Chapter 18 : Cunning Plan

343 38 1
                                    

Assalamualaikum gaes...

Yang penasaran dengan melanjutkan TFWY langsung cusss gaess 😆😆

Eits... Jangan lupa tandai yang typo ya 😉😉



Happy reading 💕

———🍀———

Melihat replika putranya saat masih kecil hati Sarah terenyuh dengan tangan bergetar dan mata yang tak berhenti meneteskan air mata menyentuh wajah mungil yang sedang menatapnya bingung.

Mata bulat Edzard mengerjab bingung melihat wanita di depannya itu. Bocah mungil itu memiringkan wajahnya polos.

"Who are you?."

Sarah tersenyum mendengar pertanyaan lugu cucunya. "I'am the mom of your daddy."

"You mean my Daddy? Thats mean you are my grandma?." Tanya Edzard berbinar-binar yang mengangguk.

Edzard menatap Milla dengan senyum lebarnya. "Ternyata Ed punya grandma, I'am very happy mommy!."

Melihat Edzard yang begitu bahagia memeluk Sarah membuat semuanya tersenyum penuh haru. Olivia dan Bastian pun ikut antusias bertanya dan memeluk bocah menggemaskan itu.

Bastian menyerahkan beberapa paper bag kepada Edzard. "This is for you Ed.."

"Woahh banyak banget uncle Bas! Ini bener semuanya buat Ed?." Edzard berseru kagum saat membuka satu persatu paper bag yang ternyata isi nya mainan.

"Sure! Sekarang ini semua punya Ed." Olivia mengancak gemas rambut keponakannya itu.

"Thank you aunty cantik!."

Bastian memicingkan matanya mendengar pujian ponakan kecilnya itu. "Ck! Jangan menggoda istri uncle Edzard."

Yang di peringati tidak peduli malah Edzard dengan sengaja mencium pipi Olivia memanasi uncle nya itu yang tentu saja membuat Bastian geram.

"Hey don't touch my wife, bocah!."

Lagi-lagi tingkah jahil Edzard membuat Bastian yang menjadi korban mengeram kesal. Bastian yang biasanya irit bicara dan paling malas meladani lawan bicara mendadak cerewet, keduanya saling ngotot memperebutkan Olivia.

Melihat pemandangan yang penuh kehangatan antara mereka membuat Milla sadar dalam diam nya Edzard menginginkan keluarga yang utuh. Milla pikir mereka tidak akan menerima putranya ternyata dugaannya salah besar mereka justru menyambut hangat Edzard. Apa sekarang dia bisa memberikan kesempatan kedua?

"Apapun yang mbak pikiran, dika harap itu adalah hal yang terbaik dan bisa membuat mbak bahagia." Dika menggenggam tangan Milla dan tersenyum tipis.

Milla membalas tatapan Dika yang terlihat ragu-ragu. "Itu cukup sulit  dika, mbak masih butuh waktu untuk menerima semuanya."

"Dika mengerti, apapun yang terjadi mbak gak usah khawatir dika bakal dukung apapun keputusan mbak."

Milla menghela nafasnya lalu tersenyum tipis. "Bagi mbak kebahagiaan Ed akan selalu jadi yang utama."

TRAPPED FATED WITH YOU!  ( Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang