Bab VII : Tanpa suara

26 0 0
                                    


Lubang dipenuhi air, aku berusaha berenang ke atas dan mulai melihat jalan keluar. 

Aku dapat meraih permukaan, sedikit lagi aku keluar.

Dosa marah, berusaha menghentikan

Aku marah, berusaha melepaskan

Dosa melakukan sesuatu yang menyakitkan, ia menghianati ku untuk dapat menghentikan ku keluar.

Ya, dosa membuka mulut dan menelan seluruh air. Dosa layaknya orang kehausan. 

Aku mencoba menghentikannya, aku bersumpah.

Tetapi, hati ini masih memiliki harapan untuk menggali dan aku lemah.

Aku terperangkap kembali ke dalam lubang.

Terkadang aku mencoba memupuk tanah di bawah kaki agar aku dapat keluar.

Tetapi seringkali, aku termakan omongan dosa dan melakukan penggalian kembali.

Aku seperti robot rusak, aku butuh perbaikan. 

Aku butuh berteriak, aku butuh pertolongan.

Tetapi aku takut, di atas sana tidak ada orang yang ingin membantu.

Karena mereka akan melihat orang bodoh yang melakukan hal bodoh, 

mereka akan memutuskan untuk tidak menolong jika tahu bahwa aku sangat bodoh hingga dapat jatuh ke dalam lubang yang sama.

Aku mencoba berteriak, menghentikan tangan, berteriak lagi, mengentikan tangan

Tetapi tidak ada suara yang keluar.

Dosa memelukku, tetapi aku merasa dingin. Mengapa aku tidak merasakan kehangatan ?

Lubang Bernama DosaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang