Bab VI : Bangun

25 0 0
                                    

Hari ini, aku bertemu dengan beberapa orang yang menggali,

tetapi banyak dari mereka yang berhenti menggali dan mengambil tali untuk memanjat.

Oh ya, lupa ku beri tahu. 

Pagi tadi, terdapat suara bising dari atas, lalu banyak tali yang diulurkan. 

Siapa orang-orang itu ? dan mengapa mereka mengulurkan tali ? Untuk apa ?

Aku bertanya-tanya dan seperti biasa, tidak ada yang menjawab.

Bagaimana bisa menjawab jika mereka tidak mendengar pertanyaan itu ?

Tik...tik...

Apa itu, sesuatu yang basah..

Hal tersebut membasahi wajahku dan seketika itu, mataku yang buta terbuka.

Aku terbangun dari tidur lelap.

Hujan yang menyegarkan dan hati yang dipenuhi kesedihan.

Mengapa aku kembali ke lubang ini ? 

Aku seharusnya memberi tahu mereka bahwa aku menggali lubang, 

bahwa aku tidak memiliki lampu yang menerangi di kala kegelapan tiba

Hujan turun semakin deras, mereka pergi menarik tali-tali yang tadinya diulurkan. 

Mereka berpikir bahwa tidak ada orang lagi di lubang.

Aku ingin berteriak saat itu, "Tolong, keluarkan aku dari sini"

Betapa aku ingin mengucapkannya, walau hanya bisikan

"Tolong aku, aku mohon" 

Aku membuka mulut untuk mengatakannya tetapi di atas gelap, 

aku yakin tidak ada yang akan mendengarnya

Aku menyadari kesalahanku, aku salah berkenalan dengan dosa. 

Aku bodoh berkenalan dengan dosa. 

Aku benci dosa. 

Aku benci dosa yang selalu berhasil menghasut untuk menggali.

Tetapi aku bersyukur, aku terbangun dari mimpi indah yang palsu.

Lubang Bernama DosaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang