Admiiara
- Reads 822
- Votes 33
- Parts 20
Semua orang pasti memiliki cerita tentang kronologi perasaan mereka.
Seperti Safta, saat kecil ia mendefinisikan cinta itu hanya sesederhana ketika teman lelakinya memberi lolipop atau mendorong ayunan yang dinaikinya, sesederhana ketika teman lelakinya membuatkan sebuah burung kertas atau berbagi bekal makanan. Tapi pandangannya berubah saat ia beranjak 16 tahun, saat itu ia diperkenalkan pada cinta yang sebenarnya, dan ternyata tidak sesederhana yang ia kira.
Seperti Praka, yang dulunya selalu beruntung dalam hal cinta tiba-tiba terjebak dengan perasaannya sendiri. Jalan cintanya kali ini dengan mudah mempermainkan dirinya.
Ini kisah persahabatan dan cinta, dimana mereka masih sibuk mencari arti bahagia dan menyingkirkan segala kecewanya.
Ini tentang hati, dimana yang berani mereka tunjukkan hanya perasaan terluarnya saja, sementara apa yang ada di dasarnya tidak pernah diungkapkan.