1997ー, "kita nggak tau siapa yang udah bunuh dia!"
...
terlalu banyak hal terjadi akhir-akhir ini. mulai dari teror surat kaleng yang diterima seorang gadis padahal baru saja mendapat pacar, kapten futsal yang tiba-tiba jatuh di tangga hingga kakiny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
rabu, 19 februari
i; kejadian tanggal sepuluh
"seokmin?" suara wanita setengah baya terdengar ke seluruh penjuru kelas. pemuda yang merasa disebut namanya pun segera bangkit dengan gelagapan.
"ya, bu?" pemuda itu terlihat kikuk.
"daripada kamu ngobrol terus sama jungkook, mendingan kamu ambilkan daftar nilai kelas ini di meja ibu di ruang guru. tolong ya?" wanita itu tersenyum tipis yang kemudian dibalas senyuman pula oleh seokmin. bedanya, seokmin senyum dengan terpaksa.
pemuda itu segera berlari kecil keluar kelas dan menuju ruang guru sambil menggerutu.
"apasi anjir, orang jungkook duluan yang ngajak gue ngobrol. ga jelas!" seokmin menendangi kerikil kecil di sekitarnya.
seokmin sudah setengah jalan lagi mencapai ruang guru. sebenarnya sih, seokmin setengah hati mau membantu guru sastra inggris itu kerena tidak terima kalau sudah dituduh. tapi apa boleh buat, lumayan juga untuk refreshing sebentar. dan saat seokmin sedang sengaja memperlambat langkahnya saat berada di koridor kelas 12, seseorang menepuk pundak seokmin cukup keras.
"anj——lah lo ngapain??!" pemuda lee itu terbelalak begitu melihat eunwoo.
"hAHH?! GILA YA?! MINGGU KEMARIN KAN JUGA BARU ULAN—" pekikan seokmin segera dihentikan oleh eunwoo karena mereka sedang berada di depan kakak kelas.
"sssssttttt!" eunwoo mendelik garang kemudian melepas tangannya yang membekap mulut seokmin.
seokmin manyun, kemudian dia mengomel sendiri. eunwoo memperhatikannya sebentar sampai terbesit ide untuk mencari tahu tentang jihyo. seokmin sahabat jihyo, jadi eunwoo merasa kalau seokmin lebih banyak tahu jihyo dibanding anak-anak yang lain.
"itu, waktu hari senin minggu lalu... kita kan dengar suara woojin yang jatuh,"
"hng, terus?"
"terus, sebelum itu kan gue nungguin lo ngambil kunci. nah, pas lo jalan ke kelas atau balik ke parkiran... lo liat orang lain gak?" tanya eunwoo pelan.
mata seokmin menyipit, kemudian berkata, "maksud lo woojin?"
"bukan, tapi jihyo."
"hah?!" seokmin menatap eunwoo dengan netra yang melebar. "e-enggak! gue gak liat si jihyo... dia kan yang pulang paling awal di antara kita bertiga,"