pluem menatap dinding seng yang melingkari tanah lapang di seberang rumah. dari frank, pluem tahu jika rumah yang memiliki banyak cerita untuk pluem itu sudah dirubuhkan minggu lalu, dan rencana nya akan di bangun ulang.
pemilik lama akhirnya menemukan orang yang mau membeli rumah yang sudah lama di tinggalkan itu. dan dalam waktu satu tahun kedepan, sebuah rumah baru yang bentuk nya berbeda akan berdiri di sana.
pluem tidak tahu harus lega atau tidak saat mendengar berita mengenai hal ini. di satu sisi, pluem berusaha menghindari menatap bangunan itu dan pergi jauh untuk sedikit melupakan rasa berat di dasar hatinya. dengan adanya bangunan baru menggantikan rumah mild, sedikit memberikan kelegaan karena pluem tidak selalu harus memalingkan wajah ketika pulang ke rumah.
meski sudah lama berlalu, sampai saat ini pluem masih juga belum berani untuk menatap langsung tempat yang menyimpan banyak cerita baginya itu.
namun saat menyadari bahwa kenangan akan mild juga akan hilang bersama rumah itu, membuat rasa bersalah dalam diri pluem semakin bertambah.
"ngapain kak, kok bengong di depan. pulang bukannya langsung masuk rumah" kata frank yang entah sejak kapan berada di belakang nya
"nggak" jawab pluem kemudian meraih tasnya dari kursi penumpang
menutup pintu mobil, pluem menghampiri frank yang berdiri di ambang pintu dengan sebuah es krim di tangan
"jam segini makan es, mom nggak marah apa? bentar lagi makan malam"
"selama mom nggak tahu kan nggak papa" jawab frank santai "ini kakak pulang berarti besok ikut ke rumah kakek nih?"
"nggak, aku jaga rumah"
"lha?!"
"banyak tugas, nih kubawa sekalian"
"lha ngapain kalau gitu pulang, mending ngerjain di kos an kan"
"daripada mom ribut mulu. si drake jadi ikut besok?"
"ikut, biar kenal sama yang lain. kakek udah nanyain, penasaran sama drake"
"hmm"
pluem kembali berpaling menatap deretan seng yang menutupi tanah lapang di seberang rumahnya.
melihat kemana pandangan pluem, frank ikut memperhatikan. matahari senja tampak berbeda tanpa adanya siluet megah yang menghalangi.
"katanya nanti akhir tahun baru akan mulai di bangun. serah terima nya udah sih, yang beli temannya dad tapi orangnya masih di luar kota, belum sempat ngurusin ke sini. cuma kata dad ntar yang pegang proyek nya om tul"
"kok kamu tahu?"
"kemarin om tul ke sini, ngobrol masalah itu sama dad"
"semua? dari desain sampai interior nya?"
"iya kali, frank sempat dengar dad lagi nego harga sama om tul soalnya. kayaknya dad yang dimintain tolong buat ngurus dulu sama temannya"
"siapa?"
"nggak tahu, frank nggak kenal. belum pernah lihat juga. kata mom teman dad ini udah pindah sejak frank belum lahir. sempat balik tapi cuma sebentar doang dan nggak ketemuan sama dad. ah tapi, kata mom sih kak pluem pernah ketemu waktu kecil"
"waktu kecil itu kapan?"
"ta~u, sebelum frank lahir yang jelas"
"umur segitu mana masih ingat"
frank hanya menggerakkan bahunya tidak peduli.
"frank, ngapain kamu di depan?"
suara new terdengar dari bagian dalam, membuat frank segera menghabiskan es krim di tangannya dan menyembunyikan bungkus nya saat melihat new berjalan menghampiri mereka

KAMU SEDANG MEMBACA
the kid ship ~ 暗闇からの音
Fiksi Penggemar⚠ trigger warning for mental illness issue ⚠ pluem always back to that day. a day when everything become empty, dark and full of voices who shouting out his name. while fiat, his best friend got annoyed by a certain senior who just come back from t...