• My Cute Neighbor • Part 2 •

673 95 19
                                    

Malam hari pun tiba. Beomgyu menatap jam dindingnya yang menunjukkan pukul 18.30. Beomgyu pun keluar dari kamarnya untuk mengambil susu rasa pisang di kulkas. Tiba-tiba saja sang ibu menghampiri Beomgyu. "Beomgyu-ah, aku harus keluar sebentar untuk membeli sayur. Aku tidak tahu kalau ternyata sayur yang aku butuhkan sudah habis." Beomgyu pun mengangguk kepada ibunya. Sang ibu pun pergi keluar sambil membawa tas belanja.

Beomgyu pun masuk ke kamarnya lagi dan meletakkan susu pisang tersebut di atas nakasnya. Ia bercermin sebentar sambil merapikan rambutnya. Ia pun keluar dari kamar dan menuju ke pintu rumahnya.

Sesampainya di luar rumah, ia melihat Huening yang baru saja keluar dari rumahnya. Beomgyu sedikit terkejut ketika ia melihat Huening yang mengenakan jaket berwarna biru muda yang ia berikan tadi pagi. "Kau telat," kata Beomgyu dengan wajah datar. Huening pun terkejut, ia menatap Beomgyu dan langsung meminta maaf.

Beomgyu malah tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Ayo, masuk dulu." Beomgyu berjalan masuk ke rumahnya. Huening pun mengikuti Beomgyu dari belakang.

"Oh, Lucu sekali!" Huening menunjuk ke arah seekor burung beo berwarna hijau yang sedang bertengger di sangkarnya. Wajahnya Huening terlihat sangat senang. Beomgyu pun menatap Huening sambil tersenyum. "Namanya Toto."
"Toto? Nama yang imut," jawab Huening sambil tersenyum lebar. Beomgyu pun melepas sendalnya di teras dan berjalan masuk ke dalam rumah. Huening langsung mengikuti Beomgyu dari belakang.

"Oh iya, siapa namamu?" tanya Beomgyu pada Huening.
"Namaku Huening Kai, kau boleh memanggilku Huening." Huening tersenyum.
"Namaku Choi Beomgyu. Umurku 21 tahun." Beomgyu tertawa kecil. Huening ikut tertawa kecil, walau sebenarnya ia tak tahu apa yang lucu.

Beomgyu membuka pintu kamarnya dan menatap Huening.
"Kau mau bermain game?" tanya Beomgyu.
"Bo-boleh," jawab Huening.

***

"Ini, minumlah." Beomgyu memberikan sekotak susu rasa stroberi kepada Huening. Huening pun mengambil susu tersebut dan berterimakasih kepada Beomgyu. Beomgyu duduk di sebelah Huening dan menatap Huening. "Siapa tadi namamu? Wooning? Hwaning?" tanya Beomgyu.
"Huening," jawab Huening sambil tertawa kecil. Beomgyu pun mengangguk pelan. "Jaketnya cocok untukmu. Ternyata aku tak salah pil- maksudku, ibuku tak salah pilih."
Huening pun tersenyum ke arah Beomgyu. "Jaket ini sangat bagus. Aku menyukainya," kata Huening.
"Benarkah? Bagus kalau begitu," lanjut Beomgyu.
"Iya, hehe." Mereka berdua sekarang terdiam. Mereka berdua terlihat sangat awkward.

Suasana pun hening selama beberapa detik. Akhirnya Beomgyu bertanya kepada Huening, "Berapa umurmu?"
"Dua puluh," jawab Huening.
"Ah, jadi kau harus memanggilku hyung mulai sekarang." Beomgyu menatap Huening dan tertawa.
"Omong-omong, ibumu ke mana?" tanya Huening karena dari tadi ia tak melihat ibunya Beomgyu. "Ah, eomma sedang membeli sayuran." Huening pun mengangguk pelan kepada Beomgyu.
"Ayo bermain game," lanjut Beomgyu. Mereka pun akhirnya bermain game sambil menunggu sang ibu pulang.

Setelah 25 menit bermain game, ibu Beomgyu akhirnya pulang dan memanggil Beomgyu dari luar kamar. Beomgyu dan Huening pun langsung keluar dari kamar. Beomgyu membantu ibunya, ia membawa masuk sayur-sayuran yang dibeli ibunya ke dapur.

"Nak, siapa namamu?" tanya ibu Beomgyu pada Huening.
"Huening Kai. Kalian bisa memanggilku Huening saja."
"Ah, Huening. Apakah Beomgyu galak padamu? Dia tidak menyuruhmu melakukan hal aneh-aneh kan? Bukankah dia aneh?" tanya sang ibu dengan nada meledek. Beomgyu pun menatap ibunya dan berkata, "Eomma, mana mungkin aku seperti itu. Eomma ini ada-ada saja." Beomgyu cemberut.
Huening pun tertawa dan menjawab pertanyaan dari ibu Beomgyu. "Tidak, tante. Beomgyu Hyung baik padaku. Dia memberiku susu stroberi."
"Hyung? Oh, jadi kau lebih muda dari Beomgyu, ya," kata sang ibu. Huening mengangguk.

My Cute Neighbor (BeomKai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang