AetherK
- Reads 13,444
- Votes 1,393
- Parts 40
Sri Prabudhana Adityanegara, Pangeran Mahkota Purnadipa, tumbuh dalam gemerlap istana namun hatinya senantiasa terpaut pada kesunyian bait-bait puisi. Ia terpesona pada karya penyair misterius bernama Renu Wening-puisi-puisi yang seolah mampu membaca isi jiwanya. Namun suatu hari, kabar menyebar. Renu Wening tak lagi menulis.
Di tengah kekosongan itu, Prabudhana mendengar suara seseorang di pelataran istana-seorang pemuda rendahan bernama Naraya Sadvimuktama-membacakan syair milik Renu Wening dengan penghayatan yang menusuk. Sejak saat itu, Prabudhana meminta Naraya membacakan puisi-puisi itu hanya untuknya, tanpa tahu siapa sesungguhnya pemuda itu.
Ketika perjanjian politik dengan Kerajaan Mandakara menuntut Prabudhana menikahi sang putri, kenyataan pahit terkuak: sang putri dan Prabudhana sama-sama mencintai orang lain. Tak ingin mencoreng nama baik sang putri atau membuat perjanjian dua kerajaan runtuh karena alasan memalukan, Prabudhana memilih mengaku bahwa dirinyalah yang menolak perjodohan. Tapi di balik keputusannya, kerajaan lain merasa dihina.
Perang tak bisa dihindari. Dan sebagai "titik mula masalah", Prabudhana dijatuhi hukuman politik: dicabut gelar dan diasingkan jauh dari tanah kelahirannya.