natxlio_
Caine Chana. Sosok pria berparas cantik sekaligus tampan itu sering kali di juluki sebagai primadona sekolah yang ia gunakan sebagai tempat menimba ilmu. Sosoknya yang kalem, dan penyendiri semakin membuat orang-orang berpikir bahwa dirinya adalah sosok primadona yang benar-benar ada dalam au au.
Namun kenyataan memang selalu jauh daripada ekspetasi, Caine pendiam bukan karena ia ingin tampak tenang, melainkan karena ia masih tak dapat menghapus bayang bayang kelam yang sedari kecil menghantuinya. Ia tak mau orang-orang mengetahui masa lalunya yang begitu kotor, suram, dan juga menyedihkan.
Ia tutup rapat segala masa lalunya sedemikian rupa, sampai ia bertemu dengan seseorang yang berhasil membuat dirinya dengan suka rela bercerita mengenai masa lalunya yang kelam tersebut. Awalnya ia memang takut, takut ia dianggap kotor, menjijikan, alay, dan tidak manly. Namun ternyata, teman barunya ini tidak menganggapnya seperti itu.
Temannya justru merasa iba dan kasihan padanya, temannya juga menjadi semakin sayang dengan Caine. Mungkin karena ia tak pernah melihat orang semenyedihkan dirinya.
Tapi.. ada yang aneh, semenjak Caine menjadi lebih terbuka ada temannya itu, kenapa sekarang temannya seperti semakin menganggapnya anak kecil? Dan semakin perhatian juga. Entahlah, Caine heran tapi disaat yang sama ia juga suka akan perhatian yang diberikan untuknya. Karena selama ini ia selalu hidup tanpa cahaya yang menyinari dirinya.
"Terima kasih sudah hadir di hidupku ya, Rion."
"Your welcome my love."
-
0-0
PRITT PRITTT!
DISCLAIMER!!
- Mengandung b×b! (Yang homophobic/ga suka bisa out aja yaa, aku ga memaksa kalian untuk membaca book ini).
- Author hanya meminjam nama setiap karakter yang ada pada cerita ini.
- 15+
- Separuh cerita ini karangan, separuhnya asli.
- Mengandung bawang 1000 ton.
TRIGGER WARNING!!
- Kekerasan (Mencakup entah itu s*ksul maupun yang lain).
- Mental health pembaca mungkin akan kena (MUNGKIN).