1997ー, "kita nggak tau siapa yang udah bunuh dia!"
...
terlalu banyak hal terjadi akhir-akhir ini. mulai dari teror surat kaleng yang diterima seorang gadis padahal baru saja mendapat pacar, kapten futsal yang tiba-tiba jatuh di tangga hingga kakiny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
sabtu, 15 februari
i; kabar buruk
eunwoo berjalan menuju meja makan. di sana, ia melihat sang ibu yang sedang memotong-motong sayuran dan berdiri membelakanginya. pemuda itu menarik salah satu kursi kemudian duduk. diambilnya sebuah gelas kemudian ia menuang air putih dari teko yang ada di atas meja.
"ayah mana? apa sudah duluan jogging?" eunwoo membuka percakapan.
"pagi-pagi sudah berangkat. katanya ada kasus," jawab sang ibu tenang.
"kasus apa? perampokan? begal?" tanya eunwoo sambil menyebutkan beberapa tindak kejahatan yang sering ia dengar dari sang ayah akhir-akhir ini.
pasalnya ayah eunwoo adalah seorang polisi penyidik, maka tak heran jika pria itu sering menceritakan tentang pekerjaannya kepada putra tunggalnya. berulangkali sang ayah juga menanyakan dan mengajak eunwoo untuk masuk ke jurusan kuliah yang berhubungan dengan pekerjaannya itu, namun eunwoo tidak mau.
ayahnya juga sering memuji eunwoo yang kadangkala membantunya menyelidiki kasus dengan kemampuan analisis eunwoo, namun lagi-lagi eunwoo tidak mau.
sederhananya, ayah eunwoo ingin eunwoo menjadi penyidik di kepolisian atau lebih sederhana—dan sebutan lucunya—lagi, ayah eunwoo ingin ia menjadi detektif.
alasan eunwoo menolak itu simpel, ia tidak mau membuang-buang waktu tiga tahunnya di sma yaitu mempelajari berbagai macam nama latin hewan dan tumbuhan, hukum archimedes dan sebangsanya, bahkan puluhan unsur dan senyawa kimia kalau ujung-ujungnya saat kuliah ia masuk ke soshum.
wanita yang eunwoo panggil 'mama' itu berjalan mendekat kemudian menarik kursi dan duduk berhadapan dengan sang putra.
"semalam kamu habis dari bougenville residence, kan?" kedua netra wanita itu memerhatikan eunwoo lamat-lamat.
eunwoo meletakkan gelasnya dengan santai kemudian berkata, "iya, ma."
"perumahan yang akhir-akhir ini sering ada perampokan itu kan?"
"iya ma..."
"ada mayat ditemuin di rumah nomor 14..."
kedua netra eunwoo sontak membulat. napasnya tercekat.
"... cewek, masih remaja. meninggalnya karena tenggelam. kata ayah itu mungkin kecelakaan karena mergokin maling soalnya ada pintu belakang yang kebuka dan rumah itu besar ba—"
BRRRAAKKK
eunwoo bangkit. digebraknya meja makan yang tak bersalah itu dengan cukup keras.
"HAH? MAMA BERCANDA?!"
wanita itu menggeleng, "nggak lah. ayah sebelum berangkat tadi bilang gitu."