Chapter 31. Rencana Berlibur

148 14 0
                                    

Aku memiringkan kepala melihat mereka dengan heran. "Berlibur? Kemana?"

Entah mengapa, mereka semua malah tersenyum, terutama Viani. Senyumannya adalah yang paling mencolok di antara yang lain. Bukan bermaksud jelek atau bagaimana, emtah bagaimana senyumannya adalah yang paling indah. Walau itu indah, senyuman itu seakan menyiratkan sesuatu. Seakan ada yang disembunyikan olehnya.

"I-SE-KAI!!" jawab mereka dengan semangat meledak-ledak.

"Hah?"

Isekai? Yang benar saja. Memangnya ada dunia lain selain dunia ini?

Aku menertawakan perkataan meraka dalam hatiku. Jujur saja, menurutku itu tidaklah masuk akal. Isekai hanya ada di anime-anime. Itu bukanlah kenyataan. Bedakan khayalan dengan kenyataan.

Eh, tunggu sebentar! Dunia bawah bukannya termasuk isekai?

Benar juga. Kalau dipikir-pikir, dunia bawah merupakan dunia lain. Viani mengatakan padaku kalau dunia bawah dan neraka itu berbeda. Neraka adalah tempat penghukuman para pendosa, penjaganya merupakan iblis bernama Belial. Sedangkan dunia bawah sama seperti dunia yang kutinggali. Bedanya, dunia bawah merupakan tempat tinggal bagi tujuh miliar lebih iblis.

Jika dunia bawah merupakan isekai atau dunia lain, maka tidak menutup kemungkinan ada dunia lain yang penuh dengan sihir. Itu pasti sangatlah menakjubkan. Pastilah keren jika diriku memiliki sihir yang dapat menghancurkan dunia, layaknya anime-anime. Lagipula, ke isekai sudah seperti mimpi saja bagi penyuka anime sepertiku.

"Kita akan berlibur ke sebuah dunia bernama Hebell!" jawab Bella dengan penuh semangat.

"Hebell?"

Nama dunia yang buruk. Siapapun yang menamai dunia itu pasti memiliki selera yang sangat buruk dalam hal penamaan. Kalau saja aku diberi kesempatan untuk menamai sebuah dunia, aku akan menamainya dengan sesuatu yang keren. Misalnya 'Vector' atau sebagainya. Itu akan menambah kesan tersendiri terhadap dunia itu.

Kita singkirkan permasalahn tentang nama dunia itu, yang membuatku penasaran adalah tentang dunia itu. Apakah dunia itu sama seperti dunia famtasi atau tidak adalah hal yang sangat penting. Jika iya, aku akan mengiyakannya. Siapa tahu aku bisa seperti karakter utama dalam anime isekai. Jika tidak, aku akan menolaknya mentah-mentah dan lebih memilih untuk berbaring di rumah sembari marathon anime.

Viani menganggukan kepalanya menanggapi perkataanku. "Hebell merupakan sebuah dunia yang penuh dengan manusia yang telah mencapai ranah pahlawan sejati. Kalau kiga meminjam istilah anime, Hebell merupakan dunia para Yuusha."

Pahlawan sejati? Yuusha?

Aku terdiam sesaa sembari membayangkan bagaimana dunia itu. Itu pastilah dunia dengan orang-orang yang memiliki kekuatan luar biasa. Pasti di sana ada seorang pahlawan yang overpower. Mungkin itu adalah pahlawan perisai, atau pahlawan yang terlalu berhati-hati. Mungkin juga ada pahlawan yang bisa memainkan waktu seperti pahlawan di anime slime. Itu pastilah sangat keren.

Eh! Tunggu sebentar!

Jika itu adalah dunia yang berisi para pahlawan, maka seluruh penduduknya merupakan pahlawan yang overpower. Dari yang kutahu dari anime, pahlawan merupakan musuh alami dari raja iblis. Jika aku ke sana, bukankah sama saja aku memasuki kandang singa? Itu bukan berarti aku sudah menerima diriku sebagai raja iblis atau bukan, namun tetap saja itu mengerikan. Bagaimana jika aku dibunuh ketika baru menginjakan kaki di dunia itu.

"Bukankah pahlawan itu musuh raja iblis?" Aku menanyakan itu untuk memastikan kekhawatiranku. Jika kekhawatiranku ternyata benar, mungkin aku harus mengurungkan niat untuk pergi ke dunia para pahlawan sejati itu. Aku masih menyayangi nyawaku.

"Seperti yang anda katakan, Tuan. Namun kali ini, Hebell sedang melakukan pertukaran pelajar dengan dunia ini. Kita bisa masuk ke sana sebagai pelajar dari Bumi. Karena kita saat ini dalam wujud manusia, itu tidak akan menjadi ancaman bagi kita. Jadi jangan khawatirkan itu, Tuan," jawab Tania dengan sangat sopan. Aku tidak pernah menyangka kalau Tania yang nampak seperti anak-anak akan bersikap sangat sopan.

Jadi begitu. Karena aku adalah manusia dan tidak memiliki kekautan apapun, itu bukanlah ancaman terhadap siapapun. Aku masih bisa melihat para pahlawan tanpa perlu khawatir tentang apapun. Aku juga mungkin bisa menjadi pahlawan sejati seperti anime. Tidak, aku adalah raja iblis. Jadi tidak mungkin untuk menjadi pahlawan sejati.

Tunggu! Dalam anime slime, ada pahlawan sejati yang menjadi raja iblis. Seharusnya itu memungkinkan untuk raja iblis menjadi pahlawan sejati. Jika itu tidak mungkin, aku akan membuatnya menjadi mungkin. Tidak, aku akan mewujudkan itu.

"Apakah itu adalah dunia yang penuh dengan sihir?" tanyaku yang mulai tertarik untuk pergi.

Kali ini, Desi menganggukan kepalanya beberapa kali. Ia nampak tersenyum senang ketika aku menanyakan itu. "Dunia itu penub dengan sihir. Itu adalah dunia yang pas untuk mendapatkan kekuatan anda kembali."

Memikirkan akan pergi ke dunia yang penuh dengan sihir membuatku sangat bersemangat. Aku membayangkan diriku sendiri mengenakan zirah dengan pedang yang bercahaya. Lalu, di dunia itu aku akan membunuh para monster dan menjadi yang terkuat. Bukan itu saja, aku akan belajar sihir dan membuat sihir yang dapat menghancurkan alam semesta. Bahkan, aku sudah memikirkan tentang nama sihir itu. Itu pastilah sangat keren.

"Hmm. Jadi begitu, ya. Kalau begitu, aku akan pergi!"

Ketika aku mengatakan itu, mereka langsung kegembira dan pergi meninggalkanku. Walau aku membenci mereka, mereka selalu membantuku dalam banyak hal. Aku harus bisa memaafkan mereka. Aku tidak boleh terus membenci hanya karena masalah sepele.

"Kalau begitu, besok kita akan pergi ke Hebell!" ujar keempat wanita itu dengan semangat yang meledak-ledak. Mereka mengatakan itu dari kamar mereka yang terletak di lantai dunia.

Aku mengembuskan napasnya dan tersenyum melihat tingkah laku mereka. Walau mereka adalah iblis, mereka cukup baik. Bahkan aku mulai menganggap kalau mereka bukanlah iblis. Aku mulai menganggap mereka sebagai manusia. Mau bagaimanapun, penampilan mereka memang mirip dengan manusia. Bahkan, aku tidak bisa membedakan mereka semua dengan manusia lainnya.

"Yuusha, ya? Bakal ketemu sama pahlawan perisai ngga ya?" gumamku memikirkan kembali dunia para pahlawan sejati itu.

Memikirkan itu, aku menjadi tidak sabar untuk ke sana. Rasanya, aku ingin mempercepat waktu hingga besok tiba.  Karena dunia yang aku datangi merupakan dunia fantasi. Itu adalah impianku. Tentu saja aku jadi tidak sabar menantikannya. Aku harap, tidak ada hal yang mengerikan terjadi ketika aku di sana.

Aku baru menyadarinya. Hidupku perlahan malah berubah. Aku yang kehidupannya bergenre slice of life, sekarang malah menjadi isekai-fantasy. Aku berharap itu bukanlah genre dark fantasy seperti anime yang pulang dari mini market malah bertransfer ke dunia lain. Atau seperti pemain game dengan karakter tengkorak yang bertransfer ke dunia lain dan mencoba menaklukan dunia. Aku harap itu hanyalah genre fantasi penuh warna. Bila perlu, tambahkan genre harem supaya itu lebih sempurna.

Dengan begitu, liburan akhir tahunku dimulai.

Bagaimana Mungkin Aku Adalah Raja Iblis?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang