumu san! " nanami menunjukan senyum manis miliknya.

'aku akan mencobanya perlahan'

🦊🦊🦊


"hosh.. Hosh... Sial, dia kenapa ada disini?! " lutut [y/n] bertambah sakit. Memar ada di mana mana, kini mulai bertambah.

"[y/n] chan!!! "

"cih, kenapa dia malah kesini? " kepala [y/n] menengok dengan cepat kekanan. Ia tak menemukan tanda tanda ada atsumu.

"[y/n] chan! Kenapa aku lari?!" atsumu tiba tiba muncul tepat di belakang [y/n].

[y/n] kaget setengah mati. Hampir ia berteriak.

"kenapa kau Mengejarku? "

"untuk apa? Ya... 'kan aku ini temen kamu tau!! Aku juga suka sama kamu!!" atsumu berkata tanpa sadar.

Iris [e/c] milik [y/n] melebar. "eh? "

Atsumu salah tingkah, pipinya merona tipis. "e-e-eeettoooo.....aanooo"

[y/n] mendekat ke arah atsumu. Ia sedikit menunduk. "apakah iya? " kaya [y/n] memastikan

Atsumu semakin gelagapan. Menghela napas pasrah, tangan kanan digunakan untuk menggaruk kepala belakang canggung. "i–iya, a–aku suka kamu... Mau jadi pacar aku?? " atsumu menatap [y/n] penuh harapan jika gadis didepannya itu menjawab 'ya'.

[y/n] diam. Wajah atasnya menggelap saat menunduk . [y/n] menatap atsumu datar. "maaf, aku punya trauma karna wajahmu. "

Atsumu menganga. "kenapa? Memang? Ada orang yang mirip diriku? Aku ini satu satunya orang tampan disekolah ini?! "

"jika tampan, masih ada yang lain. Ace tim basket juga tampan dan pintar. Kita senpai juga tampan bukan? " [y/n] menatap polos ke atsumu.

"kalau wajah.... Kau mirip...." [y/n] menggantungkan kalimatnya

"siapa? " atsumu menatap [y/n]

"ayahku. "

"ayah mu siapa? "

[y/n] membuka tasnya, menunjukan sebuah foto.

[y/n] membuka tasnya, menunjukan sebuah foto

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"ini ayahku. "

"..."

"..."

"kayanya waktu kamu pulang, aku ikut ya? "

"eh? "

Bittersweet Memories || Miya Atsumu [hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang