[FOLLOW ME BEFORE READ! VOTE AND COMMENT]
Mereka yang sama- sama seorang pemimpin, bertemu karna rencana orang tua mereka. Tapi mana kita tahu bagaimana jalan cerita cinta mereka hingga akhir.
Start :/ 22 september 2020
End :/ 22 maret 2021
Cerita...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~~
Dor
Dor
Bughh
Bughh
Empat puluh lima orang hanya melawan Jeno dan Jaemin. Dari jumlah seharusnya kedua nya sudah kalah sejak awal apa lagi lawan nya memiliki senjata semua. Namun keberuntungan kembali memihak mereka, karna empat puluh orang itu hanyalah orang- orang amatir dalam hal semacam ini.
Dan pemimpin mereka adalah seorang paruh baya, yang sedang berdiri bersama seseorang di samping nya, dan dua body guard yang melindungi dua orang itu.
Bughh
Tapi lagi- lagi keberuntungan kembali berpihak kepada Jeno dan Jaemin mungkin, dua bodyguard itu dengan mudah nya mati saat Jaemin menggoreskan ke leher keduanya.
Segera Jaemin mengunci pergerakan yang Jaemin pikir adalah anak dari pemimpin mereka semua.
"Untuk apa kalian mengganggu acara kencan ku bersama kekasih ku" ucap Jaemin sambil mengunci leher orang itu dengan tangan nya.
Namun orang itu tetap memberontak, seperti nya dia lebih muda dari Jaemin karna tubuhnya sedikit lebih kecil. Tapi Renjun lebih kecil dari Jaemin tapi dia lebih tua, ah sudah lah.
Karna terus memberontak Jaemin menggores tipis lengan laki- laki itu, membuatnya dia karna merasakan sakit di tangannya.
"Jawab pertanyaan ku" ucap Jaemin tegas.
Dugh
Jeno menendang laki- laki paruh baya itu, membuatnya berjongkok dihadapan Jaemin.
Jeno menyerahkan tali kepada Jaemin, untuk mengikat orang itu, begitu pun dengan Jeno, ia mengikat laki- laki paruh baya itu. Mulut mereka di sumpal dengan sapu tangan penuh darah.
"Hubungi seseorang" ucap Jeno. Jaemin mulai mengutak atik ponselnya untuk menghubungi teman- temannya, atau anak buahnya. Namun hasilnya nihil.
"Tidak bisa" ucap Jaemin dengan sedikit gelengan.
"Hubungi daddy atau papa Na, kalau masih tidak di angkat baru kita hubungi pemilik tanah ini" ucap Jeno.
Jaemin segera menghubungi papa nya, suara dering berbunyi, dan Gotcha—
"Hallo Nana, ada apa sayang?" Tanya Winwin dari seberang sana.
"Papa ada siapa saja di sana?" Alih- alih menjawab Jaemin malah balik menanya.
"Ada Papa dan Daddy, uncle John dan uncle Ten, papa dan Daddy nya Jeno. Ada apa sayang?" Jawab Winwin dan kembali mengulang pertanyaan nya.