03

285 72 11
                                    

PERINGATAN!!!

Cerita ini mengandung muatan dewasa dan berat seperti kekerasan, bullying, kata - kata kasar, dll. serta mengambil latar di Korea Selatan dan memuat tokoh dengan nama idol dan nama - nama orang korea, namun bukan maksud penulis untuk membuat citra buruk negara terkait di mata para pembaca.

Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut, 

TIDAK DIANJURKAN UNTUK MEMBACANYA

Jadilah pembaca yang bijak dalam memilih










[Main cast POV]

Satu minggu sudah aku jalani dengan berkutat pada buku dan lembar ujian. Hari ini adalah hari terakhir dan setelah pengumuman kenaikan kelas aku akan segera terbebas dari neraka ini. Berpindah ke tempat baru, dengan suasana baru dan kehidupan baru. Dengan memikirkannya saja aku sudah tidak sabar. Aku melangkahkan kakiku hendak pulang ke rumah. Namun sepertinya hari terakhirku di sekolah ini pun masih mendapat halangan. Aku hanya menghadapinya dengan hati yang sedikit tersenyum karena aku akan menganggap ini adalah salam perpisahan darinya lalu setelah itu aku akan menghilang dari hadapannya. 

Setelah 'salam perpisahan' yang diberikan oleh Chul Mo, aku kembali ke rumah dengan keadaan yang mengenaskan. Ia benar - benar pantas disebut sebagai iblis karena tingkahnya yang sangat menjijikan. Bagaimana bisa seorang manusia memperlakukan manusia lain seperti itu. Antara dia yang memang tidak memiliki hati ataukah aku yang memang tidak memiliki harga sebagai seorang manusia yang layak hidup saat dihadapannya. 

Mencoba ikhlas, namun sulit. Syukurlah hal ini sangat membakar semangatku untuk berubah. Untuk bermetamorfosis menjadi manusia yang lebih baik. Tidak, aku tidak boleh lemah. Jika mereka hanya akan memandangku secara fisik, maka aku tidak boleh menjadi bahan mainan di sekolahku yang baru. Tidak, tidak akan. Aku berhak untuk merasakan kebebasan di saat negaraku saja sudah merdeka bertahun - tahun lalu. 

Dengan langkah pasti, aku beranjak lari menuju bukit dekat rumahku. Melakukan olahraga yang cukup, dalam kategori berat karena aku menambah sesi dan menambah jenisnya. Hingga tak terasa malam sudah tiba. Aku harus bergegas pulang agar ibu tidak khawatir dan segera berangkat kerja part time di supermarket seperti biasanya. 

.

.

.

.

.

[Author POV]

Suara ketukan pintu tidak mampu menginterupsi kegiatan seorang gadis yang sedang asyik bermain dengan ponselnya. Karena tidak mendengar jawaban, pengetuk pintu tadi lalu memutar knopnya dan masuk ke dalam kamar begitu saja. Saat baru memasuki kamar, pengetuk pintu tadi bisa melihat bahwa gadis yang sedari tadi ia panggil sedang berkutat dengan ponselnya sembari memasang wireless earphone di kedua telinga cantiknya itu. 

Menerjang sang gadis yang sedang merebahkan diri di atas ranjang hingga sang gadis terkejut dan meronta karena tidak kuat menahan beban tubuh orang yang menindihnya. Bagaimana tidak, pria dengan berat badan 76 kg dengan tinggi badan 184 cm dan berbadan atletis itu dengan tidak sadar dirinya menindih seorang gadis berbadan mungil dengan tinggi badan 163 cm dan berat 45 kg. 

The UndergroundWhere stories live. Discover now