17

50 13 20
                                        

Rara membuka mata nya dan mendapati sosok Doyoung yang duduk disamping tempat tidurnya.

"Bang" Lirih Rara.

"Jangan duduk dulu" ucap Doyoung.

"Hiks..." Rara kembali menangis lagi memingat kejadian semalam.

Doyoung mengelus rambut Rara "jangan nangis, gada yang perlu ditangisin, semua nya bukan salah Lo" ucap Doyoung menenangkan Rara.

"T-tapi hiks.. Haechan ngilang gara-gara gue... Hiks... Jeno... Jeno pergi gara-gara gue... Ini semua salah gue!!!" -Rara.

"Syuttt! Udah Ra, Semua nya ga mutlak kesalahan Lo, udah ya? tiduran lagi Lo istirahat dulu" ucap Doyoung.

"Gimana gue bisa istirahat disaat pikiran gue ga tenang hiks..."

Doyoung menghela nafas. Dia tahu Rara tidak bisa tenang jika ada suatu hal yang mengganjal di pikirannya.

"Rara..." Terdengar suara yang familiar yang langsung buat Rara dan Doyoung noleh.

Terlihat diambang pintu ada Jaemin, Dini dan Renjun.

Dini masuk dan langsung memeluk Rara "Lo gapapa?"

Rara hanya menggeleng "Dini, Hiks... Haechan... Jeno..."

"Udah udah..." Dini memeluk nya lagi untuk menenangkan Rara.

Doyoung memberikan kode ke mereka bertiga lalu keluar dari kamar.

Mereka bertiga tatap-tatapan bagaimana cara untuk menenangkan Rara.

"Ra..." Jaemin membuka suara.

"Gue mau kasih ini buat Lo" Jaemin memberikan sebuah kotak dan diterima oleh Rara.

Rara membolak balikkan kotak berukuran sedang itu lalu menatap Jaemin.

"Itu kotak dari Jeno" Ucap nya.

"D-dari J-jeno?" -Rara.

Jaemin mengangguk.

Rara menatap sendu kotak itu tapi tidak menangis. Rara juga bisa merasa lelah untuk menangis dan hanya menahan rasa sakit yang ada di hati nya.

Dini memberikan kode ke Jaemin dan Renjun yang diangguki mereka berdua.

"Ra... Kita balik ke sekolah dulu ya? tadi kita bertiga cuman dikasih 30 menit doang buat izin jenguk Lo" ucap Dini.

Rara mengangguk tapi mata nya tidak lepas dari kotak tersebut.

"Hum, Dah Ra! Cepat sembuh" -Dini.

Beberapa detik kemudian Rara sekarang sendiri dikamar nya.

Dengan perlahan Rara membuka kotak itu dan mendapati foto-foto nya dengan Jeno.

Tanpa ia sadari, ia menyunggingkan bibir nya yang membentuk lengkungan cantik.

Foto demi foto ia lihat.

Sampai di akhir kertas foto, disana terselip selembar kertas yang dilipat rapi.

Rara menaruh foto-foto tadi didalam kotak dan membuka lipatan kertas itu.





To: Rara

Maafin gue...
Maaf ya Ra, gue tau gue salah. Ga seharusnya gue bertingkah kekanakan dan bikin persahabatan kita hancur. Maaf jika gue egois, Gue cuman pengen sekali aja lo lirik gue. Gue cuman pengen sekali aja ada di hati Lo. Tapi lama-lama gue mikir. Dengan gue suka sama Lo lebih dari sekedar teman, Gue bakal ngerusak persahabatan kita. Padahal gue nyaman jadi sahabat Lo. Jujur gue sekarang merasa kurang nyaman diem-dieman bahkan ga teguran sama Lo kaya gini...

Jangan marah sama gue ya Ra. Gue ga mau pergi dan ninggalin sejuta kepedihan buat Lo. Bahagia terus Ra! Kejar kebahagiaan Lo! Lo berhak bahagia. Dengan siapapun itu nanti. Karena dengan Lo bahagia gue juga bakalan bahagia! maaf gue pernah bikin Lo sedih. Apapun sekarang dan apapun yang akan Lo pilih nantinya gue bakalan dukung Lo.

Oiya Ra, bilang juga ke Haechan gue minta maaf soal nya pernah ga sengaja nyenggol dia dan bikin hp nya jatuh ke got. Waktu itu pikiran gue lagi kalut jadi ga fokus. Gue tau dia marah banget sama gue haha... Tapi ya sudahlah semoga dia juga bisa maafin gue...

Sekali lagi... Gue minta maaf dan Gue pamit Ra. Gue pindah ke New York buat nenangin pikiran.

Jangan sedih lagi Lo... Awas aja...

Tertanda : Lee Jeno












Tes...

Setetes air mata jatuh diatas selembar kertas yang ternyata surat perpisahan dari Jeno.

Rara kembali menangis dan memeluk erat surat itu.

Tuk..tuk..tuk..

Rara mendengar suara ketukan pintu dan menghapus cepat air mata nya.

Nyiettttt....

Suara pintu dibuka perlahan dan terpampang jelas sosok Jungwoo diambang pintu dengan hansaplas di pipi nya.

Rara menatap dingin ke arah Jungwoo "ngapain kesini?"

Jungwoo perlahan mendekat ke Rara "kakak bakalan bantu kamu buat jelasin ke Haechan" ucap Jungwoo.

Rara menghela nafas "caranya?"

"Besok kita kerumah Haechan buat jelasin semua nya gimana?" Tanya Jungwoo yang buat Rara menoleh.


•••

Malam Readernim!!!! (人*´∀`)。*゚+

[REVISI] Among Us - LHC ✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang