"Lo emang mau kuliah mana sih Lin, kok udah ribet amat" kata Rosa dipagi yang cerah ini pada Lina.
"Gue sih mau di univ swasta, gue mau cari beasiswa, makanya gue mau minta surat rekomendasi dari sekolah." Jelas Lina.
"Mau dimana Lin?" Tanyaku
"Kayaknya sih di Jogja Sa, ikut Tante gue. Lo sendiri mau kemana?" Lina balik tanya.
"Gue malah belom tau Lin, ga niat kuliah gue, ngikut Yugo ntar dia mau kemana, haha" ucapku sambil melirik Yugo yang sedang main game.
"Yaelahh, ga berpendirian banget sih Lo" ejek Rosa.
"Ya kan Go" kataku sambil menarik rambut Yugo.
"Hmmmm" jawabnya singkat.
"GOOODDDD MORRNIIINNNGGG MYYY HONNEEEYYYY ROSAAAAA" teriak Didit dari kejauhan.
Rosa buru buru nyumput di kolong meja agar tak ketauan Didit.
"Lo orang pada diem, jangan gacor gue nyumput"Didit nyamperin kita yang lagi duduk sambil nahan tawa
"Ada yang tau kekasihku Oca ngga?""Jalan kesono noh" kata Lina sambil menunjukkan jarinya keluar "kekantin"
"Okee terimakasih sahabatnya kekasihku" Didit pergi dan kayaknya dia kekantin beneran.
AHAHAHAHAHA
"Dosa Lo, didatengin pacarnya malah nyumput" kataku"Pacar pala Lo" Rosa keluar dari kolong meja dan bernafas lega.
Gue duduk disamping Yugo yang lagi asik main game.
"Pulang sekolah mau kemana?"Yugo meletakkan handphonenya dan mengarah ke gue "ke Pastoran" jawabnya
"Kok ke Pastoran lagi? Ngapain?" Tanyaku
"Biasa, ketemu Romo"
"Hmmm"
"Nanti aku anterin kamu pulang dulu, baru ke Pastoran" kata Yugo.
"Ngga usah Go, aku bisa pulang sendiri"
"Nanti marah lagi" goda Yugo
"Isss siapa yang marah, yekkk"
Batin gue bertanya tanya, ngapain Yugo akhir akhir ini sering banget ke Pastoran? Ada apa gerangan?13.00
Parkiran sekolah"Ayo Sa" ajak Yugo buat naik motornya.
"Ngga Go, aku mau ke pasar dulu beli bahan praktek" tolakku.
"Yaudah ku anter" tawarnya kekeh
"Ga usah" gue jalan ninggalin Yugo sementara Yugo ngejar gue naik motor dan jalan disamping gue
"Tuh kan marah lagi" ejeknya
"Siapa yang marah yaampun, gapapa kali, biasanya aku juga jalan kan"
"Tapi semenjak kamu jadi pacarku kan ngga pernah jalan, udahlah jangan nolak" Yugo tetap memaksa.
Iya juga sih, semenjak gue pacaran sama Yugo gue ga pernah jalan kaki ke sekolah ataupun pulang sekolah.
"ASAAAAA" Teriak suara sopran sangat kencang dibelakang gue. Suaranya nggak asing.
Gue nengok belakang dan benar saja, Rosa.
"Anterin gue beli bahan buat besok, gue ga tau, gue ga maksud" kata Rosa dengan teriakannya yang khas.
"Nah Go, ini aku sekalian pergi sama Rosa, kamu langsung ke Pastoran aja, daa" dan akhirnya gue naik motor bareng Rosa sedangkan Yugo masih terdiam ditempat.
Gue sama Rosa pergi ke pasar buat beli bahan praktek kimia besok. Sampai di pasar gue dan Rosa cari semua bahan.
"Sa capek, brenti dulu sih" eluh Rosa.
"Yaudah mau duduk mana?" Tanya ku
"Itu tuh diwarung mie ayam" kata Rosa cengar cengir
"Huu dasar,bilang aja pengen makan" geramku.
Akhirnya usai beli bahan praktek kita makan mie ayam di dalem pasar.
"Mbak mie ayam 2, satu ga pake sawi" ucap Rosa pada penjual mie ayam.
"Eh Sa, si Yugo ngapain sih kok kayaknya sering banget ke Pastoran?" Tiba tiba Rosa tanya itu ke gue."Gue juga ga tau Ros, katanya sih ngobrol sama Romo" jawabku seadanya.
"Kok gue kayak ngga yakin ya sama dia, cara ngomongnya tuh kek ada yang ditutup tutupi gitu Lo Sa"
"Ah ga mungkin Yugo boongin gue" elakku
"Ya kan itu cuma menurut penerawangan gue doang, ah elu Sa" kata Rosa sambil bergaya sok yes gitu.
"Lo kalo mau gorengan ambil aja, gue yang bayar" tawarnya"Tumben baik"
"Yaelah Lo kemana aja si, gue baek terus kali sama Lo" Rosa ngegas.
"Santai mbak jago"
Nggak lama mie ayam datang dengan kekasihnya es teh
"Ini mbak, yang satu nggak pake sawi" kata pelayan"Makasi, gue laper banget tau Sa, dari tadi pelajaran TIK"
"Yaudah sekarang makan dulu, gausah banyak ngomong, keselek Lo"
16.00
"Makasi Asa cantik, aku pulang dulu"Rosa nganterin gue sampe depan rumah.
"Daaa, ati ati"
Gue masuk rumah dengan keadaan perut super kenyang. Gue langsung mandi trus tiduran di kamar. Niatnya mau tidur, tapi kok mau merem aja susah.
Gue jadi kepikiran perkataan Rosa tadi, apa bener Yugo ada yang ditutup tutupi? Tapi apa? Kenapa kalo cuma ketemu sama Romo aja gue ga pernah boleh ikut?
Tapi kan nggak mungkin Yugo boongin gue. Ah ga tau lah, pusing gue.Dddrrrtttt dddrrrttttt dddddrrrtttt
Ada telfonPanjang umur banget si, lagi dipikirin telfon.
"Halo"
"Halo" jawabnya di seberang
"Kenapa Go?"
"Aku jangan dipikirin terus"
Deg, kaget bukan main dong gue. Kok Yugo bisa tau sih."Yeee pd kali kamu" elakku
"Hahaha" tawanya kecil seolah ia tau akan semuanya "udah mandi belum ini?"
"Udah dong, kamu?" Tanyaku balik
"Udah juga dong, udah ganteng kayak Justin Bieber gini" kata Yugo dengan gayanya yang khas
"Yaampun ini kenapa sih kamu hari ini kok percaya dirinya tinggi banget?" Tanyaku sambil tertawa
"Kenapa yaa, karena aku berkata faktanya, hahaha"
"Ihhh tuh kannn, pddddddddd, dahlah males, mau cari cowo" ucapku
"Iya iya sana cari aja cowo baru, cari yang gantengnya ngelewatin aku, cari cepet cari" katanya dengan kesal.
"Ngambek huuuu, ngambekan" ejekku
"Yee emang kamu,ngambekan mulu" balasnya
Huhh gereget banget gue, pengen gue tonjok juga ini anak, batinku.
"Kok diem, tersinggung ya"
"Yugooooooooooo, nggak temen ah" kataku.
"Ya emang siapa juga yang mau temenan sama kamu, yek" ucapnya.
"Ihh kok gitu, oke kita ga temen"
"Memang, tapi kita pacaran, aha ha"
Bisa banget anak ini bikin mood balik lagi. Senengnya lohh yaampun huhu terharu.
Note: mendekati ending, jangan lupa tinggalkan jejak ya gengs

KAMU SEDANG MEMBACA
Ayo Jatuh Cinta [Completed] ✓
Genç Kurgu"Sa" panggil Yugo. "Apa" jawabku deg degan. Kenapa tiba-tiba suasana jadi menegangkan gini. "Saat ini gue ga lagi jatuh cinta" Yugo diem. Gue mikir dia ga mau pacaran. Tapi dia lanjut ngomong "tapi bangun cinta, dan itu sama Lo Sa." Deg Jantung gue...