Y/n sedang berada di balkon rumah mewahnya, rumahnya yang mewah dan tinggi membuatnya merasa senang bisa melihat pemandangan dari atas. Sapuan angin membuat burung-burung berkicau dengan semangat. Dengan sesekali y/n memejamkan mata dan menghirup udara pagi yang bersih ini.
Disaat y/n membuka matanya, tidak sengaja memori 3 tahun silam melewati pikirannya. "I miss u mom." y/n bergumam lembut dengan senyum tipisnya.
Apa yang terjadi 3 tahun silam? Kejadian yang sangat membuat y/n hancur dan hampir putus asa untuk hidup, mamanya pergi untuk selama-lamanya. Sekarang hanya ayahnya yang selalu menemani y/n.
Seseorang menepuk bahu y/n sontak membuatnya berteriak dan membalikkan badan.
"kamu kenapa sayang?"
"ehm.... Ng-gak kok yah."
Lega sekali y/n setelah tau bahwa itu adalah ayahnya, dia kira itu hantu atau setan.
Ayah y/n tersenyum kepada y/n sembari mengelus puncak kepala anak kesayangannya ini. "Kamu lupa ya? Ayah belum minum kopi pagi ini, kamu gamau bikinin ayah kopi hm?"
"hah? Oh iya lupa hehe, aku bikinin dulu ya yah, tunggu sini."
"gulanya jangan banyak-banyak ya."
"siap bos." cengiran dari y/n membuat ayahnya terkekeh dan mencubit pipi y/n sekilas kemudian y/n ke dapur untuk membuat kopi.
Sebenarnya ayahnya tidak benar-benar menginginkan secangkir kopi, ia hanya tidak suka anak kesayangannya lama berada di balkon. Karena beliau tau jika y/n terus-terusan di balkon, y/n akan menangis. Itu yang membuat ayahnya tidak suka hal itu.
Kenapa ia menangis? Hatinya sangat lembut, ia tidak akan bisa melupakan seseorang yang sangat ia sayang. Terutama mamanya. Perempuan paling berarti yang sudah membawa y/n di dunia ini. Jika ia sendiri, maka ia akan menangis mengingat kejadian itu.
Tidak sengaja ayah menemukan selembar kertas di bawah tepat di samping kaki kursi di bagian kiri, dengan cepat ayah mengambil kertas itu dan membacanya. Ayah sangat terkejut dengan apa yang di tulis di kertas itu. Belum selesai ayah membacanya, y/n sudah datang dengan secangkir kopi panas yang di bawanya.
"ayah... Aku datang."
Y/n yang melihat ayahnya panik langsung bertanya, "kenapa ayah?"
Ayah hanya menggeleng dan menyruput kopinya.
Di tengah-tengah keheningan, ayah membuka suara.
"ayah mau tanya sesuatu sama kamu, boleh?""mau nanya apa yah?" jawabnya dengan serius.
"kamu masih punya keinginan?"
Mata y/n menghadap ke atas untuk memikirkan apa keinginan yang ia tulis waktu itu. "ehm... Masih yah, emangnya kenapa?"
"sini duduk samping ayah." ucapnya sambil menepuk kursi sebelahnya.
Y/n masih bingung apa yang di maksud ayahnya, tetapi ia tidak terlalu menghiraukan hal itu. Sekarang y/n sudah duduk di kursi samping ayahnya. "kenapa yah?"
Ayah tersenyum sembari mengusap rambut pirang milik y/n.
"kamu ingat pesan mama waktu itu?" ayah menghembuskan nafas sejenak, "pesan tiga tahun yang lalu." lanjutnya."ayah tau? Bagaimana ayah bisa tau?"
Dengan yakin ayah menjawab, "ayah tau segalanya tentang kamu. Yaudah ayah ke teras dulu ya. Bye cantik."
Y/n tersenyum sekilas dan berlalu meninggalkan balkon.
Sekarang y/n sudah berada di kamarnya, ia mulai membuka laptop dan menscroll beberapa koleksi videonya. Ia sangat suka menonton drakor, emosinya sangat kuat hingga terkadang membuatnya menangis.
Sembari menangkup dagunya di depan laptop, y/n memikirkan sesuatu. Apa yang harus dia lakukan untuk hidup? Bahkan y/n tidak pernah mengenal seorang laki-laki. Tiba-tiba ia ingin sekali merasakan rasa cinta dari seorang pasangan. Umur y/n sudah 17 tahun. Ia tau bahwa di umurnya yang sekarang sangatlah wajar untuk menjalin hubungan.
Otak y/n berputar untuk mengingat keinginan mamanya waktu itu. Tiba-tiba ia teringat tentang kertas itu, "dimana kertasnya? Itu kan kertas dari mama." raut wajahnya terlihat panik. Dengan segera ia kembali ke balkon untuk mencari selembar kertas itu.
Namun hasilnya fail, y/n tidak melihat kertas yang ia cari. Dimana kertasnya? "ayah... Tadi aku di balkon sama ayah, apa aku tanya ayah aja ya."
'tak tak tak'
Y/n berjalan dengan sedikit berlari menuruni tangga rumahnya dan menuju teras seperti apa yang di bilang oleh ayahnya bahwa ayah berada di teras sekarang.
Ayah yang melihat y/n ingin menghampirinya segera bertanya kepada putrinya itu, "kamu kenapa kesini sayang?"
Entah apa yang harus y/n katakan kepada ayahnya, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia gugup untuk bertanya, "ehm... Aku mau nanya sesuatu ke ayah, tapi.."
"tapi apa? Kertas ini?" bahkan y/n brlum bertanya, namun ayahnya sudah bisa menjawab.
"ayah tau? Ayah yang ngambil?"
Kertas itu ia kasih ke putrinya dengan lipatan yang sangat rapi, "jaga kertas ini, jangan sampai hilang." bisik ayah kepada y/n.
"ayah sudah membacanya?" menatap sendu ayahnya, y/n memberanikan diri untuk memastikan bahwa ayahnya sudah tau apa keinginannya selama bertahun-tahun ini.
Ayah mengangguk pelan, "iya ayah sudah tau."
Mata y/n berlinang dan meneteskan satu tetesan airmata, ia tidak percaya ayahnya akan mengetahui keinginan darinya, "terimakasih ayah." gumamnya.
'ternyata ayah sudah tau semua keinginan dari mama, semoga mama bisa tenang disana. Ma... Aku janji bakal turuin apa yang mama mau.' batin y/n.
___________________________________
Ini cerita pertamaku, semoga suka!
-elsie

KAMU SEDANG MEMBACA
My Destiny [jaemsung]✓
Teen FictionYou have a boyfriend who is Park Jisung. Something happened to make your memory damaged. You found a replacement for a Na Jaemin. In the middle of your relationship, you accidentally remember what happened to you. And finally...... Read it first!!! ...