3 Misi Rahasia Nagita (4) ; SR

130 5 0
                                    


Dewi duduk di teras menunggu sang suami pulang. Laporannya ia bertemu sahabat lamanya, Wira.

Selepas mengurus rumah dan anaknya, Dewi berselonjor kaki sambil bersenandung.

Dari kejauahan dia melihat teman lamanya yang juga rival sejati sang suami. Pandu Julian Eka Putra. Teman lama yang pernah mengakui perasaannya.

"Sore Dewi."  Sapa Pandu hangat. Jelas dia sudah bisa mengikhlaskan Dewi 7 tahun lalu.

"Hai Ndu."  Pandu melirik ke dalam rumah yang agak sepi.

"Mas Wisnu belum pulang. Nanti aku sampein kamu mau ketemu dia."

Pandu hanya balas tersenyum. "Bahagia sama Wisnu?" 

Dewi mengangguk senang. Pandu yang melihatnya kembali mengulas senyum. Hatinya benar benar ikhlas jika Dewi bahagia dengan pilihannya.

Lima belas menit menunggu dalam kecanggungan. Pandu yang pertama memecah keheningan.

"Lusa aku menikah, datang ya bersama Wisnu. Dan juga titip terima kasihku ke dia. Andai dulu dia engga ngenalin calon ku ke aku."

"Selamat ya! Kamu kapan baikan dengan Mas Wisnu. Wisnu, kamu, Wira dulunya teman dekat, lho."

Pandu menggeleng, "Sulit keadaanya. Boleh aku peluk kamu yang terakhir. Mastiin kalau kamu akan bahagia sampai seterusnya."

Sayangnya tepat di belakang Pandu ada Wisnu. Lelaki itu menonjok rahang Pandu keras.

"Brengsek!"

...

Bertahun tahun waktu liburnya di habiskan bersama Sally dan keluarga. Tidak nampak kecanggungan sama sekali.

"Ya, ayo cepat kita sudah ingin berangkat."

Rencananya sabtu ini mereka ingin ke Seaworld. Tadinya ingin ke dufan atau gelanggang samudra. Tapi Ibu tidak bisa menaiki wahana dan Gita tidak bisa bertemu hewan asing.

"Sal ada yang ngetuk, bukakan!"

Sally berjalan di perhatikan Gita. Pintu di buka nampaklah Ibu pemilik rumah. 

"Eh Sally mau kemana nih. Kayaknya Rapih amat." Sally gelagapan untuk menjawab.

"Ini rumah nunggak 2 bulan kok udah bisa jalan jalan sih. Kamu kan kerja masa engga ada bantunya sih buat bayar sewa." Ucapan ibu itu manis namun menusuk. Sally jadi tak enak hati.

Di belakangnya Gita menyimak. mendengar penuturan ibu itu membuat ia mengerti.

"Sal ancol yuk sama ibu."

"emm hari ini? Harus banget ?"

"Kenapa, gabisa ya?"

"Engga, gapapa yuk."

Gita menatap Sally menyiratkan 'Jadi ini alasannya?' Dan Sally menatapnya dengan wajah meringis malu.

Gita balik kedalam dan menemui Yaya. Mengobrol tidak jelas, membiarkan Sally menyelesaikan masalahnya sendiri.

...

"Eh sebentar dompetku ketinggalan."

Gita memasuki rumah dan menuju kamar Yaya. Membuka buku yang tergeletak di kasur dan meletakkan amplop bertuliskan Keluarga yang utama.

...

"Sinta kamu mau ikut Ibu apa bapak, sayang?"

"Halah sudah cukup. Kamu berselingkuh bodoh. Apa kamu sadar apa kesalahanmu?!"

"Mas!"

"Tidak penting. Sinta cepat kemasi barang barangmu!"

"Ini pak Wira, temen bapak." 

"Sinta Bapak kamu, maaf om tidak bisa menolong."

"Ikut dengan om ya?"

"Sinta ingat wajah Ibu?" Dewi Kumalasari siapa?

"Aku habis dari makam, engga ada satupun yang tau." 

"Tante boleh ganti nama kamu?"

"Irene Nagita Sijabat, indah."

"Kak Gita!"

"Nagita apa kabar? Kayanya udah lama engga mampir kerumah?"

"Ibu ajari aku masak dong."

"Kak Gita, coba aku punya kakak kaya kamu."

"Punya Yaya aku yang bayar kak."

"Aku aja."

"Git aku kangen bapak. Terakhir kali liat bapak, ga pernah. Kata ibu, bapak orang baik"

"Aku nunggu bapak, aku marah ke ibu. Yaya di cibir. Mana tanggung jawabmu sebagai kepala keluarga!"

"Aku kangen dia."
'Dia itu aku!'
'Bapak sudah tiada Sally...'

"Maafin aku Ibu—"
"—Sally, Raya."

...

Setelah bertemu pemilik kontrakan Ibu dan melunaskan serta membayar tagihan untuk setahun kedepan. Gita pulang dengan keadaan amat sangat bahagia. Semua misinya tercapai. Meski dia ingin lagi dan lagi.

Di bukanya buku note kecil bertuliskan


3 Misi Rahasia Nagita

1. Menjadi anak yang berbakti.       | ✅
2. Menjadi kakak yang baik.             | ✅
3. Sebisa mungkin menanggung   | ✅
     tugas bapak


Mission Completed

...

Apa ini! ga nge feel bener anj

IKCL •IdolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang