05

256 62 12
                                    

PERINGATAN!!!

Cerita ini mengandung muatan dewasa dan berat seperti kekerasan, bullying, kata - kata kasar, dll. serta mengambil latar di Korea Selatan dan memuat tokoh dengan nama idol dan nama - nama orang korea, namun bukan maksud penulis untuk membuat citra buruk negara terkait di mata para pembaca.

Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut, 

TIDAK DIANJURKAN UNTUK MEMBACANYA

Jadilah pembaca yang bijak dalam memilih











[Main cast POV]

Seperti apa yang dikatakan oleh tuan Yunho kemarin, di sinilah aku saat ini. Di sebuah tanah lapang di samping sebuah taman bermain sedang berolahraga mati - matian demi mengubah tampilanku saat ini. Saat sebelum pindah saja, bobot tubuhku sudah turun meskipun hanya sebesar 8 kg saja. Namun melihat perbedaan latihan yang kujalani sendiri dengan latihan yang diajarkan oleh tuan Yunho, aku semakin yakin jika bahkan sebelum mencapai 2 bulan, bobot tubuhku sudah akan mencapai taraf proporsional. 

Bagaimana tidak, sejak pukul setengah enam pagi aku sudah menunggu kedatangannya di pertigaan tempat kami bertemu sebelumnya. Kemudian ia memintaku untuk berlari menuju tanah lapang ini dengan arah memutar. Di mana seharusnya jika dari pertigaan itu kami hanya cukup berjalan sepanjang 500 m, tapi ia memintaku untuk berlari melewati jalan raya dengan arah memutar yang menjadikan jaraknya menjadi sepanjang 5 kali lipatnya. 

Belum cukup sampai disitu, ketika sampai di tanah lapang ia memintaku untuk langsung melakukan squat sebanyak 80 kali, melakukan press-up sebanyak 100 kali, plank selama 30 detik dan dilakukan berulang sebanyak 6 kali, reverse lunge sebanyak 100 kali, mengangkat beban di tangan kanan dan kiri sebanyak 75 kali dan masih banyak lagi. Latihan yang diberikan dilakukan sebanyak 3 sesi dan setiap sesi hanya diberikan waktu istirahat selama 7 menit. Selama istirahat aku hanya boleh minum air sebanyak setengah gelas dan hanya boleh makan pisang dalam satu hari ini selama aku menjalani pelatihan fisik layaknya anggota militer bersama tuan Yunho. 

Aku kadang jadi berpikir, memangnya aku ini akan dilatih sebagai seorang calon perwira atau idol yang mau debut? Aku hanya ingin menjadi seorang bocah SMA dengan tubuh normal agar tidak menerima perundungan lagi. Tapi aku tidak berani mengutarakan protes kepada tuan Yunho karena aku terlalu takut. 


"Yunho hyung? Kau kah itu?" sapa seseorang ketika kami sedang beristirahat. Ralat, sepertinya hanya aku yang sedang beristirahat karena sedari tadi tuan Yunho hanya melihatku berlatih. 

"Ne? Aah apa kau Taecyeon sang asisten instruktur militer divisi 9 Angkatan Bersenjata itu?" tanya tuan Yunho pada lelaki yang baru saja menyapanya. 

"Ne hyung, annyeonghaseyo. Oremaniya. Hyung sedang apa? Melatih seorang calon prajurit?" tanya lelaki itu dengan nada ramah. 

"Hmm? Aniya, aku hanya sedang melatih bocah gendut ini agar ia tidak bully lagi" jelas tuan Yunho pada lelaki asing tersebut. 

"Ne? Dia korban perundungan? Ckckck bocah sekarang benar - benar hanya memperhatikan fisiknya saja. Hei bocah, lain kali mintalah kepada Yunho hyung untuk mengajarkanmu bela diri karena ia yang terbaik saat itu" puji lelaki asing yang bernama Taecyeon itu. 

"Ah kau pasti bingung ya. Dia dongsaengku dulu ketika menjalani wajib militer. Ia dan aku sama - sama ditugaskan di  prajurit kelas khusus dan saat itu aku menjadi pemimpin pasukan sedangkan dia menjadi seorang asisten instruktur militer. Hebat bukan?" ujar tuan Yunho disertai pujian yang dibalas kekehan oleh lelaki itu. 

The UndergroundWhere stories live. Discover now